‘Mortal Engines’, Petualangan Terbaru Peter Jackson Bergaya Steampunk

0
210

“I was eight years old when my mother died. She loved traveling the world and digging up the past. He used to visit all the time, and then one day everything changed. She’d found something, something he wanted.” – Hester Shaw.

Seorang gadis melihat dengan teropongnya, dan tampak London, sebuah kota raksasa yang berjalan pelan di atas tanah. Seketika itu juga ia berlari menuju kediamannya, sebuah kota raksasa lainnya yang merupakan gabungan dari beberapa kota yang sedang melakukan aktifitas perdagangan. Tak lama alarm bahaya dibunyikan, dan sontak semua kota-kota itu berpisah dan melarikan diri ke arah yang berbeda. Gadis itu, Hester Shaw (Hera Hilmar), lari ke sebuah kota kecil namun akhirnya kota itu dimangsa oleh London.

Di London, ia melihat kotanya dihancurkan dan di tempat itu ia berusaha membunuh Thaddeus Valentine (Hugo Weaving) yang merupakan kapten dari London. Sebelum misinya berhasil, Hester dicegah oleh Tom Natsworthy (Robert Sheehan), seorang pemuda yang sedang magang di perpustakaan London. Mereka berdua akhirnya berhasil dikeluarkan dari London oleh sang kapten dan berjuang menyelamatkan diri dari kejaran musuh-musuhnya. Petualangan mereka berlanjut sampai Anna Fang (Jihae) muncul di depan mereka dan membuat semuanya menjadi bermasalah.

‘Mortal Engines’ diangkat dari novel petualangan karya penulis asal Inggris, Phillip Reeve, yang pertama kali diterbitkan pada 2001. Film yang merupakan seri pertama dari empat seri novel bertema dystopian ini memang sangat unik. Naskah yang ditulis oleh sutradara kenamaan, Peter Jackson (Lord of The Rings Trilogy dan The Hobbit Trilogy) bersama dengan Fran Walsh dan Philippa Boyens ini, kini disutradarai oleh Christian Rivers yang sebelumnya bekerja untuk Jackson sebagai storyboard artist dan visual effects supervisor.

Dalam debut perdananya ini, menit-menit awal sudah terlihat nuansa steampunk yang pada dasarnya merupakan bagian dari genre fantasy. Berjalannya waktu semakin jelas terlihat kalau film ini mengingatkan kita akan saga Star Wars, namun dengan setting berbeda. Kemiripan dari plot cerita, karakter-karakter yang ada (walaupun tak seberagam di Star Wars) menunjukkan hal itu dengan jelasnya.

‘Mortal Engines’ yang bersetting di bumi pada tahun 3100-an ini menggambarkan keadaan bumi sudah hancur, menciptakan lansekap yang rata oleh tanah dijelajahi oleh kota-kota yang bergerak. Dinamakan kota-kota traksi yang foldable satu sama lain, dan kemudian bersatu membentuk suatu kota yang utuh dan besar yang dijalankan dengan roda-roda tank. Kota ini memangsa kota yang lebih kecil dengan cara menariknya ke dalam tubuh kota besar lewat pengait, menghancurkan kota kecil tersebut dan memperbudak orang yang tinggal di dalamnya.

Suatu penjajahan model baru di era post-apocalyptic dimana yang kuat memangsa yang lemah, dengan mengambil semua resource yang dimilikinya dan memperkuat dirinya sendiri. Di film ini kita dapat melihat inspirasi dari beberapa bentukan di situ, sebut saja, bentuk cerobong steampunk yang menyerupai Rocket ciptaan George Stephenson era abad 19, ataupun ‘Howl’s Moving Castle’ yang merupakan animasi karya Hayao Miyazaki.

Untuk kota traksi terbesar yakni London, bentuknya seperti gabungan ikon-ikon landmark terkenal yang ada di Inggris. Sekilas terlihat gaya Las Vegas disitu dengan kemewahannya, sepasang singa khas Nelson Column, dan sebagai pusatnya, Katedral St Paul di Inggris menjadi landmark utamanya. Untuk personelnya sendiri, tempat ini diawasi oleh penjaga dengan kostum seperti Beefeaters yang menjaga Tower of London. Kota London ini dibawahi oleh walikota Magnus Crome (Patrick Malahide) dengan kapten kapal Thaddeus Valentine (Hugo Weaving).

Thaddeus sebagai kapten kapal London, sendiri sebenarnya dari awal memang tampil mempesona dan berkarisma, namun dirinya tampak menyimpan rahasia terpendam yang akhirnya sedikit terkuak ketika ia diserang oleh Hester. Tom sendiri yang tadinya membela Thaddeus juga akhirnya menemukan sebuah rahasia berbahaya yang nantinya akan mengubah perjalanan mereka berdua.

Buat kamu yang menyukai film Star Wars, pastinya akan menyukai film ini. Aspek teknis mumpuni seperti CGI yang detil dengan penggambaran kota traksi ala steampunk. Begitu pula dengan editing yang juga mulus akan membuat kita betah duduk berlama-lama. Flow ceritanya pun sangat bervariasi, dengan pengaturan tensi yang pas. Walau begitu adegan klimaksnya terasa kurang nendang, aspek cerita yang semestinya diceritakan dengan detil, malah dibiarkan bergulir begitu saja dan langsung masuk kepada inti cerita. Background story-nya juga terbilang lemah, disertai beberapa penokohan yang diceritakan ala kadarnya dan mudah-mudahan kelemahan ini dapat diceritakan lebih lanjut dalam sekuelnya nanti.

‘Mortal Engines’ ini sudah bisa Chillers saksikan di bioskop-bioskop terdekat di kota kamu.

 

Director: Christian Rivers

Cast: Hera Hilmar, Robert Sheehan, Hugo Weaving, Jihae, Leila George, Ronan Raftery, Patrick Malahide, Stephen Lang

Duration: 128 Minutes

Score: 7.3/10

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here