“Bumblebee, our war rages on. You must protect Earth, and its people.” – Optimus Prime.

Peperangan dahsyat di Cybertron mulai disuguhkan sejak menit pertama, di mana Bumblebee (diisi suaranya oleh Dylan O’Brien) dan sesama rekan pemberontaknya terkepung dan harus melarikan diri dari Decepticon. Optimus Prime (Peter Cullen) memberi waktu kepada Bumblebee dan teman-temannya untuk melarikan diri dari Cybertron dan melarikan diri ke tempat aman di sekitar galaksi. Bumblebee diberikan tugas khusus menuju Bumi dan melindungi planet ini dari Decepticon sehingga para pemberontak dapat berkumpul kembali dan akhirnya mendapatkan kembali rumah mereka di Cybertron.

Namun, kedatangan Bumblebee di Bumi menjadi masalah ketika ia berpapasan dengan sekelompok tentara AS yang dipimpin oleh Jack Burns (John Cena), yang segera memerintahkan Autobot diburu dan dihancurkan. Bumblebee kemudian berhasil dilacak oleh Decepticon, yang akhirnya menghancurkan kotak suara Bee dan merusak ingatannya sebelum dikalahkan.

Setelah beberapa waktu, pada tahun 1987 di pinggiran kota California, Bumblebee ditemukan teronggok dalam bentuk Volkswagen Beetle oleh Charlie Watson (Hailee Steinfeld). Gadis remaja itu meyakinkan pemilik garasi tempat Bee bersembunyi untuk memberinya mobil itu untuk hadiah ulang tahunnya, tetapi ketika dia membawa pulang VW Beetle itu, dia segera mengetahui ada banyak hal tersembunyi yang ia lihat dari mobil itu. Charlie yang juga tak dianggap oleh keluarganya sendiri, mulai bersahabat dengan Autobot itu yang kemudian ia beri nama Bumblebee. Namun, dua robot Decepticon, Shatter (Angela Bassett) dan Dropkick (Justin Theroux), berhasil melacak sinyal Bumblebee di Bumi, Charlie pun harus membantu Bumblebee dari kejaran musuh-musuh yang ingin menghancurkannya.

Film yang disutradarai oleh Travis Knight yang pernah menyutradarai Kubo and the Two Strings (2016), menjadi pilihan tepat untuk menggarap film ini. Naskah yang ditulis oleh Christina Hodson, yang kedepannya akan menulis Birds of Prey (and the Fantabulous Emancipation of one Harley Quinn) di tahun 2020 nanti, merubah paradigma saga Transformers selama ini, menjadi suatu karya yang lebih membumi dan sederhana, seperti halnya kita melihat gaya sinematik Steven Spielberg era 80-an yang menggabungkan isu keluarga, persahabatan dan fantasi dalam sebuah film. Bumblebee mengembalikan saga ini ke ranah aslinya, sebuah sekuel (atau bisa kita sebut spin-off) yang berani keluar dari track aslinya menjadi film terbaik sejak Transformers pertama kali keluar di layar lebar pada 2007.  

Bumblebee memberikan nafas baru buat mereka yang jengah akan saga film ini yang tampil monoton dari sekuel ke sekuel. Selama 10 tahun (2007-2017), kelima film yang semua disutradarai oleh Michael Bay ini praktis hanya menjual naratif fantasi yang kadang tak masuk akal dengan aksi menggelegar khas Michael Bay dengan hiruk pikuk kendaraan dan tentunya robot-robot yang silih berganti mengisi tiap sekuelnya. Kini kita dapat bernafas lega, segala ketakutan akan spin-off  yang akan berakhir seperti film sebelumnya, akhirnya tak terjadi dan hasilnya sangat memuaskan.

Bumblebee hadir dengan premis sederhana yang menceritakan seorang remaja dan temannya, sebuah robot yang ternyata sedang bersembunyi dari kejaran musuhnya. Persahabatan antara Charlie dan Bee inilah yang menjadikan pondasi film ini sangat solid. Nuansa kekeluargaan yang kental antara Charlie bersama sang ibu, Sally (Pamela Adlon), adiknya (Jason Drucker) dan juga ayah tirinya, Ron (Stephen Schneider) memang baru dimunculkan belakangan. Begitu pula pertemanannya dengan tetangganya, Memo (Jorge Lendeborg Jr) yang menolong dirinya di saat-saat sulit. Rasa empati dan kekeluargaan yang terbalut dalam genre science fiction seperti inilah yang kurang digali dalam saga Transformers sebelumnya.

Naskah yang ditulis Hodson ini sangat lugas dan tak bertele-tele, semua hadir dengan proporsi yang tepat dan masuk akal. Knight pun juga sangat piawai mengatur tempo film, sehingga kita bisa menikmati film ini tanpa perlu merasa was-was dengan settingan ala Michael Bay yang mengharuskan audiens selalu standby di level medium ke atas. Untuk soundtracknya, Bumblebee akan membawa kita bernostalgia ke era 80-an. Soundtrack lawas dari berbagai aliran mengisi scene silih berganti dengan timing yang tepat.

Sebut saja Never Gonna Give You Up dari Rick Astley yang diset saat Bumblebee sedang dites radionya dengan kaset oleh Charlie namun dilontarkannya kembali atau Unchained Melody dari Sam Cooke yang diputarkan Charlie lewat piringan hitam ketika Bee tertarik dengan koleksi piringan hitam yang dimiliki ayah Charlie. Selain dua lagu di atas, lagu-lagu hits lain seperti Everybody Wants to Rule the World dari Tears for Fears, Higher Love dari Steve Winwood, Take On Me dari A-Ha, Runaway dari Bon Jovi, I Can’t Drive 55 dari Sammy Hagar dan Save a Prayer dari Duran Duran menjadi sebagian soundtrack menarik yang banyak diputar ketika Charlie pertama kali mendapatkan Bee.

Dengan segala keunggulan itu, wajar saja film ini menjadi prekuel terbaik untuk saga ini, bahkan lebih bagus daripada film pertama Transformers. Untuk penonton yang sudah menonton Transformers dari awal, pastinya akan menikmati Bumblebee. Begitu pula dengan audiens yang belum menonton saga Transformers, film ini akan menjadi spot terbaik untuk masuk ke level selanjutnya.

Setting yang relatif jauh dari awal mula film Transformers (2007), akan membuat kita menunggu lagi sekuel berikutnya dari film ini. Benang merah yang ditunjukkan Travis Knight di akhir film pada akhirnya memuaskan kita terhadap eksekusi film ini dan tentunya untuk film-film Transformers selanjutnya. 

Bumblebee sudah bisa kamu saksikan di layar lebar mulai 19 Desember 2018 di semua bioskop terdekat di kota kamu.

Director: Travis Knight

Starring: Hailee Steinfeld, John Cena, Dylan O’Brien, Pamela Adlon, Stephen Schneider, Jason Drucker, Angela Bassett, Justin Theroux

Duration: 113 Minutes

Score: 8.0/10

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here