“What do you want most in the world?” – Olga

Sebagai salah satu sineas Prancis terkemuka dalam beberapa dekade terakhir ini, nama Luc Besson tak bisa dipisahkan dari sejumlah film-film yang telah dibuatnya. Sutradara yang memulai karir di film panjangnya lewat “Le Dernier Combat” (The Last Battle) pada tahun 1983, mulai merambah naik ke skala domestik ketika filmnya “Le Grand Bleu” (The Big Blue), yang pada tahun 1988 menjadi film terlaris di Prancis. Tahun-tahun berikutnya karirnya makin moncer saja, di tahun 1990, Luc Besson mulai go internasional lewat “La Femme Nikita”, diikuti oleh “Leon The Professional” (1994) dan “The Fifth Element” (1997). Semua film ini memperoleh review positif dari para kritikus film dan mengangkat nama Luc Besson ke jajaran sineas papan atas dunia.

Ciri khas Besson terlihat jelas di film “Anna” yang akan kita review kali ini. Buat kita yang akrab dengan karya-karya Besson sebelumnya, tentunya akan mudah melihat ciri khas yang lekat dalam film ini. Poin pertama yang terlihat jelas adalah adanya karakter wanita. Ya, salah satu ciri khas Besson adalah dia menggunakan karakter wanita yang kuat, selain itu poin-poin berikutnya adalah visualisasi yang tertata apik, aksi laga yang berlangsung klimaks, juga tak lupa selipan humor dalam naskah dialog yang ia buat.

Awal tahun 90-an, Anna Poliatova (Sasha Luss) direkrut oleh KGB untuk menjadi salah satu pembunuh paling mematikan yang mereka miliki. Kemampuannya berbahasa Inggris memudahkannya menyamar, dan Anna pun sekaligus bekerja sebagai model di Paris. Kegiatannya selalu diawasi oleh Alex Tchenkov (Luke Evans) dan Olga (Hellen Mirren) yang bertindak sebagai atasan Anna. Suatu ketika, CIA melalui agennya, Lenny Miller (Cillian Murphy) telah mengawasi gerak gerik Anna sejak lama, mencoba menjebaknya dan berusaha mengambil keuntungan dari Anna yang tidak bisa diprediksi siapapun, sampai konflik ini berujung tindakan yang sama sekali mengubah kehidupan Anna nantinya.

Alur cerita maju mundur yang dibuat Besson ini memang sangat terstruktur rapi, dimulai justru dengan sebuah insiden yang tidak berhubungan dengan apa yang Anna lakukan sebagai agen pembunuh rahasia KGB. Kisah yang dimulai pada tahun 1985 ini kemudian melompat jauh ke tahun 1990, ketika Anna pertama kali ditawari untuk menjadi model di Paris. Cerita kemudian mengalir dengan alur maju mundur yang cukup intens, namun tidak sampai menggangu film secara keseluruhan, selebihnya cerita terfokus pada karir Anna sebagai pembunuh mematikan dan flashback digunakan untuk bagian penting saja, dan itu berlangsung hingga akhir konklusi. Sangat menarik buat kamu yang bosan dengan film bertema serupa namun dengan alur maju yang cenderung stagnan.

Tak banyak film bertema agen rahasia memiliki alur maju mundur sebanyak ini, dan memang Anna lebih memiliki kesamaan dengan film-film Besson sebelumnya seperti “La Femme Nikita,” “The Professional” dan “Lucy”. Semua menceritakan tentang wanita muda yang kuat, namun dipaksa untuk menjalani cara hidup yang penuh dengan kekerasan. Action scene yang digambarkan memang terbilang apik dan memukau. Terutama untuk dua scene, di restoran, di mana Anna berjalan perlahan dengan pistol yang diturunkan, lalu berjalan keluar setelah membunuh musuh-musuhnya dan adegan pamungkas di kantor pusat KGB yang sangat menegangkan dan juga mengejutkan.

Walaupun ide cerita film ini tidak terlalu orisinil, sekilas Anna mengingatkan kita akan “Red Sparrow” (2018) yang dibintangi oleh Jennifer Lawrence beberapa waktu lalu, namun Anna hadir lebih light dan cenderung menghibur. Plot ceritanya memang tidak terlalu istimewa dan mudah diprediksi, kelebihan yang membuatnya berbeda adalah banyaknya alur maju mundur yang digunakan, aksi laga yang menarik (walau tak terlalu dominan) dan twist yang sangat menghibur. Memang seperti inilah para penggemar film-film Besson akan menyukai Anna seperti halnya film-film yang bertema “strong woman” dia sebelumnya, beautiful but deadly.

 

Director: Luc Besson

Starring: Sasha Luss, Helen Mirren, Luke Evans, Cillian Murphy, Lera Abova, Alexander Petrov, Nikita Pavlenko, Anna Krippa

Duration: 118 Minutes

Score: 7.5/10

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here