Bahkan bagi kita-kita yang super fanboy DC pun, menyadari banget bahwasanya dibandingkan rival-nya Marvel, dunia sinematik DC aka DCEU sejauh ini masih jauh dari kata sempurna atau bahkan menakjubkan.

Menohok? Mungkin. Tapi memang itulah kenyataannya. Walau demikian, bukan berarti dunia sinematik yang dinaungi oleh Warner Bros ini ingin “begitu-begitu saja”. Terbukti dalam beberapa bulan belakangan, sedikit demi sedikit perbaikan sudah mulai tampak.

Nah sembari kita mengikuti kemajuan dari perbaikan tersebut, yuk kita ranking ulang lagi 7 rilisan film DCEU sejauh ini dari yang membuat kita benar-benar kecewa hingga yang membuat kita akhirnya mempercayai bahwasanya, rana sinematik Superman cs ini memanglah masih memiliki harapan hidup yang panjang di layar lebar.

7. Batman v Superman: Dawn of Justice (2016)

Tak dipungkiri bahwa semenjak diumumkannya film ini sekitar 2 tahun sebelum perilisannya, banyak fanboy maupun non-fanboy yang merasa excited sendiri bukan kepalang.

Ya bagaimana tidak? Ini film Batman “berantem” sama Superman loh! Terang saja apabila banyak orang yang merasa greget tidak sabar untuk menyaksikan filmnya. Akan tetapi ketika akhirnya menyaksikan filmnya, tak dipungkiri kekecewaan langsung sangat terasa.

Memang akting seluruh aktornya terutama Ben Affleck (The Town) sebagai sosok Batman barunya, keren banget. Dan beberapa elemen di komiknya banyak disertakan.

Tapi pada akhirnya, tetap saja pengaturan narasi plot-nya sangatlah messy yang akhirnya membuat plot-nya pun menjadi tidak beraturan dan aneh banget.

Batman V Superman: Dawn of Justice tak dipungkiri merupakan salah satu contoh nyata dari sebuah film yang walau on paper keren, tapi tidak menjamin ketika akhirnya diterjemahkan ke dalam layarnya.

6. Suicide Squad (2016)

Sama hal-nya dengan Batman V Superman, Suicide Squad semenjak diumumkan juga sudah langsung memberikan hype yang amat sangat terhadap seluruh fans-nya. Tentunya salah satu faktornya adalah premis kisahnya yang segar atau belum pernah ditampilkan di dalam film manapun.

Karena seperti kita ketahui sebelum Suicide Squad, belum pernah ada sama sekali adaptasi layar lebar superhero yang justru berfokus pada tim penjahatnya. Selain itu tentunya faktor lainnya adalah dikarenakan tease Joker yang diperankan oleh Jared Leto (Girl, Interrupted).

Semenjak melihat cuplikan Joker-nya di trailer-nya, tak pelak rasa excited terhadap film arahan David Ayer (Fury) pun kian meninggi saja. Oh ya jangan lupakan juga lagu-lagu pilihan soundtrack-nya yang asyik-asyik itu. Namun ketika akhirnya dirilis, ekspektasi yang sangat tinggi itupun langsung drop seketika.

Selain narasinya yang kurang begitu rapih serta klimaks-nya yang tidak menggigit, alasan lain mengapa Suicide Squad menjadi mengecewakan adalah dikarenakan sosok Joker yang ditampilkan sangat minim di layar. Padahal seperti kita ketahui karakter inilah yang menjadi daya jual dari filmnya ini.

Untunglah, aktor-aktor pemeran anggota SS-nya terutama Margot Robbie (Wolf of Wall Street) tampil dengan sangat keren dan total. Apabila saja tidak, dijamin SS akan jauh lebih mengecewakan daripada BvS.

5. Justice League (2017)

Terus terang banyak yang masih trauma dengan BvS. Logikanya, kalau cerita perselisihan anatara 2 pentolan suprhero DC tersebut saja sudah “kacau”, apalagi jika menampilkan 6 superhero ikonik DC sekaligus bukan?

Dan faktanya keskeptisan sekaligus paranoid tersebut terbukti walau di saat yang sama, memang tidak juga 100% seperti demikian. Intinya, Justice League memanglah masih mengecewakan namun setidaknya, secara struktur narasi, audiens bisa lebih enak mengikutinya.

Selain itu penampilan seluruh aktornya terutama Ezra Miller (We Need to Talk About Kevin), sangatlah menghibur. Beberapa elemen ikonik komiknya pun banyak disertakan sehingga membuat fanboy “veteran” DC sekalipun menjadi (setidaknya) lumayan terhibur.

4. Wonder Woman (2017)

Daripada film-film DCEU lainnya, Wonder Woman, bisa dikatakan adalah yang paling banyak mendapat cibiran dan sketpis. Tidak heran pasalnya film superheroine arahan Patty Jenkins (Monster) ini merupakan film superhero wanita yang tidak hanya pertama kali ditayangkan di layar lebar, namun juga disutradarai oleh seorang wanita.

Dengan faktor-faktor tersebut, maka sekali lagi tidaklah mengherankan apabila kemudian banyak fans yang merasa super ragu kalau-kalau film ini nantinya bakalan keren banget. Untungnya Jenkins cs sukses menangkis keraguan tersebut.

Oke, memang belum 100% sempurna terutama, di bagian pertarungan final antara Diana (Gal Gadot) dan Ares (David Thewlis). Tapi setidaknya WW sukses membuktikan ke seluruh moviegoers dan Hollywood bahwa film solo superheroine kini juga bisa sama keren dan suksesnya dengan film superhero pria (equal).

3. Aquaman (2018)

Dengan kekecewaan demi kekecewaan yang diberikan oleh DCEU selama 4 tahun belakangan, maka tidaklah mengherankan apabila fans banyak yang “ngeri” dengan prospek Aquaman.

Memang film ini telah dikembangkan semenjak tahun 90-an dan memang, film ini disutradarai oleh sineas Hollywood terkeren saat ini, James Wan (The Conjuring). Namun apakah kedua aspek positif ini bisa menjamin filmnya bakalan keren dan memperbaiki reputasi DCEU?

Jawabannya, iya banget Chillers. Film yang dibintangi oleh Jason Momoa (Game of Thrones) sebagai si superhero air DC ini, sukses memperbaiki reputasi DC dengan sangat besar-besaran. Memang seperti Wonder Woman, Aquaman bukanlah film yang super sempurna.

Tapi tak dipungkiri dengan presentasi filmnya yang bagaikan menyaksikan film kartun televisi superhero di Minggu pagi, Aquaman sukses menjadi film DCEU yang jauh lebih diterima dan dinikmati oleh kita-kita semuanya.

2. Man of Steel (2013)

Walau beberapa fans kurang begitu menyukai interpretasi DCEU dan Zack Snyder terhadap sosok superhero sejuta umat ini, namun kalau diperhatikan lagi secara keseluruhan Man of Steel, adalah film pembuka DCEU yang sangat pas lagi enjoyable.

Seluruh penampilan aktornya terutama Henry Cavill sebagai Supes terlihat sangat pas. Adegan aksi dan destruksi yang ditampilkan pun super memuaskan terutama bagi kita-kita yang memang lebih menyukai menyaksikan film superhero dari sisi action-nya.

Berdasarkan pernyataan tersebut, maka tak mengherankan apabila banyak dari kita yang sangat menyayangkan sekali bahwa rilisan film-film selanjutnya (setidaknya sebelum Aquaman) tidak bisa memberikan kepuasan yang sama kerennya seperti yang diberikan oleh MOS.

1. Shazam! (2019)

Tak dipungkiri bahwa dari rilisan ketujuh film DCEU sejauh ini, adalah film superhero-dewa DC inilah yang tidak hanya yang paling keren, namun juga paling enteng dicerna oleh seluruh moviegoers (baik fanboy atau bukan sama sekali).

Alhasil tak mengherankan jika Shazam! kerap dianggap sebagai film yang menjadi “juru selamat” bagi DCEU. Tak mengherankan memang. Selain seperti yang telah dikatakan memiliki plot yang enteng dicerna, film ini secara keseluruhan merupakan film DC yang sangat fun (baca: tidak sekelam film-film sebelumnya).

Sehingga, wajar banget jika audiens pun bisa langsung menyukai filmnya. Kini besar banget harapan kita agar rilisan film-film sinematik DC mendatang, bisa meneruskan kemajuan positif yang telah diberikan oleh film ini sehingga citra dan kualitas DCEU (kini bernama Worlds of DC), menjadi membaik kembali.

Sekarang, dari 7 film DCEU ini, yang manakah yang menjadi favorit kalian Chillers?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here