Dongeng Mistis – Enam Omnibus, Enam Sutradara, Enam Urban Legends

0
218

Bila ditilik dari judulnya, film ini pada awalnya mengundang keingintahuan yang dalam mengenai ceritanya itu sendiri, dongeng seperti apa yang ingin disajikan dan kesan mistis seperti apa yang ingin ditunjukkan? Benar saja, film bergenre horor ini ternyata memuat enam omnibus (film pendek) sekaligus yang disutradarai oleh enam sutradara dengan enam hantu khas Indonesia seperti Sundel Bolong, Pocong, Genderuwo, Bajang, Begu Ganjang dan Lehak. Untuk nama terakhir ini, memang sedikit membingungkan, karena merupakan makhluk baru yang kabarnya diciptakan berdasarkan gabungan budaya dan daerah Indonesia.

Keunikan dari film ini tak semata dari enam cerita yang disajikannya, namun bagaimana keenam sutradara yang mayoritas merupakan pendatang baru ini menginterpretasikan kisah hantu khas Indonesia yang sebagian besar kita kenal ini menjadi pemaparan yang mudah dimengerti oleh audience yang menonton film ini.

Enam cerita ini diawali oleh Sundel Bolong, kisah yang dipopulerkan oleh Suzzanna ini disajikan minimalis dengan setting rumah serba gelap dengan tone warna seadanya, namun film ini hadir dengan music score apik dan jumpscares yang lumayan bikin kita terkejut hingga akhir.

Dalam film kedua, Pocong, seorang ustad diuji keimanannya ketika ia diteror oleh Pocong saat dirinya pulang dari mengajar ngaji seorang anak. Premis yang sangat sederhana, dengan teror mencekam, sayangnya cerita film ini terlalu lemah di eksekusi.

Masuk film ketiga, Bajang, seorang perempuan yang menggugurkan kandungannya, dikunjungi oleh Bajang karena perbuatannya itu. Ceritanya sendiri terbilang runtut dan mudah diikuti, namun ketidaksesuaian properti dengan cerita membuat film ini agak timpang menjelang finale.

Film keempat, investigasi reporter terkait legenda Begu Ganjang yang merupakan hantu yang berasal dari tanah Batak, Sumatera Utara. Sosok hantu berukuran tinggi panjang ini dikabarkan menjadi piaraan sang pemilik untuk mencari kekayaan, hampir serupa dengan tuyul. Ceritanya dalam film ini sebenarnya sangat menarik, namun ada dialog yang “hilang” antara sang reporter dan tokoh yang diwawancarai, membuat background ceritanya terasa samar dan susah dipahami.

Film kelima, seorang wanita yang kakeknya mulai menua namun memelihara genderuwo dan sulit sekali dihilangkan. Genderuwo itu meneror sang cucu tiap hari dan membuatnya terpaksa memanggil orang pintar untuk mengusirnya. Tapi apakah genderuwo itu bisa diusir?

Film keenam menceritakan seorang gadis bersama ayahnya melakukan tarian terlarang pemanggil Lehak, sebuah makhluk terkutuk dari legenda setempat. Merupakan gabungan yang katanya berasal dari kearifan lokal, sayangnya sulit dimengerti maksud dan tujuan dari Lehak ini untuk apa. Apakah untuk melindungi sang gadis dan ayahnya? Ataukah hanya sekedar untuk ritual sang gadis untuk mengeluarkan kesaktiannya?

Dongeng Mistis yang hadir lewat enam omnibus ini memang menjanjikan. Permasalahan utamanya ada di waktu yang disajikan tak mencukupi untuk meramu cerita hingga akhir, sehingga penonton tak akan dibuat bingung dengan ending yang rata-rata semua serba menggantung. Dengan durasi rata-rata 15 menit per film, sangat susah menjabarkan cerita yang kadang butuh pemahaman lebih.  Sebagai perbandingan, 4bia (2008) asal Thailand yang berkonsep serupa, dengan durasi dua jam, film ini terdiri dari empat omnibus yang semuanya hadir dengan kualitas mumpuni dan mudah dipahami (walaupun dengan konteks urban legend setempat, ada beberapa hal yang tidak bisa kita pahami).

Film ini patut menjadi perhatian di tengah banyaknya film-film horor dengan tema monoton dan kadang tak memberi hasil maksimal. Dengan film pendek, kreatifitas sang sutradara diuji dan dipacu dengan minimnya waktu durasi, membuatnya harus membuat cerita terbaik yang bisa disuguhkan kepada penonton.

Dongeng Mistis sudah bisa Chillers tonton di bioskop-bioskop terdekat di kota kamu mulai 22 November 2018.

 

Director: Ihsan Fadli, Achmad Romie, Orizon Astonia, Kristian Panca Nugroho, Vicky Ray, Andra Fembrianto

Starring: Dea Ananda, Gandhi Fernando, Putri Ayudya, Maryam Supraba, Ade Firman Hakim, Khiva Iskak, Btari Cinta, Kiky Armando

Duration: 88 Minutes

Score: 6.5/10

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here