Anon, Ketika Data Pribadi Menjadi Konsumsi Publik dan Timbulkan Celah Kriminalitas

0
145

“It’s not that I have something to hide. I have nothing I want you to see.” – The Girl.

Suatu hari di masa depan, dalam suatu kota, Sal Frieland (Clive Owen) berjalan menuju kantor polisi. Tampak dari matanya, data dari sejumlah gedung, orang dan bahkan dari benda mati yang tampak dalam visual matanya. Data-data itu tampak nyata dan dengan detil menjelaskan segala sesuatu yang diperlukan Sal untuk mengenali sosok atau barang yang digunakan individu tersebut. Dalam perjalanannya, dia berpapasan dengan seorang wanita yang tak tampak data fisiknya atau error ketika dikenali.

Setibanya di kantor polisi, Sal yang juga merupakan detektif, menjumpai kasus pembunuhan aneh yang tak tampak siapa pembunuhnya. Sosok anonim itulah yang akhirnya menuntun Sal ke arah sosok wanita tanpa nama (Amanda Seyfried). Untuk memecahkan pembunuhan itu, Sal mencoba menyamar menjadi pialang saham dan membayar perempuan itu untuk menghapus perselingkuhannya beberapa waktu silam. Dari situ ia berusaha mengenali kemampuan tersembunyi yang dimilikinya. Namun dia selalu terbentur penghalang yang dibuat perempuan itu untuk menghalangi siapapun yang berusaha melacaknya.

Perempuan itu tidak memiliki identitas, tidak ada sejarah dan catatan yang menyebutkan sosok siapa ini sebenarnya. Sal menyadari kalau perempuan misterius itu berbahaya, dan mungkin dirinya akan masuk ke dalam jebakan lain. Namun perempuan itu akan menuntunnya kedalam sosok pembunuh misterius yang selama ini belum ia temukan.

Film yang digarap dan ditulis oleh Andrew Niccol ini memiliki premis menarik dari awal. Kita sudah diajak menelusuri perkotaan yang penuh dengan individu dan gedung yang dipenuhi data virtual yang tak kasat mata. Tampilan visual yang sekilas tampak identik dengan visualisasi personal dalam film Robocop (2014), namun data yang muncul dengan tampilan monokrom ini terasa baru, karena dilihat dan dikendalikan langsung oleh mata kita. Layaknya tampilan game first person shooter dengan versi elegan yang bisa dinyalakan/matikan oleh individu tersebut.

BACA JUGA :  Sambut Piala Dunia 2018, Roberto Cavalli Rancang 11 Bola Berdesain Unik dan Mewah

Data pribadi yang menjadi isu serius dalam film ini memang bukan isu baru dalam dunia film layar lebar. Dengan genre sci-fi thriller, film ini mempunyai nafas sejalan dengan Minority Report (2002), namun kali ini dengan pendekatan lebih ke drama. Dan nyatanya memang tema ini dapat menjadi tontonan yang seru dan menarik bila digarap dengan serius. Dengan durasi 100 menit, ketegangan yang sudah dibangun tampak nyata dalam waktu separuh film ini berjalan, namun konklusi yang diharapkan nyatanya tak tampak sebagai penutup yang bisa menyelesaikan masalah yang timbul.

Clive Owen dan Amanda Seyfried sebenarnya tampil biasa-biasa saja di film ini. Namun peran Seyfried disini sangat menarik untuk dicermati, mengingat film yang menganut paham slow burn ini membutuhkan kesabaran kita dalam menganalisa misteri dari perempuan itu yang diciptakan Niccol dalam beberapa flashback.

Niccol yang pada awal karirnya menggarap film-film berkualitas seperti Gattaca (1997), Lord of War (2005) dan In Time (2011), kali ini tampil lemah dalam beberapa scene dan penyelesaian akhir yang cenderung monoton. Ketegangan yang terjadi pun tak sampai menciptakan klimaks, malah cenderung prematur. Namun hal ini masih dapat ditolerir dengan cerita menarik berbasis misteri-futuristik yang jarang ada dalam film sejenis dan tentunya mudah dicerna bagi kamu yang akan menonton film ini.

Film Anon ini sudah dapat Chillers tonton di bioskop terdekat di seluruh Indonesia.

Starring: Clive Owen, Amanda Seyfried, Colm Feore

Director: Andrew Niccol

Duration: 100 minutes

Score: 6.7/10

Facebook Comments