“Always remember: the universe has a way of leading you to where you’re supposed to be, at the moment you’re supposed to be there.” – Agent High T.

Lama sekali tak mendengar kabar film ‘Men in Black’ yang mengakhiri triloginya sejak 2012 silam. Kini di film terbarunya, yang lebih tepat disebut soft reboot ketimbang sekuel, film ini hadir dengan judul “Men in Black: International” yang kini disutradarai F. Gary Gray (The Fate of the Furious). Setelah Barry Sonenfeld menyutradarai ketiga trilogi awal ‘Men in Black’ yang dimulai sejak 1997 ini, Gray mencoba memasukkan cerita yang lebih impresif dengan Art Marcum dan Matt Holloway (Iron Man, Punisher: War Zone) yang kini berada di balik penulisan naskah ‘Men in Black’ terbaru kali ini.

Franchise ini kini berusaha memperkenalkan seperti apa dunia ‘Men in Black’ sesungguhnya kepada audiens yang mungkin belum pernah melihat film ini sebelumnya, namun kini dengan perspektif baru tokoh utama agen MIB wanita dalam balutan jas hitam. Beberapa induksi menarik tentang peran organisasi terhadap perdamaian antara Bumi dengan beberapa ras alien dan upaya yang terkait dengan hal tersebut juga dijabarkan untuk memberi pengertian mendasar terhadap agensi MIB.

Sayangnya premis ini tak menampilkan sesuatu yang baru. Repetisi dari film-film sebelumnya masih nampak digunakan, dan ide-ide lama tentang melindungi artefak alien dari para musuh yang juga memburu para agen, masih saja digunakan dan terlihat jelas. Memang ada beberapa ide yang fresh dimunculkan dalam film ini, dan hal ini sedikit agak membedakan dengan film sebelumnya, namun tetap saja kehadiran duo agen yang menjadi jualan film ini sejak dari pertama kalinya, menjadi tantangan menarik untuk diungkap, terutama setelah duo agen orisinil Tommy Lee Jones dan Will Smith digantikan dengan muka baru yang keduanya pasti sudah tak asing lagi di telinga kita.

Yup, dari poster dan trailer filmnya saja sudah terlihat siapa yang memerankan karakter agen utama “Men in Black: International”. Setelah mengerjakan dua film Marvel Cinematic Universe (MCU) bersama-sama, “Thor: Ragnarok” dan “Avengers: Endgame”, Chris Hemsworth dan Tessa Thompson kini resmi menjadi duo agen terbaru MIB. Hadirnya chemistry di antara mereka diharapkan bisa membuat film ini dapat berbicara banyak, paling tidak menyamai pendahulunya. Namun di “Men in Black: International”, mereka memainkan karakter berbeda sifat dengan bumbu komedi ringan diselipkan di dialog mereka.

Bila di trilogi MIB kita sudah akrab dengan nama agen J dan agen K yang legendaris itu, kini pasangan legendaris itu beralih ke tangan agen T (Liam Neeson) dan agen H (Chris Hemsworth) yang bermarkas di London. Menit pertama dimulai di Menara Eiffel, Paris, saat keduanya merupakan partner solid dan setelah bertarung melawan The Hive, perilaku agen H berubah, baik dalam pekerjaan maupun sikapnya yang arogan tak terkontrol di lapangan dan sering merepotkan agensi. Sebaliknya, agen T malah mendapat promosi dan menjadi kepala MIB. Sempat mau dipecat dan diberhentikan, muncullah agen M (Tessa Thompson), seorang agen magang yang datang dari New York untuk memulai tugasnya di London.

Suatu ketika agen H ditugaskan untuk menjaga Vungus bersama agen M, namun di luar dugaan ada spesies alien yang datang untuk membunuh Vungus, dan sebelum meninggal, Vungus memberi tahu sebuah rahasia tentang senjata terkuat di jagad raya kepada agen M. Dan kini agen M berusaha menyembunyikan rahasia itu kepada partnernya dan kepada atasannya karena munculnya info tentang adanya pengkhianat di MIB. Senjata apakah yang dirahasiakan Vungus sampai dirinya harus terbunuh? Siapakah pengkhianat di MIB itu sebenarnya?

Chris Hemsworth di film ini memerankan agen muda berprestasi, namun dengan gayanya yang cocky dan sedikit ceroboh, berpasangan dengan Tessa Thompson, seorang agen muda yang masih dalam masa percobaan, selalu mengikuti aturan dan cenderung kaku. Keduanya memang bukanlah pasangan ideal seperti yang diharapkan banyak orang layaknya dua film mereka sebelumnya. Karakter mereka yang cenderung dinamis sayangnya tak dimanfaatkan secara maksimal dari sisi naskah. Banyaknya jokes yang cenderung garing dan tidak lucu memang sangat menggangu film ini secara keseluruhan.

Karakter Chris Hemsworth di film ini mengingatkan kita akan karakter komikalnya yang sangat konyol di “Ghostbusters” (2016), sekilas memang tak berbeda jauh. Sangat berbeda ketika Tommy Lee Jones yang cenderung kaku mampu mengimbangi Will Smith dengan gesture-nya yang tegas dan berwibawa. Karakter yang jadi penghibur di film ini justru malah hadir dari sosok Pawnee yang berbentuk bidak catur kecil berwarna merah yang diisi suaranya oleh Kumail Nanjiani. Justru jokes nya malah membuat kita tertawa terbahak-bahak dan lantas kita lupa kalau peran Pawnee ini hanya sebagai sidekick saja. Pawnee memang menjadi pelipur lara kita buat kamu yang ingat akan karakter ‘Frank the Pug’ dan ‘the Worms’ di MIB sebelumnya yang sangat ikonik itu.

Meskipun Gray membawa banyak perspektif baru, kekurangannya terlihat satu per satu muncul. Mulai dari plot ceritanya yang mudah ditebak dan twist nya cenderung stereotipe, tak ada formula baru yang coba dimasukkan ke dalam elemen ini. Begitu pula dengan karakter alien yang menjadi villain diperankan oleh Les Twins, pasangan dancer kembar ternama, Laurent dan Larry Bourgeois. Potensi keduanya sangat bagus, namun kehadiran mereka tak menyelipkan dialog signifikan yang menunjukkan kalau mereka adalah sosok villain powerful, namun lebih banyak diam dan muncul dalam tampilan CG. Gerakan dance yang mereka lakukan pun notabene sebenarnya tak perlu dilakukan. Yang lebih menarik justru ada di sosok Riza (Rebecca Ferguson) yang menjadi pacar agen H. Dengan penampilan ala sosialita yang stylish, sosok Riza lebih meyakinkan menjadi sosok femme fatale mumpuni ketimbang alien kembar yang lebih banyak muncul lewat balutan full CG tersebut.

Overall, film ini mampu hadir dengan efek CG yang memukau, dengan cerita yang fun di sepanjang filmnya, namun tidak lebih mengesankan dari ketiga film pendahulunya. Semua aksi yang ada masih dapat menghibur kita, sayangnya di paruh ketiga film, cerita ditutup dengan konklusi yang agak terburu-buru. Buat kamu penikmat MIB sebelumnya, mungkin akan ada sedikit kekecewaan dengan film ini, namun buat kamu yang sekedar ingin hiburan, film bergenre sci-fi ini mampu memuaskan rasa kangen kita dengan segala aksi dan komedi yang ditampilkan agen berjas hitam ini.

 

Director: F. Gary Gray

Starring:  Chris Hemsworth, Tessa Thompson, Emma Thompson, Liam Neeson, Rebecca Ferguson, Kumail Nanjiani, Rafe Spall, Les Twins (Laurent Bourgeois, Larry Bourgeois), Kayvan Novak

Duration: 115 Minutes

Score: 7.3/10

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here