Pada tahun 2017 lalu, “It” memang menjadi salah satu film yang diantisipasi. Merupakan hasil adaptasi novel populer karya Stephen King, “It” memiliki kekuatan dari sosok antagonis utama bernama Pennywise dan juga nama besar sutradaranya, Andres Muschietti. Hebatnya, “It” ternyata sanggup menjawab ekspektasi ke tingkat paling tinggi. Mereka betul-betul meledak setelah filmnya rilis! Film ini mendapatkan opening weekend gross sebesar 123 juta USD di box office Amerika dan 66 juta USD di box office internasional.

Hasil tersebut menjadikan “It” sebagai film dengan opening weekend terbesar dalam sejarah box office Amerika pada bulan September. Tidak hanya itu, film ini juga tercatat sebagai film dengan opening weekend terbesar nomor satu di “Fall Season” dan nomor tiga tertinggi bagi film “R-rated”. Kesuksesan tersebut tak pelak membuat bagian kedua dari film segera diproduksi. Hasil akhirnya? Tidak mengecewakan. Menampilkan versi dewasa dari “Losers Club”, “It Chapter 2” hanya kalah pendapatan box office nya dari film pertama.

Dari sini terlihat jelas bahwa “It” adalah film horor yang sangat sukses. Magnet Pennywise begitu besar dan kuat dalam membuat penonton berbondong-bondong pergi ke bioskop. Maka dari itu, Movie Freak Binus TV ingin merayakan hype itu lewat segmen Community Corner. Mengundang narasumber dari PNFI (Penggemar Novel Fantasi Infonesia), Adam dan Loki berbincang mengenai kisah “It” jika dibandingkan dengan versi bukunya.

Mereka mencari jawaban dari teka-teki yang ada, mengorek beberapa poin yang tidak nampak di filmnya hingga coba mencari tahu hubungan film dengan jagat sinema Stephen King. Tak disangka, obrolan ini berlangsung begitu menarik, dalam, dan tidak cukup ditampilkan dalam satu episdode saja.

Perhatian! Obrolan ini mengandung spoiler. Kalian sudah diperingatkan.

 

Sebelum kita ngebahas “It”, kasih tahu dulu dong PNFI berdirinya gimana.

Oni: Jadi sebenarnya Penggemar Novel Fantasi Indonesia itu adalah kumpulan orang-orang yang ngerasa bahwa novel fantasi ini bukan cuma buat anak-anak. Jadi jangan dianggap kita baca fantasi, dongeng itu cuma buat anak-anak aja segmennya. Ternyata tidak. Jadi 1 Mei 2013 kita bikin grup, based-nya tuh di Facebook, grup tertutup yang ngebahas semua novel-novel dengan tema fantasi. Dan nanti di fantasi tuh ada tuh, beberapa sub genre nya panjang. Termasuk Stephen King punya.

Itu awalnya komunitas tertutup di Facebook. Kegiatannya selain ngebahas buku ada apa?

Oni: Yang paling utama di kita adalah meracuni anggota untuk membaca. Jadi dalam tanda kutip kita selalu ngasih info, ‘Guys ini (buku) mau terbit kapan, ini mau terbit kapan’. Baik edisi terjemahan maupun edisi internasional.

Kita juga mau nunjukin beberapa foto yang udah dicuri-curi nih soal PNFI. Ada apa aja nih?

Oni: Kalau yang ini baru ya. Tanggal 18 Agustus kemarin. Tahu Percy Jackson? Nah ini adalah acara kita yang terkait fandom Percy Jackson. Jadi kita bikin acara di mana “Anak Dewa-Dewi” saling bertarung di situ dalam bentuk kemah. Gak nginep sih, jadi kita bertarung dalam games-games yang seru. Ini (juga) bagian dari acara ulang tahun PNFI keenam.

Wihhh! Selamat ulang tahun juga berarti yaa! Kasih tepuk tangan dulu dong. Nih balonnya warna merah hehehehe…. Next kita ada foto apa lagi?

Oni: Kalau ini talkshow. Jadi kita ngebahas juga gimana sih caranya menerbitkan buku. Kendalanya, nerjemahinnya, kok harga buku tuh mahal banget sih? Itu kita bahas dalam talkshow juga.

Jadi “more than just reading a book” ya?

Oni: Yes. Biar kita tuh gak nyinyir. Kita harus tahu proses panjang dibaliknya. Jadi kita mewadahi itu kepada pembaca.

Diwadahi sama PNFI. Terus yang ketiga?

Oni: Yang ini kita nobar tahun kemarin ya. “Crimes of Grindelwald”, itu kan lanjutannya dari Potter Universe. Wizarding World. Jadi kita kerja sama dengan komunitas Gila Film ID. Kita kerja sama dengan mereka karena di PNFI itu Potterheads-nya banyak. Jadi PNFI itu irisan-irisan fandom yang kalau mau gabung, bisa masuk.

Itu kalau dijadiin silsilah keluarga panjang tuh!

Oni: Hahahaha! Iris-iris nyambung.

Itu tadi beberapa foto soal PNFI. Kalau mau daftar gimana sih?

Oni: Masuk aja ka Facebook. Ada akun “Penggemar Novel Fantasi Indonesia”. Nanti masuk, minta daftar, nanti ada pertanyaan-pertanyaan yang mesti dijawab. Nanti salah satu dari admin akan accept.

Pertanyaannya itu pertanyaan general atau….

Oni: General.

Jadi siapa aja bisa daftar ya.

Oni: Jadi siapa yang tertarik ke fantasi dan pengen baca, pengen gabung, bisa.

Nah kalau ngomongin novel-novel fantasi gak terlepas dari karya-karyanya Stephen King. Ini pertama kali baca tuh gimana ceritanya? Kapan, terus baca buku apa?

Oni: Aku bacanya tahun…. masih baru ya. Aku masih newbie karena baru lima tahun lah. Aku bacanya tahun 2014 itu bacanya “Carrie”. “Carrie” ini udah ada edisi terjemahan, jadi itu yang aku baca pertama.

Selain “Carrie” ada lagi gak karya-karya Stephen King yang Mba Oni suka?

Oni: Kalo novel favoritku “It”.

Nah pas bener nih kan! Setelah nonton (film) yang pertama, apa ekspektasinya Mba Oni nih untuk film kedua?

Oni: Sebenarnya kalau dibilang ekspektasi agak sulit ya. Bukunya kan tebel banget. 1.376 halaman edisi internasionalnya jadi ekspektasiku hanya semoga sutradaranya dan para pekerja dalam film ini tuh bisa menonjolkan jiwa yang diharapkan dalam kisah “It” ini. Karena itu pada dasarnya adalah cerita coming of age yang dibalut dengan horor dan supranatural. Itu sih jiwa yang sebenarnya kuharapkan. Tapi aku juga gak mau berharap terlalu tinggi ya karena bukunya tebel banget dan multi-layer banget.

Hmmm begitu. Kalau ngomongin soal multi-layer, salah satu yang istilah kata “tricky” adalah Pennywise. Ini sebenarnya Pennywise itu apa sih? Dari 1.376 halaman itu apakah dibahas tuntas habis?

Oni: Jadi di buku itu bahkan ada sudut pandang It-nya. Kalau kita nonton film kan kita gak tahu di kepala si It itu mikirin apa kan. Tapi kalau di buku itu ada.

Tapi sebenarnya It itu apa sih?

Oni: Aduh gimana ya…

Pennywise-nya. Pennywise itu apa sih?

Oni: Badutnya itu namanya Pennywise. Jadi kalau dibilang setan enggak. Lebih deket ke alien sebenarnya. Tapi bukan alien juga. Jadi ini adalah salah satu tricky yang paling besar dalam bukunya karena di buku itu ada istilahnya “Macroverse”. Jadi istilahnya itu ada semesta, semesta, semesta, kalau pernah baca mengenai teori Universe atau apa, penggemar “Doctor Strange” Marvel pasti ngerti lah. Jadi It itu adalah salah satu bentuk dari entity Macroverse, yang dia itu pengen makan dunia kita secara harfiah. Dan dunia kita ini adalah hasil produk dari entitas Macroverse lain, saingannya si It. Yang kalau digambarkan dalam buku itu sebagai sosok kura-kura.

Gue sempet lihat tuh “easter eggs”-nya kura-kura!

Oni: Pada ‘ngeh’ kan.

Kenapa ada kura-kura di sini! Ya kan… Ada beberapa scene kecil. Jadi si Pennywise itu pengen makan Bumi ya? Galactus dong!

Oni: Bisa jadi. Tapi gak sesederhana itu juga. Jadi si kura-kura ini dia itu yang menciptakan Bumi kita. Jadi Pennywise ini sebel banget sama kura-kura ini. Dia merasa dia gak pengen disaingi, jadi dia pengen merusak ciptaan si kura-kura, yaitu Bumi nya kita. Jadi di masa pra sejarah, Dinosaur something, di buku itu dijelaskan dia tuh turun kayak meteor. Turun ke tempat yang jadi cikal bakal Derry. Dari situlah dia menarik orang-orang untuk berkumpul di Derry. Itu sebabnya, sebenarnya Pennywise adalah jiwa kota itu. Aduh ini jadi spoiler lagi kan…

Memang kita udah kasih tau spoiler. Gak apa-apa. It’s okay.

Oni: Jadi ketika nanti finalisasi dari bukunya, nanti Derry itu bablas.

Ohhhh oke. Tapi kenapa dia pilih badut ada alasannya gak sih?

Oni: Ada karena sejarahnya ini ada hubungannya dengan Indian. Ada hubungannya dengan revolusi Amerika…

Waduh…

Oni: Banyak. Jadi multi-layer.

Jadi kayak minggu lalu kita bahas 60-an!

Oni: Emang benar-benar ada hubungannya dengan itu. Pennywise ini melihat bahwa badut ini adalah sosok yang paling bisa menarik anak-anak. Karena menurut dia anak-anak ini adalah korban yang paling enak dibandingkan dengan orang dewasa. Dia agak bosen dengan orang dewasa. Sementara Pennywise alias It ini sebenarnya karakternya itu kayak anak-anak. Maksudnya dia gak suka disaingin, dia pengen menang sendiri. Jadi kayak orang belum dewasa lah.

Traits-traits yang childish lah ya.

Oni: Makanya dia mempertahankan dirinya sebagai bentuk badut. Tapi tidak selalu badut. Kalau di buku tuh banyak banget.

Ada apa aja?

Oni: Ada semacam monster burung, ada dia nyamar jadi pekerja, jadi Pennywise ini bukan literally makan. Dia itu “feeding from fear”. Makan dari ketakutan orang. Terus dia mengajak orang untuk berbuat keji. Jadi semakin keji perbuatannya, semakin kenyang dia.

Oh pantes ada beberapa scene di mana orang tuh istilah kata “dirasukin” atau dipengaruhi sama dia ya?

Oni: Nah iya! Dia memang punya kekuatan itu. Jadi sebenarnya dalam siklus dia yang sekali 27 itu dia men-trigger peristiwa yang membangkitkan kekejian orang.

Di “It” itu ada siklus 27 tahun. Itu bener di bukunya sama atau beda dikit sih?

Oni: Beda sebenarnya. Jadi 27 tahun itu…. Sebenarnya timeline waktu di buku pun beda. Kalau di buku kan novel ini dikeluarin sama Om King tahun 1985. Jadi di situ setting-nya mereka dewasa. Kejadian saat mereka anak-anak itu jadi 85 dikurang 27. Berapa tuh? 1957. Namun sebenarnya untuk siklusnya Pennywise itu tidak bulat 27. Bisa 26 sampai 30. Tergantung dia seberapa lapar, seberapa pengen lama-lama di Derry.

Mood mood-an ya?

Oni: Iya. Nanti diawali dari musim panas, lanjut sampai beberapa musim kekejian itu berlangsung. Tergantung seberapa besar peristiwanya. Misalnya, peristiwa kekejian itu berlangsung terlalu keji. Jadi ada satu peristiwa, ini minor spoiler juga, di mana sekitar tahun 1900-an awal, jadi ini peristiwanya ada sejak 1500 kalau di buku, dan di tahun 1900-an awal ada satu bar isinya orang kulit hitam dikunciin dan dibakar sama orang kulit putih.

Racism kan? Nah peristiwa itu keji banget jadi Pennywise nya puas dong! Kenyang dengan kekejian itu, jadi gak lama periode waktu kekejiannya. Dia langsung tidur. Tapi ada satu peristiwa di mana periode kekejian itu berlangsung sampai empat tahun atau tiga tahun.

Pas orang dibakar itu, di film pertama juga ada kan? Peristiwa kebakaran juga di-mention di film pertama.

Oni: Kalau di film pertama kan ceritanya dari Mike Hanlon ya. Si kulit hitam yang orang tua dan keluarganya meninggal dalam persitiwa kebakaran. Padahal itu sebenarnya yang mengalami peristiwa kebakaran adalah ayahnya Mike, dan ayahnya Mike itu masih hidup kalau di buku. Dia yang memberikan sejarah cerita It ke Mike.

Ohh gitu. Jadi kayak turun temurun ya nerornya.

Oni: Jadi Mike Hanlon itu benar-benar menggali sejarah itu rapih-rapih banget yang dia kumpulin dari 1500-an sampai kepada yang paling baru.

Dan itu kelihatan ya di Chapter 2 waktu dikasih tau ke Bill.

Oni: Memang begitu. Kalau udah nonton ngerti.

Gimana dengan perbedaan versi film dengan versi novel yang belom disebutkan?

Oni: Waduh spoiler lagi. Tapi kalau berdasarkan filmnya, menurutku filmnya cenderung mengambil aspek horor suprantural. Itu mereka ambil. Kemudian terutama aspek persahabatannya, coming of age-nya itu mereka tetap ambil. Tapi versi yang di novel yang besar, yang fiksi ilmiah, kosmik, beberapa hal yang disturbing, itu tidak ditarik ke filmnya. Jadi kemiripannya ya…. 80 persen mungkin. Itu sebabnya durasi film kedua kan dua jam 48 menit.

Gue tertarik juga sama “Ritual of Chud” di situ. Nah boleh dikasih tau dulu gak ke Smart Viewers “Ritual of Chud” itu apa sih sebenarnya?

Oni: Ritual of Chud itu sebenarnya adalah salah satu ritual yang dikerjakan oleh orang Indian ya. Jadi ada satu peristiwa yang terkait It di buku, di mana sekitar 300-an orang non Indian itu menghilang di Derry dalam satu malam. Orang Indian ini coba mencari informasi melalui Ritual of Chud itu. Mereka kayak mengonsumsi semacam kayak mirip-mirip marijuana ya, atau obat atau apa, kemudian mereka melakukan semacam meditasi dan mereka akhirnya mendapatkan sejarah It itu datang ke dunia.

Oke. Kalau di film itu yang waktu si Mike itu nunjukin artefak ke Billy ya?

Oni: Sebenarnya kalau di buku itu, Mike tidak hanya menunjukkan itu ke Bill tapi juga menunjukkan ke yang lain dan itu bukan saat mereka dewasa.

Ohhhh!!

Oni: Saat mereka anak-anak.

Justru pas masih bocah-bocahnya di “It Chapter One” mereka cari sendiri ya istilahnya? Si It itu datang dari mana dan itu dari sudut pandangnya si gendut.

Oni: Si Ben. Itu benar, cuman dilengkapi dengan Ritual of Chud. Jadi mungkin dikasih tahu dulu kalau di film pertama itu kan anak-anak, film kedua dewasa kan?

Betul.

Oni: Kalau di buku gak begitu. Pas dibuka halaman pertama itu dewasa langsung. Jadi mereka itu flashback kalau di buku.

Alurnya campuran ya. Non-linear. Soal aktornya gimana menurut Mba Oni?  Menurut lo aktor-aktor dewasa ini udah cocok belum sih?

Oni: Cocok. Jadi boleh dibilang casting “It” ini, baik casting anak maupun dewasa itu juara ya. Sulit menemukan tujuh orang dengan karakter yang sesuai baik dari ceritanya maupun dia bisa resemblance dari aktor anaknya. Menurutku cocok. Itu bagus untuk pemilihan aktor dewasanya.

Tadi kan katanya “It” punya rival. Kenapa bentuknya kura-kura?

Oni: Kalau di buku sih sebenarnya gak disebutin secara eksplisit kok Stephen King memilih kura-kura. Cuma karena kami juga baca novel-novel fantasi yang lain, kalau ingat di mitologi atau juga ada beberapa novel bikinan Terry Pratchett juga, ada satu teori di mana alam semesta dibawa oleh kura-kura. Jadi kura-kura ini yang ngebawa alam semesta kita. Gitu.

Kalau Smart Viewers udah pernah nonton “Detective Pikachu”, itu ada salah satu Pokemon yang gede banget dia bawa gunung atau tebing gitu di tempurungnya. Mungkin itu salah satu dari wisdom tersebut ya?

Oni: Bisa jadi. Bisa jadi. Tapi kayaknya Stephen King tidak pernah mempublikasikan itu. Kenapa kura-kura. Dan ada satu entitas lain yang berperan tapi itu tidak keluar dalam film.

Apa tuh?

Oni: Mmmm… bentuknya tidak jelas.

Oke.

Oni: Tapi di buku itu disebut sebagai “The Other”.

Itu perannya seperti apa kalau di buku?

Oni: Kalau dalam buku, dia yang menolong Losers Club.

Setelah ngelawan si Pennywise?

Oni: Ya. Setelah ngelawan Pennywise di pertarungan pertama, sama di nanti finalnya.

Ngomongin soal karya-karyanya Stephen King juga katanya ada universe-nya nih?

Oni: Ya sebenarnya ada. Ada universe-nya karena Stephen King itu dia suka ngambil Maine-Derry, kemudian filmnya itu juga berkaitan satu sama lain. Sebagai contoh anak-anak dalam Losers Club itu sebenarnya mereka punya kekuatan yang sama dengan Danny Torrance di “The Shining”.

Dan nanti sekuel dari “The Shining” akan rilis di….

Oni: November.

“Doctor Sleep” ya! Nanti kita mungkin bakal ngobrol-ngobrol lagi sama PNFI. Terima kasih udah dateng ke Movfreak, sukses terus buat komunitasnya dan kegiatan-kegiatannya.

Oni: Terima kasih udah undang kita. Semoga tidak kapok.

“It Chapter 2” sedang tayang di bioskop seluruh Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here