Membedah The Pearl, Pencakar Langit Tertinggi di Dunia dalam Film ‘Skyscraper’

Setelah rilisnya ‘Ant-Man and The Wasp, Incredibles 2’ dan film-film raksasa summer blockbuster lainnya, Dwayne Johnson kembali mencoba peruntungan dengan film lain. Ia memadukan unsur keluarga dan muatan aksi yang tetap gila lewat “Skyscraper”. Disutradarai oleh Rawson Thruber (Central Intelligence), Skyscraper menjadi sedikit (atau mungkin satu-satunya) film “major studios” yang dikeluarkan di bulan Juli di mana film tersebut bukanlah film sekuel atau film yang dikembangkan dari source material yang sudah ada sebelumnya. Lebih jauh, Skyscraper bisa dibilang spesial karena kemiripannya dengan Die Hard (1988) dan The Towering Inferno (1974). Dwayne pun mengakuinya. Dia berkata bahwa Die Hard dan The Towering Inferno adalah dua film yang ia suka dan juga sukses menginspirasi dari generasi ke generasi.

Berbicara lebih dalam, tentu kita harus berkenalan lebih dulu dengan komponen terpenting yang ada di dalam film ini, yaitu gedungnya. Diberi nama “The Pearl”, gedung ini diceritakan berada di Hong Kong dengan ketinggian mencapai lebih dari 3.500 kaki. Dengan 242 lantai yang terbagi dalam beberapa bagian, The Pearl adalah pencakar langit tertinggi di dunia. Ia tiga kali lebih tinggi dari Empire State Building dan hampir dua kalinya Burj Khalifa! Kepada EMPIRE, Rawson Thruber kemudian membeberkan bagian demi bagian dari mutiara raksasa ini. Mulai dari apa fungsi bagian tersebut hingga fasilitas-fasilitasnya yang bisa membuat mulut kita ternganga.

Dwayne Johnson & Rawson Thruber (Photo by Kirk McKoy / Los Angeles Times)

EKOR NAGA – Ini adalah bagian paling bawah dari The Pearl yang membungkus Pelabuhan Victoria dengan dua keistimewaan. Pertama, lereng yang miring dibentuk menjadi sawah berbentuk seperti terasering. Sawah ini memproduksi makanan sehingga The Pearl dapat memproduksi makanan mereka sendiri. Kemudian bagian puncak terdapat concert hall yang bisa menjadi tempat pertunjukan orkestra.

LANTAI BAWAH – Ini merupakan bagian komersil gedung yang tersusun rapih dari bawah sampai ke beberapa lantai di bawah taman. Di dalamnya ada high-end shopping mall, hotel bintang lima, tiga bioskop, dua driving range, dan empat arena bowling. Tidak lupa, karena letak geografisnya yang ada di pelabuhan bagian ini turut dilengkapi oleh terminal feri dan subway.

TAMAN – Rawson Thruber paham betul kalau suasana chaos bakal lebih berasa lagi jika karakter dalam film terjebak di dalam taman yang terbakar. Apalagi jika taman tersebut terletak 100 lantai di atas permukaan tanah. Rawson mendeskripsikan taman ini sebagai “The Pearl’s most striking feature”. Bagaimana tidak, ini merupakan taman dalam ruangan dengan 30 lantai, yang memiliki air terjun setinggi 300 kaki dan observation bridge.

SPA – Kalau sudah melihat trailer-nya kamu pasti tahu dong adegan paling memorable dari film ini, di mana Dwayne loncat dari crane besar dan mendarat dengan susah payah? Nah, awalnya Rawson belum tahu di mana ia akan mendaratkan sang aktor hingga muncul ide dari sang production designer Jim Bissell untuk mendaratkannya di bagian ini. Idenya adalah satu bagian gedung yang berupa spa, namun belum selesai (unfinished). Blessing in disguise, ide ini cocok untuk mendukung penceritaan karena di saat itu Dwayne betul-betul dihajar habis-habisan dan perlu memulihkan diri kembali. “A broken wellness spa for a broken hero”.

TURBIN – Ini adalah mesin dari The Pearl. Karena memiliki “negative carbon footprint”, peran bagian turbin menjadi sangat penting karena terdapat dua turbin angin spiral yang dapat menjadikan energi tersebut sebagai tenaga yang kemudian menghidupkan gedung. Dilihat dari informasi ini bukan tidak mungkin bagian turbin akan menjadi spotlight dalam film Skyscraper. Entah akan dimanfaatkan oleh para teroris untuk mematikan daya gedung, atau sebaliknya. Dwayne akan bermain-main dengan harapan tidak terkoyak dan jatuh ke bawah.

THE PEARL –  Bagian ini terinspirasi dari dongeng lokal yaitu “The Pearl and The Dragon”. Kebetulan, Rawson sedang mencari buah ceri untuk kuenya yang satu ini dan ide tersebut sangat sesuai dengan latar tempat gedung yang memang berada di Pearl River – Hong Kong. Hasilnya, ia membuat sebuah bola permata yang ditempatkan di atas gedung. Dengan bentuk gedung yang menyerupai tubuh naga perak yang sedang naik ke atas, permata bulat ini jadi perhiasan yang cantik sekali karena seperti benda keramat yang sedang dibawa oleh sang naga. Bagian dalam dari Pearl dan apa kegunaannya bagi gedung masih rahasia, namun tidak lebay jika kita mengharapkan sesuatu yang keren dari sana.

PUNCAK – Walau diberi kebebasan sinematik untuk keperluan cerita, Rawson dkk berkata bahwa dalam hal ketinggian segala kebebasan sinematik tadi masih dapat dicapai. Ia berujar salah satu tantangan dalam membangun sesuatu yang setinggi ini adalah jenis materi yang digunakan memungkinkannya untuk menggunakan teknologi terkini untuk mencapai puncak tertinggi gedung itu.

Penasaran kan, akan seperti apa gedung ini ditampilkan? Bagaimana film Skyscraper bisa menonjolkan keindahan dari The Pearl di tengah kekacauan? Jika dilihat dari penjelasan di atas sih, sayang kalau gedung ini tidak dibikin stand-out. Keindahan, kemegahan dan kemewahannya akan menjadi latar yang luar biasa bagi pertunjukan drama keluarga plus sajian laga yang breathtaking. Chillers bisa menyaksikan Skyscraper di bioskop favorit terdekat di kota kamu mulai tanggal 11 Juli 2018, dan pastikan jangan sampai terjatuh ya.

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here