Kenaikan kelas baru saja usai di suatu desa di Bantul, Jogjakarta. Ningsih (Michelle Ziudith) bersama teman-temannya baru saja merayakan kelulusan mereka di sekolah itu. Mendadak muncul Sapto (Dian Sidik) yang tampil necis dan dandy dengan motor trail-nya maju untuk melamar Ningsih dengan sekuntum bunga, namun langsung ditepisnya.

Pun ketika sampai di rumah, Lik Agung (Ramzi) juga berusaha membujuk ayah Ningsih, Maryadi (Marwoto) dan ibu Ningsih, Ngatinah (Cut Mini) untuk menerima lamaran Sapto yang notabene merupakan anak kepala desa (Butet Kertaradjasa) di tempat itu. Ningsih dengan tegas menolak keinginan pamannya dan ingin melanjutkan bekerja di kota besar.

Ketika diputuskan secara sepihak bahwa Ningsih akan menikah, Ningsih kemudian pergi naik kereta ke Jakarta. Lik Agung bingung karena sudah dipanjer uang oleh pak kades, sedangkan Sapto menangis terus tiap hari. Dalam perjalanan ke Jakarta, Ningsih menemukan dukungan moral lewat pertemanannya di dunia maya dan seketika jatuh cinta dengan karakter yang dinamakan ‘Jejak Langkah’.

Di Jakarta, Ningsih ternyata bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah pak Prawira dan ibu Andini. Dalam keluarga ini, tinggal juga Oma (Niniek L. Kariem) yang mempunyai hubungan yang tidak harmonis dengan mantunya itu. Satu-satunya yang cocok dengan Oma adalah Satria Bagus (Rizky Nazar) yang merupakan cucunya, namun sekarang sedang sekolah di Amerika.

Apakah Ningsih berhasil meraih cita-citanya kuliah di kota besar? Dan berhasilkah Sapto meraih gadis idamannya itu?

Film yang digarap oleh Asep Kusdinar yang belum lama ini menggarap “One Fine Day” (2017) dan “Something in Between” (2018), memang sedikit keluar jalur dari pakem yang biasanya ia sutradarai. Tetap untuk remaja, namun di genre romcom yang kental dengan aksen bahasa Jawa ini, kita akan disuguhi gelak tawa sedari awal hingga film ini selesai. Banyak sekali momen yang tanpa disadari memang lucu tanpa perlu usaha keras untuk melucu. Tak banyak film komedi Indonesia yang bisa memberi effort sebanyak ini dalam sebuah film yang melucu lewat dialog dan akting yang natural.

Film “Calon Bini” ini sebenarnya bukan judul orisinil. Sebelumnya judul ini sudah pernah digunakan untuk serial sitkom yang tayang di salah satu stasiun TV swasta di medio 2011. Sinetron yang sempat tayang hingga 100 episode mulai dari Juni – September ini juga sangat kocak. Dibintangi oleh Vino Bastian, Marsha Timothy dan juga Dian Sidik, serial ini juga mempunyai penggemarnya sendiri.

Memang susah untuk membuat film sama baiknya dengan serial TV, terlebih dengan dengan karakter seperti itu, namun di versi layar lebarnya, semua itu dilakukan dengan sangat baik. Aksen Michelle dengan logat dan gesture yang pas dengan tampilan orang desa perlu mendapat kredit lebih, begitu juga dengan Dian Sidik yang tampil luar biasa dengan penampilannya sebagai pencari cinta yang tak putus asa karena cinta, aktingnya juga tampil memukau, meski scene yang diperankannya tak sebanyak cast lain.

Walaupun ini bergenre romcom, ada sedikit twist diselipkan di film ini, dan hal itu akan membuat kita terperangah ketika film akan mencapai konklusi akhir. Semua kegelisahan Ningsih akan terbuka lebar dan membuat film ini berjalan sebagaimana mestinya.

Chillers pastinya akan sangat terhibur dengan film ini, terutama buat kamu yang melek media sosial, film ini tak lupa menggunakan dialog di medsos yang di blow-up ke layar dengan bahasa puitis yang membuat kaum milenial ‘klepek-klepek’ mendengarnya. Kegalauan Ningsih di saat bekerja juga dijawab dengan ketenangan dan kedewasaan si ‘Jejak Langkah’ dalam menanggapi problematika yang kerap muncul. Semua itu berimbas kepada ending yang layak kamu tunggu dan sebuah kejutan yang akan membuat penonton bahagia.

Film “Calon Bini” ini sudah bisa kamu tonton di layar lebar di seluruh Indonesia mulai 14 Februari saat hari Valentine nanti. Pastikan kamu jangan ketinggalan film ini dan ikut tertawa terbahak-bahak.

 

Director: Asep Kusdinar

Starring:  Michelle Ziudith, Rizky Nazar, Marwoto, Dian Sidik, Cut Mini, Slamet Rahardjo, Butet Kertaradjasa, Ramzi, Minati Atmanegara, Niniek L. Kariem

Duration: 96 Minutes

Score: 8.5/10

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here