Baltasar Kormakur

Masih segar di ingatan kita betapa bahayanya mendaki ke puncak Everest dalam kondisi cuaca yang buruk. Keadaan alam yang ekstrim parah langsung menerjang para pendaki, bahkan membunuh beberapa diantaranya tak terkecuali karakter yang diperankan oleh Jake Gyllenhaal yang saat itu sudah tidak kuat untuk kembali ke camp. Penggambaran mengerikan tersebut ditampilkan dengan baik di film ‘Everest’ tahun 2015, dan di sini sutradara film yaitu Baltasar Kormakur sukses menceritakan ulang kisah tragis antara manusia melawan alam.

Kini, Baltasar mencoba untuk bereksplorasi terhadap tema “survival” tersebut. Setelah puas bermain-main di atas, ia turun gunung untuk mengangkat kisah nyata yang terjadi di samudera. Sepasang kekasih yang sudah bertunangan, Tami Oldham dan Richard Sharp sedang berlayar dengan perahu mereka. Awalnya ini berjalan lancar sampai suatu ketika kapal mereka diterjang Hurricane Raymond, badai terbesar dengan ombak raksasa yang hingga saat ini tercatat sebagai badai terbesar di Samudera Pasifik.

Jadi, apa saja yang dilakukan Baltasar sehingga ia bisa menciptakan satu real-live survival movie yang begitu bagus, baik di ‘Everest’ maupun ‘Adrift’?  Check this out!

  1. Cerita yang Memikat

For Your Information, ‘Adrift’ adalah kisah nyata yang betul-betul dialami oleh Tami Oldham saat usianya baru 23 tahun. Setelah selamat dari “mimpi buruk” Hurricane Raymond, Tami menulis apa yang ia alami dalam sebuah buku berjudul “Red Sky in Mourning: A True Story of Love, Loss and Survival at Sea”. Baltasar kemudian tertarik mengadaptasinya karena kisah Tami ini adalah catatan yang luar biasa tentang perjuangan seorang wanita. Baltasar juga menungkapkan kalau cerita model begini sukses membuatnya begitu penasaran. Terdapat ‘gender swaps’, yang menjadi satu hal unik, yang mana tidak dimiliki oleh film-film serupa.

  1. Set-Piece Besar yang Direncanakan Secara Matang

‘Adrift’ adalah pengejawantahan dari apa yang paling tidak kita inginkan ketika pergi berlayar. Bagaimana tidak, Hurricane Raymond merupakan badai terbesar yang pernah tercatat di kawasan Pasifik, masuk ke dalam badai kategori 5 dan memiliki ombak setinggi 60 meter. Kapal yang ditumpangi Tami dan Richard rusak parah setelah diterjang dan saat-saat tersebut (hurricane’s swept) merupakan sequence terbesar dari film. Untuk itu, Baltasar tidak main-main. Syuting dilakukan selama lima minggu di lautan, sementara VFX supervisor Dadi Einarsson merancang visual dari ombak besar agar bisa dinikmati secara maksimal di layar lebar.

  1. Para Pemeran yang Pas

Shailene Woodley dan Sam Claflin akan menjadi dua bintang utama film ini. Mereka adalah kunci karena untuk bermain di film semacam ‘Adrift’ yang dibutuhkan tidak hanya kemiripan fisik dengan karakter aslinya saja, namun juga basic dari karakter masing-masing. “Shailene adalah pilihan pertama saya”, ujar Baltasar. “Ia secara karakter mirip-mirip dengan Tami. Shailene adalah seorang wanita yang bersahaja dan ‘hippyish’. Sementara itu, Richard adalah seorang gentleman asal Inggris dan sifat ini tentu bisa dibawakan dengan mudah oleh aktor sekelas Sam Claflin”. Bagi aktornya sendiri, ambil bagian di film ‘Adrift’ memberi pengalaman wisata yang menyenangkan. Dilaporkan bahwa Sam sudah terkena mabuk laut sejak scene pertama, kemudian ada hiu yang ikut memenuhi lokasi set pula.

  1. Tujuan Emotional yang Tepat

Meski memberikan keseruan, film-film bencana juga berurusan dengan hal-hal yang kelam seperti kematian, duka dan kerapuhan hidup karena karakter utama ditinggal oleh orang yang mereka sayangi. Khusus bagi film yang diadaptasi dari sebuah kisah nyata, hal ini pasti bakal lebih berasa lagi dan film harus dapat memberikan hikmah dari kejadian yang kurang mengenakkan tersebut. Untuk menjawab itu, Baltasar ingin membuat ‘Adrift’ menjadi film yang menonjol berkat kegigihan dan semangat yang dimiliki oleh karakternya. “Melihat bahwa ada seseorang pernah melakukan sesuatu yang hampir mustahil untuk dilakukan itu bisa menguatkan diri kita”, ungkapnya. Jangan jadikan bahaya sebagai pembatas. It’s part of living life, and there’s a danger to living life.

Adrift dijadwalkan rilis di bioskop Indonesia mulai tanggal 1 Agustus 2018.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here