Ini 10 Sub-Genre Film Horor Terkenal dan Wajib Kamu Tahu

Sama hal-nya seperti genre film drama yang memiliki sub-genre seperti: Drama komedi, drama horor, drama action, dan lainnya, genre favorit sejuta umat, horor, juga memiliki sub genre yang memberikan pembedaan atau ciri dari tiap-tiap rilisan filmnya.

Dan berikut adalah penjelasan sekaligus contoh dari 10 sub genre horor yang terkenal dan wajib kita ketahui. Ini diantaranya:

1. Psychological Horror

Dari namanya saja sudah jelas banget bahwa jenis horor ini adalah horor yang membuat audiensnya ketakutan dengan “menyerang” sisi psikologis dari audiensnya. Umumnya tipe horor ini sudah membuat takut audiensnya sejak awal filmnya dimulai.

Gampangnya begini aja. Apabila adegan awal yang menampilkan tampilan atau aura lingkungan yang membuat kita langsung bergidik sendiri, maka bisa dikatakan film horor tersebut adalah film horor psikologi.

Atau bisa juga, apabila kita langsung merasa ngeri hanya dengan hanya melihat ekspresi atau cara berbicara atau juga, mendengar musik pengiringnya tapi ia belum melakukan tindakan brutal atau mengerikan apapun, maka bisa dikatakan juga kalau film horor tersebut adalah psychological horror.

Contoh: Rosemary’s Baby (1968), The Shining (1980), Session 9 (2001), The Uninvited (2009), Get Out (2017)

2. Slasher Horror

Horor yang sangat tren di era 80an hingga 90an ini berfokus pada sosok pembunuh yang melakukan rangkaian pembunuhan terhadap korban-korbannya terlepas memiliki motif kuat, atau kadang hanya sekedar “iseng” saja.

Contoh: The Texas Chainsaw Massacre (1974), Halloween (1978), Friday the 13th (1980), Halloween (1978), Scream (1996-2011)

3. Splatter

Satu tingkat lebih ekstrim dari Slasher, Splatter adalah jenis horor yang menampilkan proses pembunuhan bahkan mutilasi yang dilengkapi dengan tampilan darah dan isi dalam tubuh yang kerap membuat audiens langsung merasa jijik bahkan muntah sendiri. Genre ini juga kerap disebut sebagai “Torture Porn”.

Contoh: Saw (2004-2017), Hostel (2005-2007), Maniac (2012), The Human Centipede (2009-2015)

4. Body Horror

Horor yang menampilkan tampilan fisik wajah dan tubuh seseorang yang “hancur” atau memiliki bentuk anatomi yang tidak normal yang alhasil, membuat kita merasa jijik sendiri ketika menyaksikannya. Film klasik “The Fly” (1986) milik David Cronenberg, kerap dianggap sebagai “bapak” dari genre ini.

Contoh: The Fly (1986), Starry Eyes (2014), The Thing (1982), American Mary (2012)

5. Supernatural Horror

Horor yang tentunya menampilkan kisah dan karakter menyeramkan yang berbau mistis seperti: Iblis, hantu, penyihir, kesurupan, intinya yang sumber ketakutannya berasal dari dimensi lain.

Contoh: It (2017), Paranormal Activity (2007), The Conjuring Universe, Insidious (2010-2018), Hereditary (2018), The Exorcist (1973), The Omen (1976)

6. Horror Thriller

Sebenarnya cukup tricky untuk menjelaskan genre gabungan horor dan thriller ini. Karena masih banyak orang di luar sana yang suka bingung sendiri ketika menentukan apakah film horor yang sedang disaksikan memang alami horor, thriller saja, atau memang gabungan antara keduanya?

Oke akan kami jelaskan dengan bahasa yang tidak terlalu ribet. Jadi horor thriller adalah genre yang menampilkan ancaman atau sumber ketakutan khas horor seperti: Setan, iblis, pembunuh, psikopat, dll namun dalam membangun tensi ketakutannya, film ini mengambil pendekatan build-up tension yang diperlihatkan di genre thriller.

Contoh: The Invitation (2015), Don’t Breathe (2016), The Others (2001)

7. Natural Horror

Sesuai namanya, adalah mahluk hidup atau peristiwa alam yang menjadi sumber malapetaka dari filmnya. Namun ingat, tidak harus 100% sesuai real-life. Misalkan, burung beo (misalkan), dibuat oleh pembuat filmnya menjadi seganas burung elang atau mungkin ikan piranha, maka film horornya masih termasuk dalam sub-genre ini.

Contoh: Jaws (1975), The Birds (1963), Piranha (1978), Bats (1999), Lake Placid (1999)

8. Holiday Horror

Sub-genre yang menampilkan kisah / peristiwa mengerikan di musim liburan atau hari tradisional yang kerap dirayakan oleh warga negaranya.

Contoh: Halloween (1978), My Bloody Valentine (1981), Black Christmas (1974), April Fool’s Day (1986), Trick ‘r Treat (1982)

9. Found Footage Horror

Sub-genre yang ngetop banget menjelang akhir 2000 dan awal 2010. Genre ini menampilkan kisah filmnya dari sudut pandang “rekaman temuan asli” dari kamera salah satu pemain filmnya.

Sebenarnya genre ini sudah mulai diperkenalkan di awal tahun 80-an melalui film kontroversial di zamannya, “Cannibal Holocaust” (1980). Lalu diperkenalkan kembali di tahun 90-an melalui film hit, “The Blair Witch Project” (1999). Di kedua era ini, masih banyak audiens yang menyangka bahwa apa yang mereka saksikan memang benar-benar rekaman nyata.

Bahkan, hingga perilisan “Paranormal Activity” di tahun 2009 pun, masih banyak sekali audiens yang percaya bahwa filmnya memang diambil dari rekaman lama yang pernah terjadi.

Namun sering berkembangnya tahun, entah memang dikarenakan audiens sudah mengetahui bahwa apa yang ditampilkan oleh filmnya memang fiksi atau pada dasarnya kepopuleran genre-nya sudah mulai menurun, bisa dikatakan kini sudah jarang banget kita menyaksikan rilisan film horor baru dari genre yang pernah menghebohkan Hollywood ini.

10. Cyber Horror

Horor yang terornya ditampilkan melalui sudut pandang (angle) kamera di alat teknologi canggih yang termasuk salah satunya adalah layar komputer dengan koneksi internetnya. Genre ini bisa dikatakan adalah genre yang ngetop di era zaman NOW saat ini.

Contoh: Unfriended (2014), Friend Request (2013), The Den (2013)

 

Nah Chillers. Itulah tadi 10 sub-genre film horor yang ngetop dan perlu banget kita ketahui baik sebagai penikmat film khususnya para fans horor. Dari 10 sub genre ini, manakah yang merupakan favorit kalian?

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here