‘The Possesion of Hannah Grace’, Teror Iblis di Kamar Mayat

0
331

Film bertema kerasukan iblis atau exorcist memang bukan hal baru di dunia perfilman Hollywood. Sejak “The Exorcist” pertama kali menggegerkan dunia di tahun 1973, disusul dengan beberapa sekuelnya dan film lain bertema serupa yang sayangnya tak terlalu sukses. Namun pada tahun 2013, James Wan kembali menggebrak dengan “The Conjuring”, disusul oleh “The Conjuring 2” (2016) yang sukses secara komersial dan diterima oleh banyak kritikus sebagai salah satu film exorcist terbaik yang pernah ada.

Kembali lagi ke ‘The Possesion of Hannah Grace’, film bertema horor ini mengambil pakem serupa dengan film yang telah disebut di atas. Dari menit pertama, kita langsung berhadapan dengan kegiatan pengusiran setan yang dilakukan oleh dua orang pastur kepada Hannah Grace yang terikat erat oleh tali yang mengikat tangan dan kakinya di ranjang. Yang dilakukan kedua pastur itu tidak berhasil, kekuatan iblis yang merasuki Hannah Grace terlalu besar dan kuat, sehingga keduanya harus menjemput ajal dengan cara yang sangat menyedihkan.

Tiga bulan berselang, Megan Reed (Shay Mitchell), mantan polisi yang sedang melamar pekerjaan, menerima pekerjaan di sebuah rumah sakit di Boston sebagai penjaga kamar mayat. Masa lalunya yang buruk saat berada di kepolisian membuatnya sangat susah menerima pekerjaan normal. Salah seorang teman Megan, Lisa Roberts (Stana Katic) yang bekerja di rumah sakit itu memasukkan Megan untuk bekerja di tempatnya.

Shift malam yang dilakukannya seorang hari mulai pukul 11 malam hingga 7 pagi, awalnya dilakukannya dengan senang. Megan mendata setiap orang mati yang beberapa kali diantar lewat ambulans, sampai suatu ketika mayat perempuan misterius datang dalam kantong mayat. Kondisi badannya sangat mengenaskan, badannya luka parah dan di beberapa bagian terlihat terbakar. Mayat itu tak bisa difoto ataupun didata. Keanehan itu membuat Megan memasukkan mayat Hannah Grace ke dalam lemari pendingin, namun sebelum bisa dimasukkan, tiba-tiba meja dan peralatan otopsi bergetar dan berjatuhan dengan sendirinya.

Sutradara film ini, Diederik Van Rooijen sebelumnya memang tak terlalu dikenal di perfilman Hollywood. Walaupun berdomisili di Amerika Serikat, sutradara asal Belanda ini lebih banyak berkarya di negeri asalnya lewat sejumlah filmnya yang terkenal seperti “Taped” (2012) dan “Daylight” (2013). Nuansa horor justru diciptakan lewat sang penulis, Brian Sieve yang sebelumnya menulis naskah “Boogeyman 2 & 3” (2007-2008) dan serial TV “Screams” (2016).

Ditilik dari premis awal, terlihat kalau sang sutradara tak ingin berlama-lama masuk ke inti cerita sesungguhnya, walaupun ketika masuk ke karakter Megan, alur cerita agak melambat dan mulai menceritakan karakter ini lewat kilasan flashback pendek. Sedikit berbeda dengan film bergenre serupa yang memiliki alur maju yang konstan dengan tensi naik turun, film ini akan membuat kita berada dalam tensi tinggi terus menerus hingga konklusi akhir tercapai. Bisa dipastikan kita akan terjaga melihat scene by scene yang disuguhkan film ini hingga akhir.

Permainan lampu lewat motion sensor juga menjadi daya tarik sendiri. Ruangan kamar mayat yang memakai sensor ini di hampir semua ruangannya memang memberi atmosfer seram secara tidak langsung kepada audiens. Sensor yang akan menyalakan lampu secara otomatis ketika kita lewat ini juga akan memberi efek jumpscares akan apa yang terjadi kemudian. Semuanya dihadirkan secara natural, bukan sengaja dibuat-buat. Hal ini juga didukung oleh elemen suara yang hadir sangat baik, dan mampu menyatu dengan scene yang disajikan.

Film ini secara keseluruhan memang termasuk film exorcist terbaik dilihat dari eksekusinya yang rapi, dengan pemilihan setting yang tak biasa. Bila biasanya rumah dipilih sebagai setting utamanya, kini kamar mayat dipilih sebagai penggantinya. Memang terlihat aneh, namun bila dilihat dari konklusinya, pada akhirnya kita akan tahu kenapa kamar mayat ini dipilih sebagai tempat terakhir dari sang subyek.

‘The Possesion of Hannah Grace’ sudah bisa kamu saksikan di bioskop-bioskop terdekat di kota kamu mulai hari ini.

 

Director: Diederik Van Rooijen

Starring: Shay Mitchell, Grey Damon, Kirby Johnson, Nick Thune, Louis Herthum, Stana Katic, Maximillian McNamara, Jacob Ming-Trent, James A. Watson Jr.

Duration: 85 Minutes

Score: 8.0/10

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here