Hari ini termasuk hari yang istimewa. Bagaimana tidak, salah satu pelopor film nasional dan juga Bapak Film Nasional kita, Usmar Ismail dirayakan ulang tahunnya yang ke-97 oleh Google Doodle, Selasa ini (18/3).

Usmar Ismail lahir di Bukittinggi, 20 Maret 1921, dan selama karirnya di dunia perfilman, telah menorehkan lebih dari 30-an lebih film dan filmnya yg terkenal, yakni Tiga Dara (1956) menjadi menjadi latar belakang Google Doodle hari ini dengan goresan hitam putih.

Pada awal hidupnya, Usmar Ismail pernah mengenyam pendidikan di HIS, MULO-B, AMS-A II Yogyakarta. Juga memperoleh gelar B.A. di bidang sinematografi dari Universitas California, Los Angeles, Amerika Serikat pada tahun 1952.

Bersama Asrul Sani, ia pun mendirikan berdirinya Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI) tahun 1955 yang menjadi lembaga kesenian pertama di Jakarta.

Namanya mulai dikenal ketika ia mendirikan Perusahaan Film Nasional Indonesia bersama Djamaluddin Malik dan para pengusaha film lainnya. Lalu, ia menjadi ketuanya sejak 1954 sampai 1965.

Film Darah dan Doa (The Long March of Siliwangi, 1950), menjadi film yang resmi diproduksi oleh Indonesia setelah merdeka. Karyanya yang terkenal selain Tiga Dara adalah Pedjuang (1960) dan Enam Djam di Djogja (1956).

Hari pertama syuting Darah dan Doa pada 30 Maret 1950 ditetapkan sebagai Hari Film Nasional oleh Presiden ketiga Republik Indonesia, B.J Habibie bersama Dewan Film Nasional.

Usmar Ismail meninggal tanggal 2 Januari 1971 dalam usia relatif muda pada usia 49 tahun karena terkena serangan stroke.

Namanya hingga kini diabadikan menjadi Gedung Pusat Perfilman Haji Umar Ismail yang berlokasi di Kuningan, Jakarta. Selain itu ruang konser di dalamnya juga dinamakan Usmar Ismail Hall yang menjadi tempat pertunjukan konser musik dan teater.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here