Ini Dia 10 Film Live-Action Star Wars Terbaik Sejauh Ini

Selagi euforia peringatan seluruh fanboy Star Wars, May the 4th masih begitu kencang dan tentunya untuk menghormati pemeran Wookie favorit kita (alm) Peter Mayhew, yuk kita ranking ulang ke-10 rilisan film live-action Star Wars sejauh ini!

Oh ya sebelum dimulai, sekali lagi perlu diingat bahwa perankingan ini didasarkan oleh penilaian keseluruhan filmnya baik dari penyutradaraan, kualitas naskah, maupun kualitas akting dari seluruh aktor-aktornya.

10. Solo: A Star Wars Story (2018)

Kalau kita masih ingat, ketika  proyek spin-off pembajak luar angkasa favorit kita ini diumumkan sekitar 3 tahun lalu, banyak fans yang bercampur aduk menyambutnya. Pasalnya di atas kertas, film yang mengisahkan masa muda Han Solo (Alden Ehrenreich) ini lumayan menjanjikan.

Well, ini film mengenai Han Solo gitu loh! Namun di saat yang sama, banyak yang merasa sangat skeptis. Pasalnya kalau dipikir lagi, kira-kira apa yang ingin dikisahkan? Karena hampir sebagian besar kisah hidup Solo sudah dikisahkan (walau tidak detail banget) di trilogi orisinilnya.

Tapi oke, mengingat kisahnya berlatar beberapa tahun sebelum ia dan Chewie (Joonas Suotamo) bertemu Luke Skywalker (Mark Hamill) dan Obi-Wan Kenobi (Alec Guinness) di Cantina Mos Eisley di “Star Wars Episode IV: A New Hope”, mari kita saksikan saja. Toh mengakui atau tidak, kita pastinya juga penasaran banget bukan untuk mengetahui kehidupan Solo dan Chewie sebelum bertemu mereka?

Well, setelah menyaksikan seluruh filmnya ini, bisa dikatakan banyak dari kita yang menyesal untuk merasa demikian. Secara performa (termasuk Ehrenreich sebagai Solo muda) memang tidak ada masalah yang terlalu signifikan.

Yang menjadi masalah disini adalah Disney dan Lucas film tidak memaksimalkan alasan mereka untuk melogikakan perilisan film ini. Karena sejujurnya, “Solo: A Star Wars Story” memang tidak butuh-butuh banget untuk diproduksi. Koneksi dengan film Star Wars lainnya pun sangat minim.

Oke memang di ending kita dikejutkan dengan kehadiran villain terlincah Star Wars, Darth Maul (Ray Park). Tapi sekali lagi, tetap saja secara keseluruhan, film yang disutaradarai oleh Ron Howard (Apollo 13) ini, tidaklah lebih dari langkah Disney untuk menambah pundi-pundi keuntungan saja. Memang masih watchable. Tapi secara kepentingan, film ini tidaklah memiliki bobot yang signifikan.

9. Star Wars Episode II: Attack of the Clones (2002)

Pertempuran final antara belasan bahkan puluhan Jedi melawan pasukan Trade Federation di Geonosis memang keren dan spektakuler. Tapi kalau boleh jujur, hanya itulah pujian yang bisa diberikan terhadap sekuel “Star Wars Episode I: The Phantom Menace” ini.

Sisanya? Attack of the Clones merupakan film episodik Star Wars yang paling mengecewakan. Dan sebagian besar hal ini dikarenakan penulisan naskah yang sangat lemah dari si empu, George Lucas. Terlebih di setiap adegan yang menampilkan Anakin Skywalker remaja (Hayden Christensen) dan Padme Amidala (Natalie Portman).

Ya siapa coba yang tidak bisa lupa dengan naskah dan cara penyampaian yang pada dasarnya mengungkapkan kebencian terhadap pasir-pasir di Tatooine itu? Ngeri banget deh untuk diingat!

8. Star Wars Episode VIII: The Last Jedi (2017)

Oke kami akui. Ketika sekuel “Star Wars Episode VII: The Force Awakens” ini dirilis, kami suka banget dan sampai memberikan nilai sempurna. Karena ketika kami menyaksikannya, memang kami terpukau banget dengan cara Rian Johnson (Looper) menangani filmnya ini.

Akan tetapi setelah beberapa bulan lalu menyaksikannya lagi, akhirnya kami sadari bahwa respon awal kami tersebut mungkin sedang dipengaruhi oleh sihir Darth Sidious. Secara visual, film ini memang tidak masalah. Lagipula, ini adalah Johnson yang memang lumayan ahli menangani genre sci-fi.

Tapi entah mengapa ada sesuatu dari pengarahannya yang terasa sedikit “off”. Berbeda jauh banget rasanya dengan J.J Abrams (Super 8) ketika mengarahkan Force Awakens. Pertarungan final filmnya antara Luke dan Kylo Ren (Adam Driver) juga tidak terasa se-anti klimatik seperti ketika pertarungan pertama antara Luke dan Darth Vader (David Prowse) di Star Wars Episode V: The Empire Strikes Back.

Dan tentunya yang paling mengesalkan adalah minimnya peran Luke sebagai mentor Rey (Daisy Ridley) yang seharusnya hal tersebut tidaklah boleh terjadi sama sekali.

7. Rogue One: A Star Wars Story (2016)

Mungkin beberapa dari Chillers menyukai, dan beberapa tidak. Namun yang pasti prekuel A New Hope ini adalah film spin-off yang jauh lebih memiliki bobot kepentingannya daripada “Solo: A Star Wars Story”.

Pasalnya, kisah film ini mengisahkan kesuksesan tim Rogue One dalam mencuri bagan Death Star pertama yang menjadi modal Luke dan pasukan Rebel Alliance menghancurkan stasiun luar angkasa kekaisaran tersebut di film pertamanya.

Selain itu penampilan seluruh aktor dan karakter-karakter baru yang ditampilkan juga sangat menyenangkan untuk disaksikan. Oh ya jangan lupakan juga adegan 3-4 menit Darth Vader (Spencer Wilding) di klimaksnya yang membuat kita menahan nafas ngeri sendiri ketika menyaksikannya.

6. Star Wars Episode I: The Phantom Menace (1999)

Terlepas terdapat Jar-Jar Binks (Ahmed Best) yang ya begitulah dan lebih banyak menampilkan adegan drama politik ketimbang action yang seru banget, namun tak diungkiri kalau bagian pertama dari trilogi prekuel ini, tetap fun untuk disaksikan.

Dan salah satu faktornya tentu dengan ditampilkannya sosok villain terartistik di sepanjang sejarah franchise-nya, Darth Maul. Adegan duel antara dirinya, Obi-Wan Kenobi muda (Ewan McGregor) dan Qui-Gon Jinn (Liam Neeson) di saat klimaks, tak disangkal merupakan salah satu adegan pertarungan yang paling indah nan emosional di dalam sejarah franchise ini.

5. Star Wars Episode III: Revenge of the Sith (2005)

Bisa dikatakan inilah film yang paling “mendingan” dari trilogi prekuel franchise ini. Baik secara naskah maupun penampilan, semuanya terlihat dan terasa jauh lebih matang.

Luca sukses banget menampilkan kisah kejatuhan Anakin dari sisi terang (light side) aka Jedi Knight menjadi sisi gelap (dark side) aka Sith Lord. Penceritaan “rusaknya” muka Palpatine aka Darth Sidious (Ian McDiarmid) dan juga transisi dari pemerintahan Republik menjadi Kekaisran pun ditampilkan dengan sangat menawan.

Oh ya, jangan lupakan juga dengan adegan percakapan intens antara Anakin dan Palpatine mengenai Darth Plagueis di ruang teater itu yang bisa dikatakan merupakan adegan terpenting dan terkeren di filmnya.

4. Star Wars Episode VII: The Force Awakens (2015)

Tak dipungkiri bahwa ketika Lucas Film dan Disney mengumumkan film Star Wars pertama mereka yang juga menjadi episode pembuka dari trilogi baru ini beberapa tahun lalu, banyak fanboy yang mendadak paranoid tak karuan sendiri.

Sangat wajar. Dengan warisan yang ditinggalkan oleh 6 episodenya dan faktanya 6 episode yang dimaksud sudah merupakan kisah saga yang terasa sangat pas, rasanya aneh dan riskan saja apabila harus dilanjutkan.

Namun untungnya sutradara J.J Abrams, sukses mematahkan keskeptisan tersebut dengan menampilkan film Star Wars yang terasa sangat fresh namun, tetap menghormati 6 film orisinilnya dulu. Abrams sukses menciptakan standar keren yang alhasil membuat fanboy baru dan veteran menjadi tertarik kembali untuk berpetualang bersama seluruh warga di galaksi yang nun jauh disana.

3. Star Wars Episode V: The Empire Strikes Back (1980)

Protes? Well, mohon maaf Chillers. Toh lagipula daftar ini adalah daftar kami bukan? Jangan salah sangka Chillers. Walau tidak menempati posisi pertama layaknya di daftar-daftar serupa di berbagai media luar sana, namun kami tetap mengakui bahwa The Empire Strikes Back adalah film Star Wars yang paling terbaik.

Namun kalau boleh sejujur-jujurnya disini, film ini dianggap paling terbaik karena twist “aku babemu” yang terkenal itu. Memang secara pengarahan, Irvin Kershner (Never Say Never Again) mengarahkan filmnya dengan sangat oke. Dan penampilan Hamill cs pun juga semakin memukau.

Tapi tetap saja faktanya, Empire Strikes Back kerap dianggap terbaik karena pengungkapan twist-nya di era itu, tidak pernah diduga-duga oleh audiens manapun.

2. Star Wars Episode VI: Return of the Jedi (1983)

Menjadi sekuel dari film Star Wars yang dianggap paling terbaik sepanjang masa, tentunya menjadi beban tersendiri. Akan tetapi untungnya Return of the Jedi, sukses mengimbangi pendahulunya tersebut.

Bahkan bisa dikatakan bahwa Return of the Jedi adalah penutup trilogi terbaik di dalam sejarah perfilman Hollywood. Baik keberhasilan pasukan Rebel Alliance menekuk mundur kekaisaran, maupun Luke yang akhirnya menyadarkan sang ayah yang membuat Vader aka Anakin sukses memenuhi ramalannya sebagai “The One”, semuanya dikisahkan dengan sangat sempurna.

1. Star Wars Episode IV: A New Hope (1977)

Tak disangkal merupakan perjuangan banget bagi kami dalam menentukan posisi tiga besar di daftar ini. Namun setelah menimbang-nimbang berbagai macam hal, pada akhirnya adalah film yang memulai semuanya inilah yang menempati posisi puncaknya.

Dan tentunya selain dikarenakan alasan yang memulai semuanya tersebut, alasan lainnya  dikarenakan film ini memang simpel dan to the point banget. Bahkan yang super awam sekalipun yang baru menyaksikan, pasti akan langsung paham dengan kisah yang disajikan.

Pertempuran final ketika Luke sukses menghancurkan Death Star pertama, sukses merubah seluruh tatanan genre sci-fi dan tentunya, lanskap industri perfilman Hollywood secara keseluruhan.

Nah Chillers. Itulah tadi ranking ulang 10 rilisan film live-action Star Wars sejauh ini. Manakah yang merupakan favorit kalian?

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here