Lin-Manuel Miranda, Meniti Perjalanan Karirnya yang Kini Makin Cemerlang

Salah satu kejutan yang kami dapat ketika melihat nominasi Golden Globe tahun depan adalah di kategori Aktor Utama Terbaik – Musikal dan Komedi. Di situ ada nama Lin-Manuel Miranda, seorang musical-performer yang baru-baru ini karirnya semakin meroket. Setelah sukses besar lewat drama musikal Broadway “Hamilton”, kemudian mengisi lagu-lagu oscar-nominated di “Moana”, Lin didapuk sebagai Jack the Lamplighter di film “Mary Poppins Returns”. Sekarang, berkat penampilannya sebagai Jack, Lin sudah sejajar dengan aktor-aktor kondang dan senior Hollywood, yang mana mereka sudah jauh lebih berpengalaman di dunia peraktingan. Sebut saja Christian Bale, Viggo Mortensen, Robert Redford, dan John C. Reily.

Masuknya Lin sebagai nominasi tentu menimbulkan kejutan dan rasa penasaran. Sebagus apa sih memangnya orang ini tampil sebagai Jack? Well, setelah menonton filmnya, ho ho ho! Pertanyaan witty tersebut langsung dijawab tuntas oleh sang aktor. Meski aksennya terdengar agak lebay, secara keseluruhan Lin luar biasa. Ia tampil all-out, berhasil memukau dan menjadi partner yang pas dan imbang bagi Emily Blunt yang memerankan Mary Poppins. Ngomongin soal tampil memukau, ada salah satu sequence di mana kita bisa melihat betapa jeniusnya Lin dalam menampilkan persembahan musikal. Ia melantunkan lirik secara “rattles”, atau lebih mudahnya “nge-rap”, dibarengi oleh koreografi dan latar animasi! Damn, that’s absolutely fantastic! Lin-Manuel Miranda nailed a musical-rap song with classic yet unique Mary Poppins’ style! Sekarang bagaimana ceritanya dari awal sang nominee ini memperoleh peran itu? Kita dengar sama-sama yuk..

Lin Manuel Miranda di salah satu adegan di “The Odd Life of Timothy Green” (2012)

Well, Lin-Manuel Miranda memulai semuanya dari teater. Yup, “In the Heights” dan “Hamilton” lebih tepatnya. Empire menulis, untuk “Hamilton”, ini adalah sebuah pertunjukan hip-hop musical yang hebat mengenai Alexander Hamilton, salah satu founding fathers Amerika. Ia awalnya adalah seorang imigran miskin sebelum menjadi partner bagi George Washington baik dalam perang (War of Independence) maupun pembentukan negara Amerika Serikat. Mulai dari sistem finansial, hingga teori konstitusi, Hamilton otaknya. Lirik dalam pertunjukan memakai kata “non stop” untuk mendeskripsikan dirinya. Peran Lin sangat besar di sana. Ia menulis, menjadi komposer, dan memerankan karakter Hamilton juga.

Pertunjukan ini kemudian booming. “Hamilton” menjadi hit di tahun 2015 dengan 16 nominasi Tony Awards 2016, dan memenangi 11 diantaranya. Tiket pertunjukan minggu terakhir Hamilton di mana Lin-Manuel Miranda berperan sebagai karakter utamanya naik harga hingga ratusan dollar. Empire menulis bahwa tidak berlebihan jika fenomena yang disebabkan oleh “Hamilton” disamakan dengan apa yang dilakukan “Harry Potter” dalam dunia penerbitan. Show ini memunculkan penonton-penonton baru yang tertarik untuk pergi ke teater, dan tentunya fans loyal yang terobsesi dan berapi-api. Bagi Lin, kesuksesan ini memberinya banyak spotlight, termasuk perhatian dunia internasional. Ia mendapatkan banyak penghargaan seperti Pulitzer Prize, Grammy, dan Emmy. Jika saja nanti Lin menjadi nominee Oscar, maka ia menjadi salah satu (atau bahkan satu-satunya?) seniman yang berpeluang meraih EGOT (gabungan dari Emmy, Grammy, Oscar, dan Tony Awards).

Tapi ternyata, bagi Lin, meski Hamilton adalah sebuah kesuksesan yang luar biasa, tidak ada yang bisa mengubah jalan hidupnya selain “In the Heights”. Ini adalah pertunjukan musikal pertamanya, yang bercerita mengenai kehidupan imigran yang ber-setting di tempat asal Lin berada yaitu Washington Heights. Tempat itu sendiri merupakan lingkungan yang dikenal sebagai wilayah mayoritas Hispanik di New York City. Nah, di sana lah Lin-Manuel Miranda mulai menulis sejak masih ber-status mahasiswa. Sama dengan “Hamilton”, “In the Heights” juga mengusung unsur hip-hop. Kualitas Lin juga sebetulnya sudah terlihat di sini. Buktinya adalah prestasi yang ia dapatkan bersama “In the Heights”, yaitu titel “Best Musical” dan “Best Original Score” di ajang penghargaan Tony Awards tahun 2008. Hari di mana “In The Heights” akhirnya selesai, Lin mendapatkan tawaran untuk tampil di “The Odd Life Of Timothy Green” (2012), film tentang bocah yang secara ajaib tumbuh dari “vegetable patch” (potongan sayuran). Lin di film tersebut ditawari peran kecil, yaitu sebagai ahli botani bernama Reggie.

Lin Manuel Miranda bernyanyi bersama Dwayne ‘The Rock’ Johnson di premier film Moana
Photo by Alberto E. Rodriguez

Setelah tidak mendapatkan peran apapun dalam film setelah “Timothy Green”, Lin-Manuel Miranda mulai menulis pertunjukan demi pertunjukan, salah satunya adalah “Hamilton”. Ketika “Hamilton” sukses, penawaran yang datang padanya lebih gila lagi. They were on another level. Sebelum “Hamilton” membuka pertunjukan off-Broadway, Ron Clements dan John Musker datang padanya. Mereka menginginkan Lin untuk pergi menjelajahi Samudra Pasifik dalam film “Moana”. Ini tentu sebuah tantangan besar karena bukan cuma soal nama Disney, proyek “Moana” juga berbarengan dengan “Hamilton”. Lin menuturkan kepada Empire bahwa di sela-sela pertunjukan ia menulis lagu untuk “Moana”, mengirim sample-nya ke Burbank meminta cast yang sedang off-duty untuk menyanyikan lagu tersebut.

Meski begitu, menurut Lin, “Moana” memberinya kebijaksanaan di tengah kepopuleran. “Proyek ini membuat Saya tetap menapak tanah menjadi seorang penulis”, ungkapnya. “Semua kegilaan terjadi dan aktor-aktor kami (Hamilton) banyak mendapatkan tawaran yang gila dan kami juga mendapatkan untuk tampil di sampul majalah-majalah. Dan di antara itu semua, saya memiliki deadline dua lagu yang harus disetor setiap Selasa dan Kamis. Proyek ‘Moana’ membuat semua jadi seimbang. Saya tidak boleh berbesar kepala karena ada tugas dari Disney yang harus diperhatikan”. FYI, di periode ini Lin memang menolak banyak tawaran agar tersedia ruang yang cukup baginya untuk menulis.

Elsewhere, Rob Marshall, sutradara dari film-film musikal besar seperti “Chicago” dan “Into the Woods” sedang mencari cast. Ia ingin orang yang tepat untuk berperan sebagai Jack, karakter yang baru diciptakan untuk film kedua “Mary Poppins”, yaitu “Mary Poppins Returns”. Melihat penampilan dan performa musikal yang selama ini ditunjukkan oleh Lin-Manuel Miranda membuat Rob yakin untuk menempatkan Lin sebagai pilihan pertama. Ia dan producing partner John DeLuca kemudian datang ke Teater Richard Rogers di New York untuk bertemu dengan Lin. Setelah berbincang-bincang, Lin tidak percaya akan keberuntungan yang ia dapat. “Ketika mereka berkata ‘Emily Blunt’, dan bahwa cerita ini bukan sebuah remake, Saya langsung setuju untuk bergabung”, tuturnya. “Saya pikir Rob Marshall adalah salah satu filmmaker musikal terbaik yang pernah ada, maka dari itu saya juga ingin belajar”.

Lin Manuel Miranda di ‘The “70th Annual Tony Awards” (2016)
Photo by Theo Wargo

Bagi Rob sendiri, ia memiliki satu alasan khusus mengapa menjatuhkan pilihan kepada Lin-Manuel Miranda. Selain karya-karyanya yang memang luar biasa, menurut Rob, Lin memiliki semangat yang murni dan ini sesuai dengan feel yang akan dibawa oleh film “Mary Poppins Returns”. Lin-Manuel Miranda adalah seseorang yang bisa membagikan aura dan semangat positif melalui penampilannya. Dengan di-cast-nya Lin sebagai Jack, menurut Rob akan membuat filmnya menjadi semakin baik karena Mary Poppins sekarang sudah memiliki tandem yang bagus untuk membagikan daya magisnya. Lebih jauh, Rob juga mendeskripsikan Lin sebagai orang yang jujur dan apa adanya.

Sesampainya di set “Mary Poppins Returns” di London, Lin mencoba untuk beradaptasi dengan karakternya dan tantangan-tantangan yang ia akan hadapi. Untuk karakternya yaitu Jack, Lin mengaku bahwa Jack memiliki role yang cukup berbeda dengan Bert-nya Dick Van Dyke, meski keduanya sama-sama berada di samping Mary Poppins. Menurutnya, Jack lebih “straight up looks up” ke karakter Mary Poppins karena setelah Lin mempelajari karakater Jack, ia mengasumsikan bahwa Jack adalah orang yang percaya pada keajaiban. Dan ketika Mary Poppins muncul, Jack percaya bahwa akan terjadi sebuah keajaiban. Bukan rekan dekat seperti yang ditunjukkan oleh Dick lewat karakter Bert.

Salah satu adegan di Mary Poppins (2018)

Kemudian yang menjadi tantangannya adalah aksen, terutama British accent. Untuk yang satu ini Lin selalu mengingat saran untuk tidak terlalu cockney. So, dia pergi ke East End untuk bertemu kelas pekerja agar bisa menyesuaikan diri dengan tuntutan narasi. “Just shy of rhyming slang”, katanya kepada Empire. Usaha ini kemudian bisa kamu lihat hasilnya dalam film. Ada “patter” di situ, atau ucapan cepat yang biasanya dilakukan oleh seorang pelawak. Ketika bisa menguasai hal itu, Lin merasa gembira. Apalagi dirinya semakin merasa terbantu dengan pertolongan dari cast dan kru yang ada di Shepperton Studio. Beberapa diantaranya adalah Emily Blunt yang memberikan banyak dukungan bagi Lin dan Dick Van Dyke yang memiliki sense of humor yang tinggi ketika berbicara mengenai masalah aksen.

Dengan rilisnya “Mary Poppins Returns” yang diiringi oleh raihan banyak prestasi seperti nominasi Golden Globe, Critics Choice, SAG, dan juga menjadi salah satu dari sepuluh film terbaik versi American Film Institute, perhatian pada nama Lin-Manuel Miranda tentunya akan semakin tinggi. Orang-orang di seluruh dunia semakin sadar akan seberapa berbakatnya dia dan juga akan semakin aware terhadap proyek berikutnya yang melibatkan namanya. “Purity of spirit” yang dimiliki oleh Lin-Manuel Miranda diyakini akan terus berjalan dalam setiap karyanya di masa depan, dan sepertinya line-up yang ada cukup menjanjikan. Dari layar perak, terdapat “potential re-team” untuknya dengan Rob Marshall pada proyek live-action “The Little Mermaid”. Kemudian dari musikal, Lin sudah menyiapkan tiga ide di kepalanya. Dua diantaranya akan dibuat dalam konsep “screen musicals”. Lalu Lin juga akan kembali berkolaborasi dengan Quiara Alegria Hudes, tandemnya di “In the Heights” untuk menulis lagu bagi pertunjukan musikal animasi berjudul “Vivo”.

Hebat! Semoga saja semuanya nanti bisa terwujud. Vamos, Lin! You are unstoppable!!

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here