Tahun baru, semangat baru. 2018 ditutup dengan baik karena menjadi tahun di mana orang-orang masih senang ke bioskop. Selain itu, kita juga lebih sering mendengar berita positif dibanding negatif dari film-film besar dan yang ber-status anticipated. Mereka tidak hanya mencuri perhatian kritikus lewat kualitas tontonan yang bagus, namun juga menghibur penonton awam sehingga mendapatkan ganjaran yang setimpal di Box Office.

Tahun 2019 tentu menawarkan optimisme yang justru berpeluang untuk menghasilkan sesuatu yang lebih besar dari apa yang sudah didapatkan tahun lalu. Banyak film-film juggernaut yang sangat prospek di tahun ini, tapi di sisi lain kita juga harus waspada karena meski terdapat banyak film lumbung uang, ada juga film-film highly-anticipated yang memberi keraguan.

Jadi, daripada memberikan list “10 Film Paling Diantisipasi”, yang mana sudah terasa membosankan, kami coba membuat daftar preview film dengan konsep yang baru. Akhirnya tecipta lah sebuah shortlist berisi film-film yang masuk radar antisipasi dengan peluang sukses bervariasi. Ada yang menjadi unggulan utama di mana film-film ini akan memporak-porandakan Box Office dan menjadi bahan perbincangan hangat sepanjang tahun. Ada yang menjadi unggulan saja, di mana mereka-mereka ini akan menjadi penguasa Box Office dan impact-nya pun bisa besar. Hanya saja hasilnya tidak sebombastis para unggulan utama. Ada yang lebih pas untuk dijadikan kuda hitam yang bisa menohok ke papan atas jika resepsi yang didapatkan adalah positif. Terakhir, ada yang statusnya “siaga” karena resiko yang nampak sungguh besar sehingga berpotensi menimbulkan bencana.

Jadi tanpa perlu berlama-lama, berikut adalah film-filmnya:

UNGGULAN UTAMA

  • AVENGERS: ENDGAME

Sutradara: Joe Russo, Anthony Russo

Estimasi tanggal rilis: 26 April

Meski akhir dari “Infinity War” sangat menggantung, tapi arahan tersebut sukses membuat level dari konflik Avengers ke level yang tak terbayangkan. Para personel lama masih selamat dari bencana jentikan jari dan entah apa yang akan menimpa mereka nanti. Selain itu, patut ditunggu juga bagaimana para hero yang selamat ini memutarbalikkan keadaan. Apakah Marvel kembali melakukan sesuatu yang tak terduga? Entah perjudian, atau turning point ke arah yang betul-betul berbeda.

Apa alasan Doctor Strange (Benedict Cumberbatch) memberi kepercayaan yang begitu besar pada Tony Stark/Iron Man (Robert Downey Jr.)? Lalu bagaimana peran Captain Marvel (Brie Larson) juga wajib menjadi perhatian, plus Ant-Man (Scott Lang) yang di dalam trailer terlihat sudah keluar dari “Quantum Realm”. Film ini memiliki banyak pertanyaan besar di dalam satu stakes raksasa yang membuatnya sangat sangat layak untuk menjadi unggulan. Tidak hanya dari segi komersil, namun juga dari segi kualitas filmnya itu sendiri. Oh iya, saksikan “Endgame” di IMAX karena pengambilan gambar film ini seratus persen menggunakan kamera IMAX. So it’s gonna be delightful!

  • THE LION KING

Sutradara: Jon Favreau

Estimasi tanggal rilis: 19 Juli

“The Lion King” adalah film animasi Disney tahun 1994 paling legendaris. Setelah menjadi referensi dari banyak film lainnya di zaman modern ini, mereka akhirnya kembali. Dan Disney tahu cara yang paling keren untuk mengembalikan Simba ke takhta kekuasaannya. Disutradarai oleh orang yang membuat “The Jungle Book” (2016) terlihat jauh lebih nyata, Jon Favreau kembali memanfaatkan kecanggihan teknologi CG-animated sehingga “The Lion King” tidak hanya sekedar memberi penghormatan, namun juga menampilkan visual yang kekinian, terasa lebih gritty dan vibrant.

“The Lion King” akan memasukkan empat lagu iconic yang dulu ada di film sebelumnya. Alasan berikut yang membuat film ini layak diunggulkan? Jajaran cast-nya yang luar biasa. Donald Glover (TV’s Atlanta, Solo: A Star Wars Story) akan mengisi suara Simba yang terlihat begitu menggemaskan di dalam trailer. Kemudian ada nama-nama lainnya seperti komedian Seth Rogen sebagai Pumbaa, aktor watak Chiwetel Ejiofor sebagai Scar, dan diva Amerika Beyonce Knowles-Carter sebagai Nala. Oh, jangan lupakan juga unsur nostalgia karena film orisinilnya begitu membekas di ingatan anak-anak seluruh dunia pada masanya. Bukan tidak mungkin, “The Lion King” akan melewati raihan Box Office “The Jungle Book”, yang saat itu meraup hampir 1 triliun Dollar Amerika.

IT: CHAPTER 2

Sutradara: Andy Muschietti

Estimasi tanggal rilis: 6 September

Ini dia film paling fenomenal di bulan September. All time! Bagaimana tidak, setelah rilis, “It” sukses menciptakan banyak rekor. Pertama adalah menjadi film dengan opening weekend terlaris di bulan September. Kedua, menjadi film dengan opening weekend terbaik di “fall season” sepanjang sejarah Box Office Amerika. Ketiga, menjadi film ‘R-rated’ dengan opening weekend terbesar nomor tiga sepanjang sejarah Box Office Amerika. Ketika film bioskop banyak yang “flop” dan orang-orang sudah mulai takut bahwa tidak ada lagi orang yang ingin pergi ke bioskop, “It” datang dan meraup 123 juta Dollar Amerika di minggu pertama perilisan.

Dampaknya? Well, selain kesuksesan secara finansial yang berujung pada sekuel, “It” juga mendapatkan perhatian dari bintang-bintang besar Hollywood. Jessica Chastain secara terang-terangan menyatakan ketertarikannya untuk bergabung di film kedua. “Jess adalah aktris dan seorang teman yang luar biasa. Dan saya akan senang jika dia memerankan karaker Beverly”, ungkap sutradara Andy Muschietti kepada Total Film (TF). Jess kemudian memang benar-benar bergabung, bahkan dengan tambahan bintang lainnya seperti James McAvoy dan komedian Bill “The next Jim Carey” Hader. “Rasanya aneh sekaligus tak dapat dipercaya”, ungkap Bill Skarsgaard, pemeran badut Pennywise yang juga akan kembali di film kedua. “Beberapa dari mereka adalah bintang-bintang besar dan sekarang mereka datang kepada kita”. Anyway, “It: Chapter 2” dikatakan akan lebih gelap dan menyeramkan dibanding yang pertama. Meski The Losers Club sudah dewasa, mereka tetap akan kesulitan menghadapi Pennywise. Terbukti, James dikabarkan sempat mengalami cidera ketika syuting. “Double thigh strain. Jangan kuatir”, jawab McAvoy dengan pasti.

  • HOBBS & SHAW

Sutradara: David Leitch

Estimasi tanggal rilis: 2 Agustus

Sebuah spin-off masuk dalam daftar? Ya, betul. Karena ini bukan sembarang spin-off. “Hobbs and Shaw” adalah kisah lain dari saga “Fast & Furious” dan ada beberapa alasan kuat mengapa film ini akan sukses, terutama dari segi komersil. Oke, untuk menciptakan sebuah spin-off yang bagus membutuhkan karakter yang solid. Kemudian karakter ini, bukan sekedar karakter pendamping, namun karakter pendamping yang memiliki kesan tertentu pada penonton, yang tidak dimiliki oleh karakter utama. Bumblebee jelas memiliki itu. Dia adalah autobot yang paling supel, paling menarik, paling dicintai. Hobbs pun sama. Lewat karakter yang merupakan seorang polisi, Hobbs bisa dibilang merupakan perwujudan dari polisi paling gokil yang pernah tampil. Ia kuat, tidak pandang bulu, dan good deeds-nya membuat penonton makin bersimpati.

Tapi yang paling meyakinkan dari Hobbs adalah aktor yang memerankannya. Dwayne Johnson is one of the biggest name in showbiz world right now. Karismanya begitu menginfeksi sehingga energi positif yang ia bawakan ke setiap karakternya menjadi terpancar dengan jelas. Kebintangan Dwayne semakin terbukti karena bisa dibilang, dia lah yang menyelamatkan franchise “Fast and Furious” lewat kemunculan Hobbs pertama kalinya di film “Fast Five” (2011). Kemudian nanti Dwayne akan dipasangkan oleh satu action-superstar lainnya yaitu Jason Statham, yang sudah puas bertarung melawan hiu jadi-jadian. Kombinasi dua superstar ini diramalkan tak terelakkan. Keduanya jelas bisa memberikan adegan-adegan aksi mengagumkan, dan bisa melucu juga agar suasana bisa sedikit lebih santai. Terakhir adalah faktor sutradara. David Leitch adalah sutradara “John Wick”, “Atomic Blonde”, dan “Deadpool 2”. Dia tahu betul bagaimana membuat action set-pieces yang keren dan entertaining.

  • STAR WARS IX

Sutradara: J. J. Abrams

Estimasi tanggal rilis: 19 Desember

Setidaksuka-tidaksukanya kalian sama Star Wars, entah gara-gara tidak mengikuti film-filmnya atau memang film space-opera bukan hal yang “elo banget”, Episode IX harus tetap masuk ke daftar film unggulan tahun ini. Star Wars sudah menjadi intellectual property yang tak terpisahkan dengan sinema. Ibarat Formula 1, Star Wars adalah Ferrari-nya. Mereka punya sejarah panjang dan sulit rasanya membahas film tanpa menyebut satu pun film Star Wars di dalamnya. Untuk Episode IX, alias film terakhir dari trilogi, penonton kemungkinan akan dibawa ke tempat yang lebih luas lagi. Menjelajah angkasa luar hingga ke bagian yang belum terjamah. Episode IX juga menjanjikan regenerasi dengan konflik antara force dan dark side semakin meninggi dan mendalam di akhir film kedelapan. Belum selesai, misteri mengenai keluarga Rey yang selalu heboh dirumorkan juga masih terbuka lebar.

J.J. Abrams kembali menangani Star Wars setelah Episode VIII dinahkodai oleh Rian Johnson. Ia masuk menggantikan Colin Trevorrow (Jurassic World) yang hengkang akibat perbedaan visi kreatif. Perubahan lainnya juga terjadi di mana art director film “Blade Runner 2049”, Paul Inglis, juga ditunjuk untuk mungkin menjadikan aspek mise-en-scene “Episode IX” tidak hanya cantik tapi juga lebih “nyeni” dalam beberapa aspek tertentu. Berkaitan dengan regenerasi, “Episode IX” dijanjikan tetap keruh akan dendam. “Mengenai itu, kami berbicara mengenai kisah ini untuk sepuluh tahun ke depan”, ungkap Kathleen Kennedy, eksekutif Lucasfilms. “Kita sedang melihat masa depan dari cerita dengan karakter-karakter baru seperti Rey, Poe, Finn, BB-8”.

UNGGULAN

  • CAPTAIN MARVEL

Sutradara: Anna Boden, Ryan Fleck

Estimasi tanggal rilis: 8 Maret

Basi lah kalau bilang “Captain Marvel” bakal booming dengan bawa-bawa gender. Itu sudah pasaran. “Captain Marvel” lebib dari sekedar itu. “Ini akan menjadi sangat berbeda dan sangat menarik”, ungkap Kevin Feige. “Ini akan menjadi sebuah origin story yang sangat berbeda”. Bagaimana tidak, “Captain Marvel” ber-setting di tahun 1995. Memang ini bukan hal baru, meningat Captain America sudah pernah membawa kita kembali ke masa lalu lewat film pertamanya. Tapi yang menjadi istimewa di sini adalah tampilnya hal-hal yang berhubungan dengan Avengers dalam versi jadul, jauh sebelum Tony Stark dkk melawan Loki. “Nick Fury akan ditampilkan dalam versi yang berbeda”, ungkap Kevin. Selain itu, Total Film juga menulis kembalinya Agen Coulson yang wafat di film Avengers pertama.

Bagaimana dengan Captain Marvel-nya sendiri? Jangan lupa bahwa aktris yang memerankan Carol Danvers adalah aktris peraih Oscar. Jadi, kalian bisa mengharapkan kombinasi seimbangan antara kedalaman dan humanity dengan kekuatan kosmik yang dimiliki oleh Captain Marvel. Jangan lupa, Captain Marvel juga akan muncul di “Endgame”. Penasaran kan pastinya untuk melihat bagaimana Marvel bisa menjahit cerita antara standalone film ini dengan “Endgame” sehingga Carol Danvers sukses dimunculkan di saat yang tepat.  

DILAN 1991

Sutradara: Fajar Bustomi

Estimasi tanggal rilis: 28 Februari

Meraih lebih dari enam juta penonton membuat “Dilan 1990” menjadi film Indonesia terlaris pada 2018. Hanya film ini yang sanggup menahan gempuran film-film Hollywood, termasuk unggul jumlah penonton melawan “Maze Runner: Scorch Trials” yang rilis berdekatan. Tidak perlu waktu lama, film kedua yang juga diadaptasi dari versi novelnya yaitu “Dilan 1991” langsung siap rilis Feberuari nanti. Masih dibintangi Iqbaal dan Vanesha Prescilla, “Dilan 1991” sekarang dihadapkan oleh tantangan yang lebih sulit yaitu mengalahkan rekor yang dicetak oleh film pertamanya sendiri. Kecemasan ini pun sudah dirasakan oleh seluruh cast dan kru yang terlibat. Mereka jadi agak cemas karena kesuksesan film pertama yang disukai banyak orang.

Fajar Bustomi yang masih menduduki kursi sutradara yakin bahwa “Dilan 1991” akan sefenomenal “Dilan 1990”. Selain itu, ia pun mengatakan bahwa film ini juga memiliki kualitas yang bagus sebagai film drama-remaja, sehingga diharapkan bisa membawa kebahagiaan bagi yang menontonnya. Sementara itu untuk Iqbaal, ia ingin total dalam memberikan yang terbaik sebagai Dilan. Kanal Tempo menulis, aktor yang dulu terkenal sebagai salah satu personel boyband cilik ini berusaha untuk memberikan seribu persen untuk Dilan. Sedikit membahas cerita, satu hal yang menarik adalah, jika merujuk ke versi novel, “Dilan 1991” akan memisahkan Dilan dengan Milea. Dilan diceritakan kuliah di Bandung sementara Milea kuliah di Jakarta. So, akan seperti apa hubungan LDR dari mereka berdua? Dan apakah “Dilan 1991”, seenggaknya, bisa sesukses film pertama? Biar waktu saja yang menjawab.

  • SPIDER-MAN: FAR FROM HOME

Sutradara: Jon Watts

Estimasi tanggal rilis: 5 Juli

“Siapa yang lebih pantas menuntun ke fase berikutnya?”. Itu adalah kata-kata yang terlontar dari Kevin Feige perihal posisi Spider-Man dalam MCU ke depan. Feige kemudian melanjutkan bahwa Spidey akan membantu penonton dalam masa transisi antara “post-Thanos stress disorder” dengan “pra Phase 4”, sehingga diharapkan tidak terjadi kepanikan. Menjanjikan perubahan tone menjadi lebih menyenankan ala Spider-Man, Feige juga mengatakan kalau “Far from Home” akan menjawab pertanyaan bagaimana kejadian pasca “Infinity War” dan “Endgame” akan memengaruhi karakter Peter ke depannya, sedangkan Peter sendiri akan kembali ke kehidupannya yang biasa.

Hal yang berpotensi menimbulkan konspirasi besar adalah dari segi cerita. Total Film menulis, Peter Parker mengunjungi Eropa semasa musim panas. Ia pergi ke London, dan tempat lainnya. Di sana Peter akan ditemani oleh teman-temannya, yang mana merupakan karakter yang diperankan oleh Zendaya dan Jacob Batalon. Menariknya adalah, TF menulis, “Given Robert Downey Jr.’s worryingly conspicuous cast-list absence, Samuel L. Jackson’s Nick Fury and Cobie Smulder’s Maria Hill will mentor Pete this time”. Kami tidak tertarik untuk berspekulasi ini itu, biarkan saja teman-teman fans yang mencoba menerka.

  • FROZEN 2

Sutradara:  Chris Buck, Jennifer Lee

Estimasi tanggal rilis: 22 November

Salah satu film animasi tersukses sepanjang masa. Film pertamanya tidak hanya menyisakan filmnya, namun intellectual property baru yang sangat menguntungkan bagi Disney. Coba, sampai sekarang kita lihat, pasti masih ada saja anak-anak kecil yang menggunakan tas Elsa dan Anna. Atau, pasti kita semua masih sangat mengenal bagian reff dari lagu “Let it Go”. Cukup tidak menyangka bahwa “Frozen” berhasil menancapkan pengaruhnya selama itu pada dunia. Jadi ketika film keduanya akan keluar, perhatian tidak hanya tertuju kepada filmnya saja melainkan juga pada lagu-lagunya.

Benar saja, terdapat beberapa update mengenai lagu-lagu yang ada di “Frozen 2”. Menurut penuturan Jennifer Lee, co-director film ini, total ada tujuh lagu baru yang akan tampil. Penulis lagu “Let it Go”, Kristin Anderson-Lopez dan Robert Lopez juga kembali terlibat di pembuatan lagu-lagunya. Apakah nanti akan ada yang kembali menjadi soundtrack yang ear-worming dan akhirnya menancap kuat di pikiran kita? Semoga saja. Tapi sebelum itu, penting untuk diinformasikan bahwa belum ada petunjuk resmi mengenai petualangan berikutnya yang akan dialami oleh Elsa dan Anna. Tapi, kita sudah bisa menerka akan ada karakter baru di sana, yang mana dialih suarakan oleh Evan Rachel Wood dan Sterling K. Brown.  

  • GUNDALA

Sutradara: Joko Anwar

Estimasi tanggal rilis: TBA

Siapa yang tidak ingat dengan kesuksesan “Pengabdi Setan” (Satan Slaves) di tahun 2017 lalu? Film yang merupakan passion project dari Joko Anwar sekaligus remake dari film horor klasik ini mampu berbicara banyak, tidak hanya di dalam namun juga diluar negeri. Di Indonesia, “Pengabdi Setan” ditonton oleh lebih dari empat juta orang. Di kancah internasional, film ini berhasil diedarkan hingga ke 42 negara dan mendapatkan apresiasi positif dari banyak media internasional ternama. Dari kesuksesan “Pengabdi Setan” dan juga rekam jejak Joko Anwar selama ini, sesungguhnya agak sedikit kurang pantas untuk menaruh “Gundala” hanya di daftar film unggulan. Cuman ya, ini mau tidak mau merupakan tantangan baru, bahkan mungkin merupakan tantangan terbesar bagi Jokan. Setelah sukses lewat “Pengabdi Setan” bisa saja “Gundala” menjadi batu sandungan karena ini merupakan film superhero Indonesia.

Bukannya pesimis atau tidak nasionalis, namun resiko yang ada di film “Gundala” terpampang nyata. Terakhir kali superhero lokal mencoba peruntungan di bioskop, hanya beberapa hari setelah rilis film tersebut langsung menghilang dari peredaran. Dari sini terlihat betapa gelapnya medan yang akan ditempuh oleh “Gundala”. Tidak perlu ditutup-tutupi, bagi kita yang merupakan penonton awam, standar film superhero memang sudah terlanjur tinggi. Kita maunya tidak hanya film superhero dengan cerita yang bagus, namun juga kualitas CG yang baik dan adegan-adegan aksi yang tampil ciamik. Nah, dua faktor terakhir yang berpotensi bikin sebuah film superhero lokal jadi “drop shay” akibat faktor kecanggihan teknologi yang belum mampu seperti Hollywood. Mungkin untuk mengakali hal ini, “Gundala” akan lebih grounded karena merupakan origin story? We will see. Tapi yang jelas ini merupakan pertaruhan yang besar bagi Joko Anwar. Harapan kami, tentu film ini berhasil.

KUDA HITAM

  • JOKER

Sutradara: Todd Phillips

Estimasi tanggal rilis: 4 Oktober

Jujur, banyak pro dan kontra ketika semesta melihat bagaimana Joker tampil di film “Suicide Squad”. Ada yang bilang keren, namun banyak juga yang bilang “alay”. Sementara Joker yang satu itu coba dirombak lagi untuk kebutuhan proyek DCEU ke depan, Hollywood siap meluncurkan satu Joker lagi, yang mana sepertinya akan terlihat jauh lebih grounded. Disutradarai oleh Todd Phillips yang sukses menyutradarai “Hangover”, film ini akan membawa kita ke dalam karakter Joker yang sangat berbeda. Yup, “Joker” dikatakan akan menjadi sebuah character-study film. Latarnya berada di tahun 1981, ketika seorang komedian bernama Arthur Fleck berubah menjadi karakter penjahat licik yang pernah ada dalam sejarah komik.

“Siapa yang peduli?”, ujar Joaquin Phoenix ketika ditanya oleh para jurnalis mengenai seberapa besar beban yang ada ketika memerankan Joker. “Pendekatan saya ke setiap film itu sama, yaitu ketertarikan terhadap filmmaker-nya dan ide ceritanya”. Well, jika berangkat dari pernyataan bahwa “Joker” nantinya lebih ke character-study, penunjukan Joaquin sudah tepat. Ia adalah aktor watak jempolan lagi berpengalaman. Ia bukan tipe aktor yang meroket setelah membintangi satu film berat kemudian tidak terdengar lagi. Joaquin merupakan aktor yang konsisten dalam mempertahankan kemampuan aktingnya yang luar biasa di film-film drama yang lebih arthouse. Kemudian mengenai ide ceritanya, siapa yang tidak tertarik untuk mengorek karakter Joker lebih dalam? Pertanyaan simpel mengenai penyebab Arthur berubah menjadi Joker saja sudah sangat menggiurkan untuk dicari jawabannya.  

  • US

Sutradara: Jordan Peele

Estimasi tanggal rilis: 15 Maret

Masih ingat dong pastinya sama film “Get Out”? Film ini mengejutkan banyak orang dengan menjadi salah satu film terbaik di tahun 2017 lalu. Dalam persaingan Box Office, film debut dari Jordan Peele ini juga terbilang sukses karena meraup pundi-pundi hingga 250 juta USD. Kemudian untuk persaingan di Oscar, film ini mendapatkan nominasi untuk kasta kategori tertinggi yaitu “Best Picture” pada Oscar 2018. Jadi sekarang, film apapun yang kemudian dibuat oleh Jordan pasti akan menarik perhatian masyarakat luas. Apalagi, jika filmnya merupakan follow-up dari “Get Out”.

Masih membahas tentang hal-hal sosial, “Us” terlihat akan lebih seru, menegangkan, dan keras. Melihat dari trailer-nya saja, sudah ada rasa-rasa ngilu gara-gara gunting emas sialan itu. Belum lagi penampakan yang menyeramkan dari para doppleganger karakter-karakter pentingnya. Kepada kritikus, Jordan mengatakan bahwa meskipun “Us” adalah follow-up dari “Get Out”, ia tidak berbicara mengenai ras. Secara simpelnya, “Us” berbicara tentang bagaimana diri kita merupakan musuh paling berbahaya bagi diri kita sendiri. Kepada kanal Entertaiment Weekly, Jordan juga mengatakan bahwa ia ingin membuat sebuah mitologi baru mengenai definisi sosok monster. Well, jika dikaitkan kedua hal itu bisa berkaitan satu sama lain. Melihat kejutan yang ada di dalam trailer, bisa saja “Us” mengangkat konsep klasik yaitu dark side versus light side, namun disajikan secara tidak biasa mengingat aktor yang memerankan adalah aktor yang sama.

  • JOHN WICK 3

Sutradara: Chad Stahelski

Estimasi tanggal rilis: 17 Mei

Sleeper hit yang semakin hari semakin menjanjikan. Akhir film keduanya yang sangat terbuka memunculkan rasa penasaran karena akhir seperti itu merupakan akhir yang positif. Tidak hanya memunculkan misteri, namun juga hal yang lebih pasti. Apakah itu? Ya adegn aksi yang lebih masif. John Wick diberi waktu terbatas dan kini kepalanya sudah bernilai jutaan dolar. Lihat apa yang ditampilkan kamera saat John Wick melintasi jalan, itu adalah penutup yang wow sekali. Akan seberapa banyak orang yang bakal mengincar John? Apakah ada yang membantunya? Jika pun ada, apakah bantuan itu benar-benar tulus? Semua pertanyaan berkumpul sehingga membuat kita semakin tidak sabar untuk menyaksikan “Parabellum”.

Mengenai bocoran tentang film ini, sutradara Chad Stahelski memiliki beberapa daftar ingredients dari “Parabellum”. Ada kuda, anjing, kucing, gagak, merpati, kejar-kejaran motor, Halle Berry, Laurence Fishburne, Ian McShane, Lance Reddick, shotguns, dan Ninja. Yoi, bakal ada ninja lho di film ini! Make sense, karena John sudah menjadi buruan di seluruh dunia. “Setiap film John Wick sangat berbeda, namun dalam satu dunia yang sama”, ungkap Stahelski. Ngomong-ngomong selain Halle Berry, ada beberapa aktor baru lainnya di “Parabellum” yang patut ditunggu. Pertama adalah Hiroyuki Sanada yang rumornya akan menjadi karakter antagonis. Yang kedua adalah aktor laga kebanggan Indonesia, Yayan Ruhiyan. Apakah nanti Mad Dog bakal bertarung melawan John Wick? Well, jika itu terjadi, kami akan mendukung produk asli dalam negeri hehehe…

  • SHAZAM!

Sutradara: David Sandberg

Estimasi tanggal rilis: 5 April

Suksesnya “Aquaman” mengembalikan DC ke jalur yang benar memiliki dampak pada film DCEU berikutnya, yaitu “Shazam!”. Merupakan superhero yang terbilang asing, apalagi bagi para penonton awam Indonesia, “Shazam!” sebetulnya bisa menjadi superhero yang disenangi banyak orang. Hal tersebut setidaknya nampak jelas dari trailer. “Shazam!”, yang aslinya adalah seorang anak kecil, memiliki sifat yang ceria dan kocak. Ini setali tiga uang dengan kebanyakan hero yang karakternya begitu disukai saat ini yaitu Deadpool, Ant-Man, Spider-Man, dan Star Lord. Kepribadiannya asik, sans, menyenangkan deh pokoknya. Ini bisa menjadi solusi juga bagi DC yang hingga kini sebetulnya belum memiliki sosok pahlawan yang tingkah lakunya betul-betul dapat menggembirakan.

“Dia seperti bocah dalam tubuh orang dewasa”, tutur David Sandberg – sutradara film ini – mengenai Zachary Levi, aktor yang memerankan Shazam. “Dia memiliki energi, dan juga excitement”. Pantas saja kalau David bilang seperti itu karena jika dilihat lagi, pemilihan Zachary Levi sebagai Shazam! sudah tepat. Aktor ini kalau dilihat-lihat memang cocok memerankan Shazam. Merujuk pada penampilannya di serial televisi “Chuck”, Zach sangat sesuai memerankan karakter protagonis utama yang rada-rada o’on. Gak serius-serius amat. Faktor lain yang membuat “Shazam!” bisa menyodok ke papan atas sutradaranya. David F. Sandberg adalah sutradara yang sukses lewat film horor low-budget “Lights Out” dan berjasa dalam mengembalikan Annabelle menjadi kisah creepy yang seharusnya. Last but not least, keterkaitan antara film ini dengan film DCEU lainnya. Satu karakter penting di dalam film yaitu Freddy Freeman merupakan “superhero afficionado” yang tahu segala macam hal mengenai superhero seperti Batman dan Superman. Anyway, karakter Superman ini direncanakan akan menjadi cameo tapi gagal. Semoga saja nanti akan ada karakter lain yang muncul di “Shazam!”. Kalau tidak dari Justice League, ya mungkin Black Adam??

  • THE NEW MUTANTS

Sutradara: Josh Boone

Estimasi tanggal rilis: 2 Agustus

X-Men rasa horor! Wow, how cool is that? Film yang semakin hari semakin mundur penayangannya ini akhirnya betul-betul bisa kita saksikan tahun ini. “Kecewa karena film ini ditunda. Frustrating in fact.”, ungkap Anya Taylor-Joy mengenai pemunduran jadwal tayang “The New Mutants”. Jika dijumlahkan, genap enam belas bulan film ini berada di masa post-production. Mengapa? Menurut laporan, pihak 20th Century Fox menginginkan reshoots dalam skala masif. Mereka juga meminta sutradara Josh Boone untuk membuat kembali lebih dari setengah footage.

Melihat dari laporan ini, bisa saja “The New Mutants” menjadi sesuatu yang ternyata tidak seperti yang kita duga sebelumnya, yaitu mengedepankan unsur horor. Apalagi mengingat footage yang tampil ke publik juga baru sedikit. Tapi laporan berikutnya memberikan harapan. Setelah dilakukan test screening, “The New Mutants” mendapat respon positif. Fox ternyata menginginkan film agar lebih meningkatkan kadar intense-nya selain unsur seram yang memang sudah ada sejak awal. Belum ada informasi lanjutan yang resmi mengenai cerita ke depan. Masih seputar mutan-mutan muda yang ingin keluar dari penjara mereka. Dengan segala sesuatu yanh sudah mereka punya, semoga ketika mutan-mutan ini bebas (baca: akhirnya tayang di bioskop), berhasil memberikan warna baru bagi comic-book movies.  

SIAGA!

  • ALADDIN

Sutradara: Guy Ritchie

Estimasi tanggal rilis: 24 Mei

Perhatian! Jin mulai keluar dari botolnya untuk mengabulkan tiga buah permintaan! Remake versi live-action dari “Aladdin” siap meramaikan musim panas tahun ini. Disutradarai oleh Guy Ritchie yang sebelumnya menukangi “King Arthur”, justru muncul banyak pesimisme mengenai hasil akhirnya. Yang paling kentara adalah di karakter Jin. Ini merupakan karakter yang sangat sulit untuk diterjemahkan dalam bentuk live-action. Jika penampilan Jin mampu memenuhi ekspektasi, “Aladdin” akan terlihat sangat menjanjikan. Tapi jika yang terjadi adalah sebaliknya, bukan tidak mungkin karakter Jin akan menjadi lelucon terbesar tahun ini. Kemudian terpilih lah Will Smith sebagai pemeran Jin.

Jika dilihat-lihat, pemilihan ini memiliki plus-minus yang seimbang. Nilai positifnya adalah, Will Smith merupakan aktor kenamaan Hollywood yang dikenal dengan kelucuan lawakan dan pembawaan yang menyenangkan. Kualitasnya sebagai entertainer tidak perlu diragukan. Ia adalah magnet yang dipercaya masih bisa mendapatkan banyak penonton. Nilai negatifnya, kita harus memupus perwujudan sang Jin yang sesuai dengan versi kartun karena Will dari segi fisik saja jelas terlihat lebih ramping. Belum lagi setelah melihat foto pertamanya, Jin ini jauh sekali dari versi kartunnya! Jika Disney bisa membuat Si Buruk Rupa terlihat sangat meyakinkan, mengapa Jin tidak? Belum selesai, karakter Jafar yang diperankan oleh Marwan Kenzari belum cukup intimidatif sebagai antagonis. Kemudian yang terakhir, kekhawatiran akan pendekatan kreatif Guy Ritchie yang terkenal lebih keren dalam artian yang modern. Kami tidak ingin “Aladdin” menjadi “Robin Hood” berikutnya.

  • BUMI MANUSIA

Sutradara: Hanung Bramantyo

Estimasi tanggal rilis: TBA

Dilihat dari sutradaranya, “Bumi Manusia” sudah ditangani oleh orang yang berpengalaman. Kualitas Hanung Bramantyo dalam membuat sebuah film berlatar sejarah tidak perlu diragukan lagi. Terakhir, ia menunjukkan kapasitasnya di film “Kartini” dan semua terlihat otentik, kecuali map dari tempat dokumen yang diberikan oleh karakter yang diperankan Dwi Sasono di akhir filmnya. Selain itu semuanya oke punya. Hanya, di “Kartini” kita sudah melihat Hanung coba bereksplorasi dengan menjadikan Kartini sebagai perempuan yang lebih apa adanya. Ia supel, suka ngusilin adik-adiknya, tidak ragu untuk memanjat pohon. Pokoknya hal-hal yang bisa dibilang bertolak belakang dengan apa yang kita kira atau tahu sebelumnya namun di sisi lain itu menjadi sebuah penyegaran baru bagi karakter itu sendiri.

Apakah Hanung akan kembali melakukan hal yang sama bagi Pangeran Minke? Secara watak sih belum kelihatan ya. Secara, “Bumi Manusia” baru mengeluarkan footage. Tapi jika melihat dari pemilihan cast, bukan rahasia jika film ini sudah mendapatkan kontroversi. Pemilihan Iqbaal sebagai Minke dianggap kurang cocok. Seperti yang kita tahu, Iqbaal baru saja naik daun setelah berperan sebagai Dilan. Kurang dari setahun, ia mendapatkan peran besar berikutnya yaitu Minke. Apakah anak muda ini sudah siap untuk memikul beban yang berat karena Minke tidak sekedar menebar pesona. Kemudian pernyataan Hanung mengenai terpilihnya Iqbaal yang hanya dipakaikan baju adat semakin membuat komentar-komentar tentang “Bumi Manusia” semakin membara. Kekhawatiran berikutnya datang mengenai visi Hanung ke depan. Banyak yang “worry” kalau “Bumi Manusia” akan lebih menampilkan kisah romansa dibanding perjuangan melawan kolonialisme.

  • SONIC

Sutradara: Jeff Fowler

Estimasi tanggal rilis: 8 November

Dari penampakan karakter-karakter re-imagining yang sudah tampil sejauh ini, secara mengekutkan, Sonic menjadi yang paling mengkhawatirkan. Kanal IGN menjadi yang pertama merilis tampilan Sonic dan walaupun baru kelihatan siluetnya, kita semua tahu kalau ini bisa jadi bencana. Sonic untuk pertama kalinya terlihat berbulu. Ini mungkin masih bisa diterima atau ditolerir karena penonton juga pasti paham keinginan studio untuk membuat Sonic terlihat lebih nyata sebagai sesosok makhluk. Dalam hal ini adalah seekor landak. Tapi sayangnya banyak hal lain dalam diri Sonic versi film yang sulit sekali untuk diterima. Mulai dari bentuk tubuhnya yang terlihat lebih atletis layaknya manusia yang berprofesi sebagai pelari, kemudian detail-detail kecil seperti tangannya yang nampak tidak mengenakan sarung tangan, dan sepatu yang dibuat lebih sporty.

Lebih berisiko lagi ketika pihak kreator film tahu bahwa akan ada satu hal besar yang akan ditampilkan secara berbeda, dan ini tidak membuat seluruh orang di SEGA menjadi happy. Matanya. Sonic, yang di versi kartun memiliki mata 2D, nanti akan memiliki mata yang berbeda. “Saya tidak berpikir bahwa pihak SEGA akan merasa senang secara keseluruhan dengan keputusan mata dari Sonic” ujar Tim Miller, executive producer film Sonic yang juga merupakan sutradara “Deadpool”. Tim beruasaha sedikit meyakinkan dengan mengatakan bahwa semua ini sudah menjalani proses diskusi. Di mana timnya hanya mengubah apa yang dirasa penting dan sisanya tetap sama. Stay true to the rest of it.

  • MIB INTERNATIONAL

Sutradara: F. Gary Gray

Estimasi tanggal rilis: 14 Juni

Dari segi cast, spin-off dari “Men in Black” ini tidak masalah. Chris Hemsworth dan Tessa Thompson adalah dua nama yang masih hangat-hangatnya di Hollywood, terutama untuk Chris yang baru saja menunaikan tugasnya sebagai Avengers ketika film ini dirilis. Kedua aktor pun dianggap sudah memiliki chemistry yang baik karena kita semua tahu, Chris dan Tessa sudah bahu-membahu lebih dulu di film “Thor: Ragnarok”. Buat sutradaranya, sama. Tidak ada keraguan yang muncul dari seorang F. Gary Gray. Ia adalah orang yang membuat “Straight Outta Compton” secara tak terduga sukses baik secara komersil maupun kualitas. Ia juga sudah terbukti bisa menukangi proyek raksasa di film “Fast & Furious 8”. Jadi sebenarnya dari segi cast dan crew, “MIB International” sudah sangat kuat dan solid.

Keraguannya justru ada di cerita. Meski menawarkan ekspansi yang memunculkan banyak hal baru, apakah kita betul-betul membutuhkan cerita terbaru dari “Men in Black”? Istilah kasarnya, gak perlu ada lagi lah sekuel seperti ini. Apa yang sudah dilakukan di film-film “Men in Black” sebelumnya itu sudah lebih dari cukup untuk menggambarkan relasi antara Will Smith dan Tommy Lee Jones.

  • TOY STORY 4

Sutradara: Josh Cooley

Estimasi tanggal rilis: 21 Juni

Berbicara mengenai cerita yang dipertanyakan karena apakah kita sesungguhnya masih membutuhkannya, “Toy Story 4” juga memiliki permasalahan yang sama. Masih tertanam di ingatan kita tentang akhir dari film ketiga. Di sana terlihat Andy sudah menyerahkan mainan-mainannya kepada anak lain. Ini merupakan ending yang pas. Toy Story menutup kisahnya dengan cara yang menyentuh karena dengan diserahkannya Woody dan kawan-kawannya menandakan keterkaitan emosional yang sudah film ini sajikan sejak tahun 1995 sudah selesai. Akan maksa jadinya jika film keempat mencoba untuk membuat ikatan emosional yang baru, meski hal itu layak dicoba. Jika film mencoba arah yang lain, justru itu semakin kurang bernilai karena para mainan kini hidup di dalam dunia mereka sendiri saja, bukan sebagai mainan yang selama ini selalu Woody bangga-banggakan.

Jika dilihat-lihat dari info yang sudah masuk, “Toy Story 4” tahu akan kelemahannya. Maka dari itu, mereka coba mengambil risiko dengan memulai babak baru sekaligus menyuguhkan kepada Woody dkk bahwa dunia mainan itu lebih besar dari yang diduga sebelumnya. Karena berukuran besar, tentu dunia ini akan semakin diramaikan oleh karakter-karakter baru. Ini membuat kisah Toy Story lebih berwarna tapi harus diingat juga banyak dari penonton mereka nanti adalah penonton film pertama, kedua, dan ketiga. So, “Toy Story 4” meski bergerak ke arah yang baru juga masih harus terlihat familiar. Sutradara Josh Cooley, yang melakukan debut film panjangnya di “Toy Story 4” ini juga mengatakan bahwa banyak dari apa yang akan terlihat nanti belum pernah ada di Toy Story sebelumnya. Memiliki cerita di mana para mainan akan keluar dari Tri-County Area merupakan hal yang benar-benar baru. Untuk mengimbanginya, road trip ini masih akan dihiasi dengan unsur emosional yang heartwarming. Jadi kata kuncinya, terutama untuk anak-anak lama adalah, siap-siap move on.

Itu dia ulasan mengenai preview film-film 2019 versi Cinemania ID. Ada film-film yang jadi unggulan utama, unggulan, kuda hitam, atau bahkan ada juga yang belum apa-apa sudah berisiko tinggi. Bagaimana hasil akhirnya sangat menarik untuk diketahui, mengingat kedua puluh film itu statusnya sudah masuk ke level “Diantisipasi” hingga “Sangat Diantisipasi”. Bagaimana denganmu? Apakah kamu punya daftar yang berbeda? Jangan ragu untuk membagikannya karena kami pun sadar, lima film dalam setiap kategori itu masih sedikit. So happy listings, and see you at the cinema!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here