“You are a gift. I know it’s been difficult for you lately, that you feel different from other kids. You are different. After your dad and I got married, we prayed for a baby for so long. One night, someone listened.” – Mrs. Breyer.

Bila kamu penggemar Superman dan sebelumnya pernah melihat trailer “Brightburn” di Youtube dan media sosial lainnya, tentunya bisa langsung menyimpulkan dengan cepat, seperti apa film ini nantinya akan bergulir. Dan rasanya memang semua bisa menjawab (walaupun belum bisa menilai secara keseluruhan), substansi cerita yang dipakai kali ini memang mendekati kisah Superman yang waktu itu dikirimkan saat masih bayi oleh kedua orang tuanya dari Planet Krypton ke Bumi. Di Bumi, Superman ditemukan oleh pasangan Jonathan dan Martha Kent yang lantas memberinya nama Clark Kent. Dari situ Superman mengetahui kalau ia ternyata mempunyai kekuatan besar yang ia gunakan untuk menolong umat manusia.

Premis dasar inilah yang dipakai sutradara David Yarovesky dalam menggarap keseluruhan film. Terasa berbau superhero memang, tapi menilik adanya James Gunn (Guardians of the Galaxy) yang bertindak sebagai produser film ini, tentu kita tak akan heran dengan tema besar yang diusung di film ini.

Suatu hari dikisahkan disebuah tempat di Brightburn, Kansas, pasangan suami istri Kyle Breyer (David Denman) dan Tori Breyer (Elizabeth Banks) sudah lama mendambakan anak. Pasangan itu kemudian mendengar sesuatu yang terdengar seperti ledakan. Tak lama mereka kemudian menemukan bayi yang datang dengan pesawat alien di hutan dekat rumah mereka. Pasangan itu lantas merawat anak itu sebagai anak mereka dengan nama Brandon.

Di awal kehidupannya, Brandon tampak seperti anak manusia normal. Namun, ketika Brandon menginjak usia 12 tahun, semuanya mulai berubah. Brandon Breyer (Jackson A Dunn) mulai mendengar bisikan-bisikan datang dari balik gudang orang tuanya dan perlahan mulai menemukan kekuatannya. Sayangnya, dia tidak menggunakan kekuatan itu untuk kebaikan, malah dia menggunakannya untuk meneror orang-orang yang menurutnya mengancam keberadaannya selama ini dan membenci dirinya.

Sebagai film yang tampaknya bakal muncul sebagai film bergenre superhero horor, sisi orisinalitas film ini akan pertanyaaan tersendiri, karena mengacu pada sosok terkenal yang sudah ada sebelumnya. Baik dari sisi cerita maupun elemen-elemen yang digunakan terkesan tampil tanpa alasan spesifik. Sosok Brandon digambarkan merupakan interpretasi ulang dari Ultraman, sosok evil Superman yang berasal dari alternate universe Bumi. Begitu pun dengan simbol-simbol yang digambarkan Brandon, notabene identik dengan ‘Brand of Sacrifice’ dari manga Berserk. Namun sekali lagi, semua itu tak dijelaskan lebih lanjut, terlebih lagi mengenai maksa bisikan-bisikan (disuarakan lewat bahasa asing) yang tak jelas maknanya.

Untuk alurnya, “Brightburn” tampil relatif lambat, membuat tensi film ini sedikit berkurang. Herannya, bukannya kita mestinya disuguhkan bagaimana Brandon bertransformasi, fokus cerita malah terpusat lebih banyak pada sosok Kyle dan Tori, terutama Tori yang tampaknya belum menyadari keanehan Brandon terhadap lingkungan di sekitarnya. Padahal karakter Brandon sendiri sangat menarik dan menimbulkan nuansa creepy tersendiri lewat tatapan matanya dan topengnya. Sosok dengan bisa mengecoh orang lain lewat alter-ego nya ini tetap tampil tenang menghadapi mereka yang menyudutkan dirinya. Sayang, memang karakter Brandon ini agak luput dieksplorasi lebih dalam.

Aroma horornya sendiri sebenarnya tak terlalu nampak. Tak ada ketakutan-ketakutan mengintai lewat jebakan jumpscares yang biasanya menjadi santapan empuk film-film bergenre seperti ini. Semua berjalan normal, apa adanya, hanya beberapa scene yang hanya menyuguhkan ketegangan yang berarti. Sepertinya film ini terlalu fokus untuk sekuel berikutnya dan banyaknya plot hole menyisakan banyak sekali pertanyaan terhadap Brandon yang belum terjawab.

Untuk sebuah pengalaman menonton yang baru, film ini masih menjanjikan. Bila nantinya ada sekuel yang bisa menjawab semua pertanyaan-pertanyaan di atas, pastinya akan lebih bagus lagi. Dan buat kamu yang ingin menonton, harap berhati-hati. Film ini mempunyai rating 17+, dengan sejumlah adegan brutal dan tergolong sadis. Namun untungnya, semua itu tak disensor. Jadi bersiaplah menonton Superman rasa horor di bioskop terdekat di kota kamu.

 

Director: David Yarovesky

Starring: Elizabeth Banks, Jackson A. Dunn, David Denman, Jennifer Holland, Matt Jones, Gregory Alan Williams

Duration: 90 Minutes

Score: 7.3/10

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here