5 Pilihan Casting Karakter yang Membuat Riuh Seluruh Fanboy

Ketika tulisan ini diturunkan, Robert Pattinson yang terkenal karena perannya sebagai Edward Cullen di saga Twilight (2008-2012), kini resmi ditunjuk sebagai Batman baru dan akan memulai debutnya di “The Batman” yang akan tayang perdana 25 Juni 2021 mendatang.

Walau demikian, tentunya kita masih ingat banget dengan segala cibiran dan hujatan yang ditujukan oleh awam dan fans ketika berita potensi Pattinson menjadi Batman barunya ini diumumkan beberapa minggu lalu.

Fans setia DC dan terutama Batman, benar-benar tidak suka dengan keputusan DC, Warner Bros, dan sutradara “The Batman”, Matt Reeves. Dan faktanya, Pattinson bukanlah yang pertama mendapatkan hujatan respon negatif ini. Kelima aktor ini juga pernah mengalami hal serupa ketika namanya diumumkan untuk memerankan karakter “sakral” di mata seluruh fanboy ini.

5. Scarlett Johansson (Motoko Kusanagi, Ghost in the Shell)

Sebenarnya semenjak kabar adaptasi manga atau anime karya Masamune Shirow ini keluar, fans aslinya sudah mulai tidak nyaman sendiri. Sangat wajar mengingat anime atau manga adalah format media hiburan Jepang yang kerap dianggap paling keren oleh seluruh fanboy.

Nah ketidaknyamanan ini semakin menjadi ketika diumumkan bahwa aktris pemeran Black Widow di dunia sinematik superhero Marvel (MCU), ditunjuk untuk menjadi si Motoko Kusanagi-nya. Dan tentunya gemuruh ketidaksetujuan dikarenakan oleh sosok Johansson yang notabene bukan berasal dari Jepang.

Dan untuk kasus Johansson ini, sayangnya protes fans ini terbukti banget. Johansson memang kurang oke sebagai Kusanagi. Terlepas dirinya telah mengerahkan seluruh kemampuannya, tetap saja penampilan Kusanagi yang diperankan Johansson tidak suskses menghidupkan jiwa dari karakter orisinilnya.

4. Chris Evans (Captain America, MCU)

Saat ini seperti hal-nya Robert Downey Jr. dengan Iron Man-nya, tak dipungkiri sangatlah mustahil untuk tidak membayangkan Chris Evans dengan peran Steve Rogers aka Captain America.

Dan kalau dipikir memang sangat ironis, karena di awal-awal pengumuman casting-nya, fans langsung protes habis-habisan dengan keputusan Kevin Feige cs ini. Pasalnya kala itu, aktor yang juga memerankan Johnny Storm aka The Human Torch di dua film Fantastic 4 awal 2000-an ini, lebih dikenal sebagai aktor yang kerap berperan di film-film teen dan komedik.

Belum lagi tampangnya yang terlalu pretty boy. Lengkap sudah keskeptisan fans terhadap pria berzodiak Gemini ini. Namun ketika akhirnya “Captain America: The First Avenger” (2011) dirilis, seluruh protes dan cemoohan berubah menjadi takjub kekaguman.

Evans sukses banget menghidupkan superhero Amerika ini sesuai seperti di komiknya. Mau itu dilihat dari tampang, kepribadian kakunya, patriotismenya, kepolosannya, semuanya bisa ditampilkan dengan sangat baik dan sempurna oleh Evans. Berkat peran Captain America ini, banyak orang yang kini sudah tidak lagi memandang miring karir keaktorannya.

3. Heath Ledger (Joker, The Dark Knight)

Senada dengan kasus Evans dengan Captain America-nya, hujatan yang diterima Ledger juga difaktori habis-habisan oleh dirinya yang kerap dikenal melalui perannya di film drama dan drama remaja (coming of age).

Namun dibanding Evans, mungkin Ledger lebih parah mendapatkan hujatannya. Tentunya hal ini dikarenakan dirinya ditunjuk untuk memerankan sosok villain gila, kejam, dan menyeramkan, The Joker.

Logika fans kala itu adalah: Mana mungkin aktor yang biasa memerankan karakter protagonis dan terkadang pretty boy ini bisa bertransformasi maksimal sebagai sosok badut kriminal psycho dari Gotham itu?

Well kenyataannya anggapan keskeptisan tersebut sukses dilibas oleh Ledger ketika akhirnya “The Dark Knight” rilis di tahun 2008. Ledger bisa dikatakan sangat seram, sadis, dan secara keseluruhan benar-benar “sakit jiwa”. Dengan penampilannya yang sangat total ini, alhasil keseluruhan lanskap genre superhero pun menjadi berubah setotal-totalnya.

Hal ini terbukti dari pemeran-pemeran Joker baru seperti Cameron Monaghan di seri “Gotham” (2014-2019) dan Joaquin Phoenix di film “Joker” yang akan dirilis 4 Oktober 2019 mendatang. Semua pemeran ini sama sekali berubah total dan berkarakter dan kerap dibandingkan dengan Joker versi Heath Ledger.

2. Hugh Jackman (Wolverine, X-Men / The Wolverine Series)

Sama hal-nya seperti Chris Evans dengan Captain America dan Robert Downey Jr dengan Iron Man, tak dipungkiri bahwa ketika kita mengingat karakter Wolverine, kita kini otomatis mengucapkan dua kata: Hugh Jackman.

Terlepas kesuksesan keren tersebut, nyatanya di awal 2000, fans Marvel dan X-Men nyatanya menghujat habis pilihan Fox dan Marvel ini. Beberapa alasannya adalah dikarenakan kala itu Jackman baru memiliki resume akting layar lebar yang masih minim dan, tampilan tampang dan fisiknya yang tidak terlihat “Wolverine banget”.

Namun seluruh cibiran tersebut berhasil dibungkam ketika X-Men akhirnya dirilis di tahun 2000. Jackman menampilkan interpretasi mutant berkuku adamantium ini dengan sangat fresh, namun di saat yang sama tidak menghilangkan seluruh karakteristik yang dikenal oleh fans di komiknya. Memang sangat disayangkan kini ia telah pensiun dari peran ikoniknya ini.

1. Ben Affleck (Batman, DCEU)

Sebenarnya Michael Keaton (Batman), dan George Clooney (Batman & Robin) juga bisa disertakan. Pasalnya keduanya juga ketika diumumkan untuk memerankan si ksatria kegelapan, Keaton & Clooney sama-sama mendapatkan cemoohan yang sama parahnya.

Namun keduanya masih kalah “hit” dari Ben Affleck (The Town). Ketika namanya diumumkan di tahun 2015, seluruh fanboy langsung geram, segeram-geramnya. Tentunya sama seperti kasus Pattinson baru-baru ini, hal ini dikarenakan trauma yang ditinggalkan mantan suami aktris Jennifer Garner ini dalam adaptasi film “Daredevil” (2003) itu.

Affleck tak dipungkiri sangatlah buruk dalam memerankan superhero yang juga sekaligus pengacara tuna netra itu. Terlebih lagi, Affleck memanglah sosok aktor yang cukup mediocre. Ia lebih bagus menjadi sutradara ketimbang aktor.

Akan tetapi semua trauma tersebut menjadi lenyap total ketika akhirnya Affleck tampil pertama kali sebagai Batman di “Batman V Superman: Dawn of Justice” (2016). Affleck secara mengejutkan mampu menampilkan sosok Batman paruh baya yang terlihat lebih gagah (well, ia tingginya sekitar 190 cm), dewasa, dan fresh banget. Bahkan bisa dikatakan penampilan Batman Affleck lah yang sukses menyelamatkan film yang dianggap terburuk sejauh ini di rana DCEU.

 

Dari 5 fakta riuh casting ini, yang manakah yang membuat kalian greget sendiri ketika membacanya?

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here