Sudah masuk bulan Oktober, berarti kita sampai di saat bioskop akan memutar film-film kuartal akhir. Berbeda dengan kuartal sebelumnya, kuartal akhir ini terasa lebih istimewa karena film yang disajikan bisa dikatakan beragam. Mulai dari film-film yang berlabel besar secara studio, budget, dan nama pemain, namun juga mereka yang status-nya lebih kecil namun sudah digadang-gadang sebagai “Oscar contender”, “Oscar frontrunner” dan sebagainya. Lebih menarik lagi, kompetisi di kuartal akhir 2018 ini lebih terbuka. Tercatat, tidak ada film dari “Star Wars” dan “Marvel Cinematics Universe” yang rilis pada kuartal akhir ini. Jadi, studio bisa makin semangat untuk memberikan yang terbaik.

Melihat dari sisi penonton, ketiadaan film-film “Star Wars” atau “MCU” mungkin sedikit menurunkan antusiasme. Tapi percaya lah, list film yang ada saat ini tidak kalah seru dan berkualitas. Berikut adalah sepuluh film kuartal akhir yang paling diantisipasi. Mulai dari film drama, horor, animasi hingga fantasi. Kami mengurutkan semuanya sesuai abjad sambil menyertakan beberapa alasannya.

A STAR IS BORN

Sutradara: Bradley Cooper

Estimasi rilis: 17 Oktober 2018

Terdapat banyak poin yang bisa menjadi kunci sukses “A Star is Born” ketika rilis di bioskop nanti. Yang paling mudah, tentu saja adalah nama besar dari Bradley Cooper dan Lady Gaga. Keduanya merupakan powerhouse, terutama Gaga yang memiliki banyak fans di seluruh dunia. Aktingnya di “American Horror Story” menjadi bukti kalau Gaga punya kualitas berakting yang mumpuni. Selain itu, kita juga semakin penasaran karena ini merupakan debut penyutradaraan  bagi Bradley Cooper. Cukup tidak menyangka, aktor yang mulai dikenal dari film komedi “The Hangover” ini bisa terus mengasah kemampuannya di dunia film hingga level tertinggi.

Tidak lupa, “words of mouth” yang diraih oleh “A Star is Born” menjadi faktor berikutnya. Film ini sudah banjir pujian sejak melaksanakan premiere di Venice Film Festival, kemudian berlanjut hingga Toronto. Prediksi yang keluar juga bukan main. Banyak yang mengagumi penyutradaraan Bradley sehingga menaruhnya pada list nama untuk “Best Director” di Oscar 2019. Belum cukup, film ini juga berpeluang mencetak nominasi (bahkan piala) untuk kategori musik.

AQUAMAN

Sutradara: James Wan

Estimasi rilis: Desember 2018

Henry Cavill keluar sebagai Superman? Bodo amat. Sekarang semua mata sedang tertuju kepada film “Aquaman”. Digarap oleh James Wan, tak pelak membuat film ini sangat diantisipasi. James Wan dikenal sebagai sutradara dengan kualitas penyutradaraan jempolan. Terbukti, film-filmnya selalu banyak yang sukses di pasaran dan akhirnya menciptakan franchise baru seperti “Insidious”, “The Conjuring”, dan “Saw”. Bagusnya lagi, James tidak takut untuk menerima tantangan. Maka dari itu, ia keluar dari zona nyaman di genre horor dan mulai menyutradarai film dari genre lain yaitu “Furious 7”. Hasilnya?booming juga.

Trailer pertama “Aquaman” sudah dirilis saat pagelaran San Diego Comic-con 2018 bulan Juli lalu. Bukan hal mudah memang untuk bisa meyakinkan fans dan moviegoers seluruh dunia dari trailer ini karena stigma negatif yang sudah kadung menyelimuti DC. Tapi apa yang terjadi? Trailer “Aquaman” setidaknya bisa melegakan orang-orang. Banyak yang sudah tidak sabar melihat Kerajaan Atlantis yang nampak megah di trailer. Selain itu, keputusan James untuk mengoptimalkan daya imajinasinya juga menuai pujian. Ia membuat beberapa hewan laut seperti sea dragon, sharktank dan sebagainya. Apa yang orang-orang anggap konyol di komik coba dia ubah menjadi karya seni yang badass.

BUMBLEBEE

Sutradara: Travis Knight

Estimasi rilis: Desember 2018

Sudah bukan rahasia lagi bahwa film-film “Transformers” itu sering flop dan kurang disukai. Tapi, selama para robot ini tampil bagus di box office, maka filmnya akan terus dibuat. Secercah harapan kemudian muncul ketika film “Transformers – The Last Knight” merugi di Amerika sana. Ini tentunya membuka mata para petinggi Paramount sehingga mereka setuju untuk melakukan sebuah pembaruan, yaitu membuat spin-off dari karakter Bumblebee. Jujur, menurut kami ini sebuah langkah yang cerdas. Ketimbang Optimus Prime, Bumblebee lebih disukai banyak orang karena sifatnya yang energik dan bentuknya yang ikonik. Sebuah spin-off mengenai Bee pasti akan menjadi penyegaran yang dibutuhkan baik oleh penonton maupun franchise Transformers sendiri.

Harapan semakin membuncah ketika nama Travis Knight muncul sebagai sutradara. Meski masih tergolong muda, Travis sudah menjadi perbincangan banyak pemerhati film setelah kesuksesan “Kubo and the Two Strings” (2016). Bersama timnya yaitu Laika, Travis membuat satu film fantasi-animasi tentang samurai yang epik. At the end of the day, “Kubo” diganjar dua nominasi Oscar yaitu untuk kategori “Best Animated Feature” dan “Best Visual Effect”. Anyway, Travis sendiri bilang kalau ia merupakan penggemar Transformers dan apa yang ia tunjukkan sejauh ini lewat trailer betul-betul menunjukkan hak tersebut. “Bumblebee” seperti punya feel persahabatan khas “E.T.” dan keputusan Travis untuk menarik latar waktu ke belakang membuat Bee tampil semakin otentik karena ia berubah dari Camaro menjadi VW Beetle lagi. Yeay!

CREED 2

Sutradara: Steven Caple Jr

Estimasi rilis: November 2018

Dalam sekuel ini kita kembali akan melihat Adonis Creed dalam satu ring melawan Viktor, putra Ivan Drago (Dolph Lundgren), petinju Rusia raksasa yang dahulu membunuh Apollo Creed, ayah dari Adonis Creed. Lungren dikabarkan juga akan kembali ke saga ini sejak Rocky IV (1985). Sementara Florian Munteanu akan berperan sebagai putranya, Viktor. Tessa Thompson dan Phylicia Rashad juga akan berperan kembali dalam sekuel Creed ini.

Untuk kursi sutradara, Steven Caple Jr akan mengambil alih jabatan ini dari Ryan Coogler. Sekuel ini sangat menarik, karena kita akan dihadapkan pada masa lalu Rocky lewat Drago. Peran Adonis di film ini akan menjadi penting apakah dia akan terlibat secara langsung oleh balas dendam kepada ayahnya ataukah hanya sebatas sportivitas antar kedua petinju.

Pastinya ada beberapa kekhawatiran atas keputusan untuk membawa karakter Drago kembali ke Creed II. Namun penting bagi kita untuk melihat bagaimana karakter baru ini berkembang dalam jejak langkah Adonis untuk mencapai kemasyuran, ataukah karakter ini hanya sekedar nostalgia penikmat film Rocky yang menginginkan kedua cast besar ini bersatu dalam sebuah film. Kita nantikan saja sekuel yang menarik ini.

FIRST MAN

Sutradara: Damien Chazelle

Estimasi rilis: 10 Oktober 2018

Bersama dengan “A Star is Born”, “First Man” sudah mencuri start lebih dulu lewat premiere di beberapa festival. Film yang berupa biopik Neil Armstrong ini kemudian mendapat buzz positif, di mana ada yang bilang kalau “First Man” menceritakan sesuatu yang belum pernah kita dapatkan mengenai NASA. Neil Armstrong sendiri merupakan salah satu tokoh paling terkenal di dunia berkat pendaratan moonlanding-nya. Sayang, belum pernah ada satupun film Hollywood yang secara spesifik mengangkat namanya.

Jika melihat dari trailer, film sepertinya akan menunjukkan perjuangan jatuh-bangun Neil. Sebuah tour-de-force yang bermuara pada satu momen penting, yang mana paling bersejarah dalam kehidupan manusia. Damien Chazelle, sutradara termuda yang pernah memenangi “Best Director” di Oscar, menjadi jualan berikutnya. Menarik untuk dapat melihat bagaimana sang sutradara membesut film yang kental akan unsur sejarah karena dua film sebelumnya sama-sama mengandung unsur musik. Kepada media Damien mengatakan bahwa misi utamanya adalah membagikan aspek-aspek yang tidak terekspos selama misi ke bulan dilaksanakan. Maka dari itu, jangan kaget kalau nanti ada poin kontroversi yang muncul dari film ini.

HALLOWEEN

Sutradara: David Gordon Green

Estimasi rilis: 17 Oktober 2018

Michael Myers kembali setelah 40 tahun! Kini ia ingin membalas dendam kepada Laurie Strode, namun di sisi lain sang nenek sudah menantikan hal tersebut. “Halloween” pertama kali menyelenggarakan premiere-nya di Toronto International Film Festival. Feedback positif pun langsung bermunculan. Banyak dari mereka yang hadir mengatakan bahwa “Halloween” merupakan sekuel yang seharusnya dari film pertama, yang mana menjadi pionir dalam genre slasher. “Positive buzz” film terus berlanjut hingga ke Fantastic Fest 2018. Di tempat berkumpulnya para pecinta film horor ini, “Halloween” menjadi favorit. Sebuah modal bagus menjelang perilisannya tanggal 17 Oktober mendatang di Indonesia.

Salah satu yang memunculkan optimisme adalah masalah rating. Dibesut oleh studio Blumhouse, “Halloween” mendapatkan rating R (dewasa). Ini jelas kabar yang menggembirakan karena penonton akan melihat kebrutalan Michael Myers secara penuh. Tidak menutup kemungkinan, yang satu ini bisa jadi lebih sadis dibanding versi 1978. Selain itu, hal menarik berikutnya adalah bagaimana film ini memberikan “tribute” untuk versi 1978. Pastinya nanti bakal ada perintilan kecil yang mengingatkan kita akan scene tertentu. Belum lagi, set-up permasalahan bisa lebih menarik karena selain Laurie kini sudah memiliki anak cucu, muncul dua tokoh baru yang di dalam trailer diperlihatkan sebagai orang yang sedang melakukan semacam penyelidikan kasus Michael Myers.

MARY POPPINS RETURNS

Sutradara: Rob Marshall

Estimasi rilis: Desember 2018

Mary Poppins Returns memang memiliki kelemahan mendasar, yaitu rentang waktu antara film pertamanya terpaut jauh sekali (1964). Tapi, masih ada lebih banyak alasan mengapa film ini bakal menjadi yang tersukses di akhir tahun nanti. Pertama adalah rasa nostalgia. Meski jarak film kedua itu 54 tahun jauhnya, Mary Poppins versi Julie Andrews merupakan karya klasik terbaik Hollywood terutama untuk genre musikal. Banyak penonton tetap menonton film bersejarah ini, meskipun bertahun-tahun setelahnya. Mereka pasti antusias menunggu bagaimana follow-up dari kisah Mary Poppins dan bagaimana cerita film disampaikan dengan melibatkan unsur-unsur sinematik kekinian. Poin nostalgia sangat dimengerti oleh Disney. Maka dari itu, “Mary Poppins Returns” kembali menghadirkan Dick Van Dyke, aktor gaek Hollywood yang sebelumnya juga bermain di film pertama.

Di luar itu, film ini punya banyak amunisi lain untuk bisa menarik minat penonton. Dari segi cerita, “Mary Poppins Returns” pasti akan mengandung nilai-nilai kekeluargaan yang bagus untuk mengisi waktu liburan bagi seluruh anggota keluarga. Kemudian tampilnya aktris Emily Blunt sebagai Mary Poppins bisa memancing rasa penasaran penonton usia remaja dan dewasa muda yang mungkin sebelumnya sudah menonton “A Quiet Place”. Rilis di tahun yang sama, Emily tampil luar biasa di film tersebut. Kini, dia akan memerankan seorang nanny yang pastinya memiliki kepribadian yang berbeda dengan tokoh yang Emily perankan di “A Quiet Place”.

Terakhir, unsur musiknya. Nama Lin-Manuel Miranda bakal menjadi jaminan mutu bagaimana musik ditampilkan di dalam filmnya. Lin-Manuel sendiri sebelumnya telah sukses di film “Moana” (2016). Di sana ia mengaransemen sekaligus menciptakan lagu baru yang mendunia dan diganjar banyak penghargaan. Perlu dicatat juga, film ber-genre musikal yang rilis tahun lalu, yaitu “The Greatest Showman” juga sukses besar di Box Office, meski ada isu backlash yang menerpanya. Apakah kesuksesan serupa akan terulang kembali? Kita lihat saja nanti

MILLY & MAMET

Sutradara: Ernest Prakasa

Estimasi rilis: Desember 2018

Jika perfilman Indonesia ingin menciptakan sebuah “cinematic universe”, maka AADC (Ada Apa dengan Cinta?) bisa menjadi jawaban. Kembali menyapa masyarakat lewat AADC 2 di tahun 2016 lalu, cerita dari Cinta dan Rangga tidak hanya mengobati rasa rindu masyarakat Indonesia, namun juga memunculkan kesempatan-kesempatan baru. Benar saja, hal ini langsung dimanfaatkan dengan ide untuk membuat spin-off dari salah satu karakter AADC yang sebenarnya tidak sentral-sentral amat, tapi memiliki karakteristik tersendiri yang sangat otentik dan menarik jika diangkat ke layar lebar.

Ernest Prakasa menjadi alasan berikutnya kenapa “Milly & Mamet” masuk ke dalam daftar ini. Akuilah, Ernest merupakan salah satu orang Indonesia yang paling kreatif. Ia juga terkenal berani memberikan sesuatu yang beda, dan terus meningkatkan kemampuan dalam berkarya. Dua dari tiga filmnya sukses, mau itu dilihat secara komersil maupun kualitas. Terakhir, “Cek Toko Sebelah” menjadi film Indonesia pertama yang rilis di Cina. Catatan-catatan imperisf ini membuat kami semakin tertarik untuk melihat hasil akhir Ernest menyutradarai “Milly & Mamet”. Karena, jika dihubungkan lagi ke karakteristik Milly dan Mamet sendiri, sepertinya semangat dan gaya yang dimiliki oleh kedua tokoh tersebut memang cocok dengan Ernest.

RALPH BREAKS THE INTERNET

Sutradara: Phil Johnston, Rich Moore

Estimasi rilis: November 2018

Salah kalau tidak memasukkan film animasi ke dalam daftar ini, dan ya, “Ralph Breaks the Internet” bakal menjadi trending topic baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Film ini akan mengeksplorasi latar tempat yang jauh lebih luas dan lebih variatif, yaitu internet. Di sini kita akan melihat bagaimana film menampilkan internet sebagai kota besar dengan segala macam website populernya. Sementara itu, dunia video game yang ada di film pertama ternyata diibaratkan sebagai sebuah kota kecil sehingga Ralph dan Venellope akan mengalami semacam urbanisasi. Efek yang terjadi ketika mereka berdua dihadapkan pada sesuatu yang baru dan luar biasa seperti kota internet menjadi bumbu dalam narasi yang seru untuk kita lihat perkembangannya di dalam film.

Poin berikutnya yang membuat “Ralph Breaks the Internet” semakin dinanti-nanti adalah karena adanya elemen cross material, yakni ketika tokoh utama masuk ke dalam dunia Disney. Di sana terdapat banyak sekali karakter-karakter dari film Disney yang lain, yang mana ditampilkan sebagai penguat cerita. Ngomongin soal ini, dari trailer saja kita langsung dibikin takjub. Bagaimana tidak, Venellope bertemu dengan tokoh-tokoh ikonik, dan yang paling memorable pastinya ketika ia berjumpa dengan para Putri Disney. Oh My God…

SUZANNA – BERNAPAS DALAM KUBUR

Sutradara: Anggi Umbara

Estimasi rilis: 15 November 2018

Dulu, yang namanya film horor itu gak bakal bisa lepas dari Suzanna. Ia merupakan ratu horor Indonesia. Namanya menghiasi banyak film dan masyarakat pun salut tidak hanya kepada kualitas aktingnya saja, namun juga totalitas Almarhumah yang tidak ternilai harganya. Tahun ini film yang dulu dibintangi oleh Suzanna akan kembali hadir di layar lebar. Judulnya adalah “Bernapas dalam Kubur”, yang katanya akan memberikan sesuatu yang segar sambil tetap menyertakan unsur nostalgia. Menurut produser Sunil Soraya, pihaknya tidak ingin me-reboot atau membuat sekuel. Mereka ingin memperkenalkan cerita yang baru. Cerita yang tidak hanya ditujukan bagi orang-orang yang sudah tahu Suzanna saja.

Karena film sudah kadung identik dengan personifikasi Suzanna, maka hal yang paling mutlak untuk disorot pertama kali adalah tata rias. Bagaimana film ini bisa menggambarkan kembali sosok Suzanna semirip mungkin. Hasilnya? Luar biasa. Kami sampai kaget melihat tampilan Luna Maya yang hampir seratus persen mirip dengan Suzanna. Mulai dari wajahnya, kemudian rambut, mata, sampai detail terkecil. Terlihat pas. Selain itu, beberapa sequence dan adegan ikonik kembali dimasukkan. Salah duanya adalah adegan memakan bunga melati dan sequence ratusan tusuk sate Sundel Bolong. Latar waktu juga diatur di tahun 1980-an sehingga nuansa jadul-nya bisa kembali terasa.

 

That’s a wrap! Itu tadi sepuluh film yang paling diantisipasi di kuartal akhir 2018. Tepat di belakang film-film ini tentu masih ada beberapa honorable mention seperti “Widows”, “Roma”, “The Night Come for Us”, “Bad Times at the El Royale”, dan “The Hate U Give”. Tapi apa mau dikata. Yang namanya sepuluh tetap sepuluh.

Well, seharusnya line-up ini bisa menjadi fondasi yang kuat agar raihan box office 2018, baik di Indonesia maupun Amerika, melampaui tahun lalu. Apakah ada rasa pesimis karena absennya “Star Wars” dan “Marvel Cinematics Universe”? Jujur tidak ada. Kami punya keyakinan besar untuk ini. So, bring on October! 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here