Dengan kesuksesan novelnya yang ditulis oleh J.K Rowling, tak mengherankan apabila banyak orang (termasuk Potterheads) yang merasa super skeptis ketika di akhir 90-an, proyek adaptasi film layar lebarnya diumumkan.

Namun ketika adaptasi film pertamanya, Harry Potter and the Sorcerer’s Stone (Philosopher’s Stone di negeri asalnya) akhirnya dirilis di tahun 2001, keskeptisan tersebut berubah menjadi hiruk pikuk pujian.

Film yang disutradarai oleh Chris Columbus (Home Alone) ini langsung sukses menjadi film fantasi idola seluruh anak-anak dan pra-remaja kala itu.

Alhasil dengan kesuksesan film pertamanya, tak mengherankan jika film yang mempopulerkan trio aktor cilik: Daniel Radcliffe, Rupert Grint dan Emma Watson ini, sukses bertahan hingga 1 dekade lamanya.

Bahkan 5 tahun setelahnya, kisah dunia sihir fantastis dan magis ini masih berlanjut dengan perilisan prekuelnya, Fantastic Beasts and Where to Find Them (2016).

Intinya, franchise Harry Potter telah sukses memberikan kenangan yang luar biasa indahnya yang bahkan, masih begitu membekas hingga detik ini.

Nah untuk menghargai sekaligus mengenang masa kecil yang penuh dengan kemagisan mantra-mantra keren tersebut, yuk kita ranking ulang 8 rilisan film Harry Potter dari yang kurang magis hingga yang membuat kita melayang dengan Nimbus 2001. Perlu diingat, daftar ini bersifat SUBJEKTIF!

8Harry Potter and The Chamber of Secrets (2002)

 

Adaptasi film kedua ini sebenarnya bagus. Tapi kalau dibandingkan dengan ketujuh film HP lainnya, The Chamber of Secrets bisa dikatakan adalah yang paling terlemah. Namun sekali lagi kami tekankan, film ini bukanlah film yang buruk.

Namun mungkin lebih tepatnya kurang begitu magis. Walau demikian, setidaknya disini sosok Harry (Daniel Radcliffe), Voldemort (Christian Coulson) dan sekitar lingkungan Hogwarts di-eksplorasi lebih jauh lagi.

Juga melalui sekuel inilah, untuk kali pertamanya kita melihat benih awal sesungguhnya dari perseteruan anak buah Voldemort, Death Eater yang diwakili oleh Lucius Malfoy (Jason Isaac) dengan anak buah Dumbledore (Richard Harris) yang diwakili oleh Harry.

Oh ya jangan lupakan juga pertemuan perdana antara Harry dengan calon istrinya, Ginny Weasley (Bonnie Wright) yang mana keduanya bertemu sekaligus berinteraksi di situasi yang sangat tidak menguntungkan.

7Harry Potter and the Order of the Phoenix (2007)

 

Di seri inilah, franchise HP mulai mengelam tone-nya. Dan wajarlah. Pasalnya kini Voldemort (Ralph Fiennes) telahbenar-benar bangkit dengan menggunakan tampilan wajahnya yang sesungguhnya dan dia, di film ini sudah mulai mengumpulkan kembali pasukan Death Eater-nya.

Alhasil, Harry dan teman-temannya pun berinisiatif untuk membentuk laskar yang juga dikenal dengan nama, Dumbledore’s Army. Perseteruan antara jahat dan baik di Wizarding World pun semakin terlihat menarik saja.

Seri ini, juga merupakan debut karakter guru killer yang paling gokil dan benar-benar dibenci seluruh Potterheads hingga detik ini, Dolores Umbridge (Imelda Staunton).

Dan tentunya, jangan lupakan juga bahwa melalui Order of the Phoenix lah, untuk pertama kalinya kita melihat sosok Harry benar-benar terpukul setelah bertahun-tahun lamanya.

Momen tersebut spesifiknya terjadi ketika si bapak baptis, Sirius Black (Gary Oldman), dibunuh oleh penyihir wanita jahat yang juga ironisnya, saudara sepupunya sendiri, Belatrix Lestrange (Helena Bonham Carter).

6Harry Potter and the Goblet of Fire (2005)

 

Satu-satunya film HP yang disutradarai oleh Mike Newell (Donnie Brasco), Goblet of Fire tak dipungkiri merupakan film HP yang paling colorful dan “meriah” dari seluruh serinya.

Bagaimana tidak? Terlepas terdepat beberapa aspek keren di novelnya yang dirubah secara signifikan yang mana salah satunya, adalah ketika Dumbledore (Michael Gambon) menanyakan Harry apakah ia memasukkan namanya ke piala api dengan nada lebaynya itu, Newell dan tim sukses besar dalam menghidupkan imajinasi tampilan serta suasana Turnamen Triwizard-nya.

Yang mana tentunya disini juga termasuk jenis-jenis permainan / pertandingan fantasinya yang alhasil, membuat kita juga ingin mengikuti pertandingannya.

Oh ya tentunya, hal yang tidak kalah pentingnya juga disini adalah debut Fiennes sebagai Lord “Tanpa hidung” Voldemort yang langsung membuat Harry, Cedric Diggory (Robert Pattinson), dan kita-kita langsung ngeri ketakutan sendiri.

5Harry Potter and the Sorcerer’s Stone (2001)

 

Mau disebutnya Sorcerer’s Stone atau Philosopher’s Stone seperti di negara asalnya, yang jelas adaptasi film perdana ini sangatlah vital peranannya.

Apabila film ini kala itu tidak sukses, seperti yang telah dikatakan di paragraf pembuka, tidak mungkin kita kini masih mengingat detik-detik pertarungan final antara Harry dan Voldemort dan juga tentunya, nama-nama mantra sihir yang super ikonik itu.

4Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 2 (2011)

 

 

Seri penutup dari keseluruhan franchise filmnya, Deathly Hallows-Part 2, bisa dikatakan adalah penutup yang sangat memuaskan bagi satu dekade saga petualangan Harry VS Voldemort.

Cara sutradara David Yates (Harry Potter and the Half-Blood Prince) mengatur tensi dan emosi alur kisahnya sangatlah tertata yang alhasil membuat kitapun seru dan puas sendiri ketika adegan pertarungan finalnya yang epik itu usai.

3Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 1 (2010)

Salah satu alasan mengapa bagian pertama dari finale ini jauh lebih oke daripada finalnya adalah dikarenakan Yates yang melalui tangan dinginnya, lagi-lagi sukses dalam mengatur tensi dan emosi kisahnya.

Selain itu ia dan tim-nya, juga cerdas banget dalam membagi mana-mana saja adegan yang harus ditampilkan di bagian pertamanya dan mana-mana saja adegan yang harus ditampilkan di bagian keduanya.

Oh ya jangan lupakan juga aspek permusuhan singkat antara Harry dan Ron (Rupert Grint) yang sukses memberikan bumbu emosional keren terhadap filmnya.

2Harry Potter and the Prisoner of Azkaban (2004)

 

 

Selain menampilkan debut keren Remus Lupin (David Thewlis) dan Sirius Black, tentunya yang membuat Prisoner of Azkaban menjadi favorit semua audiens (termasuk kami), adalah kemumpunian sutradara Alfonso Cuaron (Gravity) dalam menampilkan elemen time-travel-nya.

Perlu diketahui, bahwa membuat film perjalanan balik waktu, bukanlah tugas yang mudah.

Sebelum Cuaron akhirnya sukses membuktikan kemumpuniannya melalui film ketiga ini, hanyalah James Cameron dengan Terminator-nya dan Robert Zemeckis dengan Back to the Future-nya yang bisa dikatakan sangat sukses di cabang genre sci-fi tersebut.

Namun untungnya, Cuaron sukses membuktikan kalau ia juga tidak kalah dengan kedua seniornya tersebut yang alhasil, tidak hanya menjadikan Prisoner of Azkaban sebagai salah satu film Harry Potter terbaik sepanjang masa, namun juga film time-travel terbaik sepanjang masa.

1Harry Potter and The Half-Blood Prince (2009)

 

Walau Prisoner of Azkaban dan The Deathly Hallows keren, namun tetap saja keduanya masih kalah keren dan memorable dari bagian semi-penutup franchise-nya ini.

Tidak hanya film ini menjadi film HP pertama yang benar-benar terlihat dan terasa seperti film-film berat penghargaan Oscar, The Half-Blood Prince juga menjadi breaking point dari kehidupan Harry di Hogwarts.

Tidak hanya mulai merasakan pubertas yang amat sangat, namun di saat yang sama melalui bagian film ini, ia juga mulai merasakan berjuang seorang diri melawan Voldemort dan death eater tanpa adanya kehadiran figur mentor sekaligus ayah, Dumbledore, yang di filmnya dibunuh oleh Snape (baca: diperintahkan Dumbledore).

Aspek adegan-adegan aksinya pun sangat keren. Banyak adegan-adegan sihir-menyihir yang lumayan brutal untuk ukuran franchise fantasi anak ini. Intinya sekali lagi, The Half-Blood Prince merupakan seri terkeren dari franchise Harry Potter.

Nah dari 8 serinya ini, yang manakah yang merupakan film Harry Potter favorit Chillers?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here