“You know the jungle, it’s a part of you. But exploring is not a game, and you don’t look before you leap”. – Cole.

Seakan berlomba dengan tren terkini, kini Nickelodeon Movies tak mau ketinggalan untuk mengikuti langkah Disney untuk me-remake animasi miliknya ke layer lebar. Namun perbedaannya dengan Disney sangat jelas, yang diangkat oleh Nickelodeon adalah dari animasi TV sedangkan Disney me-remake koleksi layer lebar klasik miliknya menjadi live-action.

Memang langkah yang dilakukan Nickelodeon Movies ini tidak sepenuhnya mengarah ke adaptasi yang benar-benar baru dan fresh, namun masih mencoba menggabungkan sejumlah elemen klasik yang sudah ada dan dikenal banyak orang di serial TV-nya, menuju ke sebuah adaptasi modern petualangan Dora yang tentunya menarik bagi penonton segala usia.

Alur cerita yang mudah dicerna dengan premis yang lebih friendly, tak akan membuat kita kesulitan menonton versi layer lebarnya ini. Memang secara segmentasi, remake layer lebar ini ditujukan untuk kalangan anak-anak hingga remaja, yang ingin merasakan nostalgia di serial TV yang sampai sekarang telah memasuki musim kedelapannya ini.

Cerita langsung mengarah ke Dora (Isabela Moner) yang dibesarkan kedua orang tuanya, Cole dan Elena (Michael Peña dan Eva Longoria) hingga berusia 16 tahun, memang ada perbedaan yang jauh antara umur Dora di layer lebar dan di animasi, namun hal itu bukan sesuatu yang signifikan. Kini seiring umurnya telah menginjak remaja, dia harus meneruskan pelajarannya di dunia nyata di sebuah SMU dengan bantuan sepupunya, Diego (Jeff Wahlberg). Namun ketertarikan Dora lebih ditujukan dalam membantu orang tuanya menemukan kota Parapata yang hilang, sebuah legenda lama yang mengatakan kalau kota ini dipenuhi dengan emas.

Ketika Dora, Diego dan dua teman sekelas mereka, Sammy (Madeleine Madden) dan Randy (Nicholas Coombe) diculik oleh para pemburu harta karun yang mencari Parapata, keempat orang itu terlibat dalam pencarian kota yang hilang, dibantu Alejandro (Eugenio Derbez). Memang kemampuan Dora bertahan di hutan tak perlu ditanyakan lagi, namun dia harus berusaha bekerja sama dengan orang lain terutama teman-teman barunya untuk menemukan orang tuanya yang hilang dan kota Parapata yang selama ini dicari oleh mereka.

Film ini disutradarai oleh James Bobin (The Muppets, Alice Through the Looking Glass) dari naskah karya Nicholas Stoller (Storks, Captain Underpants: The First Epic Movie) dan Matthew Robinson (Monster Trucks), berdasarkan cerita yang digarap Stoller dan Tom Wheeler (The Lego Ninjago Movie). Untuk ceritanya sendiri, sebenarnya adaptasi ini sangat sejalan dengan “Dora the Explorer” yang asli, namun dengan segala tingkah lakunya yang canggung dan kikuk dalam menghadapi dunia luar yang selama ini belum ia kenal, memang ini suatu hal yang baru. Semua itu akan akan menjadi berimbas pada Dora yang terkesan polos dan masih hijau. Sifat Dora yang cenderung oportunis tanpa melihat sekelilingnya menjadi pelajaran tersendiri yang harus ia atasi.

Terlebih lagi ia harus mencari kedua orang tuanya, pentingnya kerja sama tim dan tak malu meminta bantuan orang lain adalah pelajaran yang Dora terima ketika mereka berpetualang bersama di hutan. Secara keseluruhan, untuk ceritanya sendiri, adaptasi yang dilakukan sangat baik dan natural, tanpa perlu terkait dengan serial animasinya terlalu jauh dan Dora versi layar lebar ini akan mendewasakan dirinya sendiri melalui perjalanan bersama teman-temannya.

Untuk Isabela Moner sendiri, perannya sebagai Dora terlihat natural dan dapat menjiwai spirit yang selama ini lekat pada animasinya. Keceriaan dan rasa optimis yang tinggi dalam menghadapi segala persoalan, selalu ia bawa dalam setiap perbuatan, sangat kontras terlihat bila kita melihat Diego, Sammy dan Randy, yang cenderung pasif, namun konflik yang mereka ciptakan untuk Dora memang menjadi pelajaran tersendiri bagi mereka. Keempatnya mampu bekerja sama dalam menciptakan sebuah film yang mendidik, memang tidak dalam, tapi itulah film yang dibuat untuk pemikiran sebuah anak-anak.

Memang tak dipungkiri ada sejumlah plot hole yang sangat mengganggu alur cerita secara keseluruhan. Sinematografi dan efek CG nya pun lumayan, walau tak terlalu istimewa. Sekilas film ini mengingatkan kita pada Tomb Raider, namun versi ini merupakan versi remaja-nya. Yang jelas kita tak bisa mengharapkan sebuah film petualangan penuh dengan intrik dan konflik yang terlalu intens, yang justru akan menimbulkan pemahaman yang sulit bagi penonton pemula.

Untuk Longoria, Peña dan Derbez, ketiganya mampu memberi penyeimbang yang baik dan kelucuan yang diciptakan mereka mampu memberi hiburan tersendiri bagi film ini, walau kadang ada beberapa jokes dari Peña yang tergolong garing. Tak sempurna memang, namun anak-anak akan menyukai film ini dan jangan tinggalkan bioskop sebelum Dora menyanyikan sebuah lagu di akhir film.

 

Director: James Bobin

Starring: Isabela Moner, Eugenio Derbez, Michael Peña, Eva Longoria, Adriana Barraza, Temuera Morrison, Jeff Wahlberg, Nicholas Coombe, Madeleine Madden, Danny Trejo

Duration: 102 Minutes

Score: 6.5/10

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here