“I’d do whatever I had to for you. I’d give you whatever I have. I’d give you my heart.” – Alita.

Mendengar judulnya, film “Alita: Battle Angel” terasa asing bagi orang awam yang sekilas melihat poster filmnya di bioskop. Setelah ditelisik jauh ke belakang, karakter ini ternyata berangkat dari adaptasi manga berjudul Gunnm (Gun Dream) karya Yukito Kishiro tahun 1990. Proyek filmnya sendiri sudah direncanakan oleh James Cameron sejak tahun 2000.

Termasuk kedalam proyek besar Cameron, Battle Angel terus tertunda karena Cameron sibuk menggarap proyek ambisius-nya, “Avatar” (2009). Pun setelah alien biru itu sukses di box office seluruh dunia, Cameron yang telah berencana mendedikasikan karirnya untuk menggarap sekuel tersebut akhirnya memutuskan untuk memberikan proyek ini kepada sutradara yang telah ia percayai, Robert Rodriguez. Barulah pada tahun 2017, “Alita: Battle Angel” resmi diproduksi Fox.

Dr. Dyson Ido (Christoph Waltz) menemukan potongan hati dan kepala cyborg yang kemudian ia sisipkan kepada tubuh sibernetik buatannya. Cyborg yang ia beri nama Alita (Rosa Salazar) itu kemudian berusaha mengingat kembali siapa dirinya dimasa lalu.

Selalu menanggapi konflik dengan gesit, Alita sedikit demi sedikit mulai mengingat kembali jati dirinya ketika ia beraksi memberantas buronan dengan bergabung dalam ‘Hunter Warrior’. Tak cukup disitu saja, teman baru Alita, Hugo (Keean Johnson) menawarkannya menjadi atlit Motorball, sebuah perlombaaan berlari menangkap bola dan membawanya ke keranjang dengan latar pertempuran cyborg.

Di lain tempat, Victor (Mahershala Ali) yang mengetahui sedikit masa lalu Alita melihat-nya sebagai ancaman untuk dunia atas, Zalem. Maka ia pun memerintahkan pada cyborg favorit-nya, Grewishka (Jackie Earle Haley) untuk memburu gadis cyborg bermata besar itu.

Mulanya, Cameron ingin memproduksi dengan melibatkan Live-Action dan Computer Generated Imagery (CG/CGI) seperti yang ia gunakan pada “Avatar”. Namun seiring perkembangan teknologi, Cameron secara khusus membuat karakter utamanya menggunakan teknologi Fusion Camera System, Facial Performance Capture dengan Simulcam.

Teknik yang konsepnya tak jauh berbeda seperti yang telah digunakan oleh Andy Serkis saat ia berperan sebagai Caesar dalam trilogi “Planet of The Apes”. Untuk menjaga keaslian unsur Manga-nya, mereka kemudian membuat mata Alita terlihat besar seperti dalam Manga-nya. Hal ini lah yang kemudian menjadi banyak perbincangan luas tatkala Fox pertama kali merilis trailer perdana film ini. Cameron & Rodriguez sukses mengangkat sebuah karakter manga, menyatu dalam dunia nyata.

Selanjutnya Battle CG antar Cybernetic Robot tak perlu diragukan lagi. Aksi Alita melawan cyborg-cyborg utusan Vector patut diacungi jempol. Baik dari segi CG maupun koreografi, semua dibuat sangat reasonable.

Alih-alih menggunakan senjata untuk mengalahkan karakter lain bertubuh besar, Alita menggunakan ilmu beladirinya untuk mengatasi hal tersebut. Bagaimana dengan tubuh sekecil Alita, dapat mengalahkan Grewishka yang porsi tubuhnya tentu lebih besar dan kuat dari lawannya, semua kunci perlawanan tersebut ada dalam gerakan koreografi yang masuk logika. Dan hal ini lah yang membuat pertempuran tersebut berasa lebih ‘terisi’ dibandingkan pertempuran baku tembak.

Overall, screenplay garapan James Cameron, Laeta Kalodigris dan Robert Rodriguez sudah terbilang rapih. Sama seperti penggarapan visual karakter Alita yang sangat berbeda dari karakter lainnya, maka sebagian besar porsi dalam screenplay diisi dengan Alita. Memang, film ini sebagian besar berfokus untuk pencarian jati diri karakter utama.

Namun kurangnya penggarapan latar belakang karakter pendukung, dan bahkan musuh, membuat akhir film kurang terasa spektakuler. Naluri keibuan Chiron (Jennifer Connelly) pun kurang mengena. Bahkan latar belakang Vector yang sebenarnya setengah Cyborg pun tidak diangkat lebih dalam.

Musuh sesungguhnya, Nova dan latar belakang berdirinya Zalem serta sebab-akibat Alita memiliki misi untuk membunuh Nova pun nyata-nya belum digarap. Menyisakan tanda tanya besar bagi penonton non-fans yang mungkin harus membaca beberapa manga-nya.

James Cameron pun rencananya akan membuat dua sekuel lagi jika film perdananya ini sukses. Inilah yang menjadikan ending ‘Alita: Battle Angel’ terasa belum selesai. Mungkinkah sekuel ini akan terwujud?

Director: Robert Rodriguez

Starring: Rosa Salazar, Christoph Waltz, Mahershala Ali, Jennifer Connoly, Keean Johnson, Jackie Earle Haley, Michelle Rodriguez, Ed Skrein

Duration: 122 Minutes

Score: 7.5/10

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here