We are witnessing the future of the Mouse House!

Disney semakin gencar melancarkan “serangan remake” ke bioskop seluruh dunia. Kisah-kisah animasinya yang dulu kita tonton saat kecil sekarang coba dibuat dalam bentuk live-action, dan dilengkapi dengan sentuhan teknologi canggih. Tanpa bantuan dari film-film Pixar, Marvel, dan Lucasfilm yang sejatinya berada di bawah payung yang sama, Disney sendiri bisa mencuri perhatian masyarakat dan mengeruk keuntungan box office dalam jumlah besar.

Dimulai dari film “Maleficent” di tahun 2014, remake film-film animasi Disney menjadi sebuah “global hype” setelah “Cinderella” rilis di tahun 2015. Bersamaan dengan bangkitnya gerakan “women empowerment” di Hollywood, proyek remake ini seperti mendapatkan tambahan dukungan. Tapi di sisi lain Disney juga sadar bahwa itu saja tidak cukup. Maka dari itu, sebagai sebuah perusahaan besar dalam dunia hiburan, Disney menciptakan sebuah langkah visioner dengan membuat kisah animasi yang kebanyakan diisi bukan oleh karakter manusia, ke dalam bentuk yang lebih realistis di sinema.

“The Jungle Book” sudah memulainya di tahun 2016 lalu, dengan Jon Favreau sebagai sutradaranya. Film yang memanfaatkan teknologi CGI ini menjadi standar baru dalam menampilkan bentuk-bentuk hewan. Hasilnya? Luar biasa. Film ini mendapatkan sambutan positif dengan raihan box office seluruh dunia hampir mencapai 1 miliar USD. Nah sekarang, Jon kembali dengan film berkonsep sama, dengan tuntutan yang lebih gila, yaitu “The Lion King”. Film yang me-remake kisah animasi berjudul sama di tahun 1994 ini mengharuskannya untuk menampilkan “sihir” yang lebih advance, karena selain lingkungan dan bentuk karakternya dibuat lebih nyata, film ini juga harus bisa meng-capture sisi emosional sebaik versi kartunnya. Perlu diingat, tokoh utama di sini bukan lah manusia seperti Mowgli. Semua tokoh di “The Lion King” adalah binatang, dan hal tersebut pasti menjadi tantangan besar.

Menyambut perilisan “The Lion King” yang bikin banyak orang penasaran dan deg-degan, Adam dan Budi mengundang teman-teman dari Komunitas Disneysia ID. Mereka ngobrol-ngobrol seru mulai dari tren remake film-film Disney, bakal sepecah apa film “The Lion King” nanti, suka atau enggak sama tampilan visual filmnya, sampai apakah Pumbaa bakal tetap makan serangga.

Selamat datang semuanya di “Movie Freak”. Apa kabar?

  • Noval & Linda: Baik, baik.
  • Farah: Sampai detik ini sih masih sehat.

Waduh! Agak gimana gitu ya hahahaha. Ini boleh diceritain gak sih Disneysia ID tuh terbentuknya seperti apa?

  • Noval: Jadi Disneysia ID adalah komunitas bagi temen-temen yang suka sama Disney. Itu awalnya terbentuk pada 30 Desember 2017. Jadi kan karena belum ada komunitasnya, terus kita bikin deh. Kita adain nobar di Perpus (Perpustakaan) Dikbud pertama kali. Akhirnya setelah itu ketemu sama temen-temen yang suka Disney juga.

Ohhhh….

  • Noval: Akhirnya sejak itu, setiap beberapa bulan sekali kita ngadain nobar.

Bentar. Tadi kan nobar nih, film apa yang pertama kali ditonton?

  • Noval: Pertama “Frankenweenie”.

Itu awalnya berapa orang tuh? Waktu pertama-tama kalian membentuk Disneysia.

  • Noval: Yang dateng sekitar tujuh sampai delapan orang.

Dan sekarang makin berkembang ya pastinya

  • Noval: Iya betul.

Sampai sekarang aktivitasnya selain nobar ada apa lagi?

  • Noval: Sejauh ini baru itu.
  • Farah & Linda: Sama diskusi.

Tapi diselenggarainnya secara berkala ya?

  • Noval: Iya betul.

Nah, tadi kan udah kegiatannya. Sekarang gue pengen tau nih anggotanya. Sampai sekarang udah berapa nih jumlah anggotanya?

  • Linda: Kalau soal jumlah anggota kita ga ada jumlah anggota yang tetap. Yang harus daftar dulu terus nyerahin administrasi. Gak kayak gitu sih. Jadi kita cuman bangun, ayo siapa yang mau nonton, siapa yang mau ikut, ayo kita nonton bareng. Sesimpel itu.

Eh ngomong-ngomong ini ada yang masih kecil juga ya anggota komunitasnya? (sambil melihat foto-foto nobar film dokumenter Disney’s “Chimpanzee”)

  • Linda: Iya ada anak-anak juga bisa dateng. Mereka itu niat banget dateng dari Bogor pagi-pagi. Jadi kita ngadain nobar tuh siang di Perpustakaan Nasional , terus mereka dateng dari jauh, sengaja dateng lebih dulu biar bisa eksplor.
  • Noval: Karena kan biasanya orang tau Disney itu animasi. Jadi kita mau coba nobar tapi (film) Disney yang dokumenter. Dan ini (Chimpanzee) adalah film dokumenter tentang kehidupan simpanse di Afrika.

Waah gue jadi teringat dan kembali ke masa lalu ya heheheehe. Tapi kalo misalkan mau daftar gampang aja ya berarti? Langsung kontak ke….

  • Linda: Follow aja IG-nya (@Disneysia.id), DM ke kita, nanti kalo kita ngadain acara nanti kita bakal, “ayo siapa nih yang bisa follow, komen, segala macem. Nanti kita bisa pilih sebagai……”
  • Farah: Kadang adain kuis juga ya.
  • Linda: Hadiahnya tiket nonton.

Wah serius? Persaingan semakin ketat nih! Kalian bagi-bagi tiket nonton, nontonnya film Disney, lah kita nontonnya Yutup hehehehe…..

Nah tadi kita udah ngobrol soal keseruan komunitasnya. Sekarang kita masuk ke Disney-nya. Karakter Disney yang paling favorit dari kalian itu apa sih?

  • Farah: Kalo aku suka banget sama Ariel. Itu karena dari awal emang udah suka “The Little Mermaid”. Terus ketika Disney bikin, Ariel itu udah kayak fun orangnya, terus dia struggling juga. Gak selemah di ceritanya Hans Christian Andersen. Jadi aku lebih suka dia. Terus kalau di cerita aslinya kan memang ga ada namanya. Hanya “Little Mermaid”.

Linda gimana?

  • Linda: Kalau saya suka banget sama yang paling pertama diciptakan oleh Walt Disney, yaitu Mickey Mouse.

Ohhhhh….

  • Linda: Itu tokoh legend. Kan memang banyak nih tokoh-tokoh Disney yang sekarang. Kok kayaknya itu membuat orang jadi lupa kalau Mickey Mouse adalah yang pertama kali dibentuk oleh Beliau dan itu menjadi terkenal sampai sekarang. Nah jiwanya yang saya suka dari Mickey Mouse itu, dia mampu meng-arrange grupnya. Jadi dia bisa berkordinasi dengan baik, dan dia juga bijak. Kayak Donald Bebek yang super cerewet itu bisa di-handle sama dia. Terus temen-temennya yang lain bisa akrab juga, dan bisa jadi solid satu tim.

Mingle ya karakternya hahahaha! Elo gimana Val?

  • Noval: Kalau gue suka sama Dory di “Finding Nemo”. Karena dia kan punya kekurangan yaitu pelupa. Tapi sebenarnya dia itu tulus dalam membantu. Jadi bisa menginspirasi. Kalau mau berbuat baik, ya ikutin kayak Dory.

Dan itu kayaknya salah satu yang di-highlights di film “Finding Dory” kemarin ya?

  • Noval: Iya.

Tapi gue sempet penasaran. Tadi di-mention nama Hans Christian Andersen. Sebetulnya kalau cerita-cerita Disney itu ambil referensinya dari mana aja sih?

  • Farah: Banyak. Kebanyakan memang storytelling ya. Kayak “Aladdin” itu kan dari “Seribu Satu Malam”. Kemudian “Cinderella” dan “Pinocchio” itu dari Grimm Bersaudara. Terus “Snow White” itu dari Margaretha (Margaretha von Waldeck), pengarang aslinya yang orang Jerman. Nah jadi si Disney ini mau ngebikin storytelling yang diceritain “sad-sad ending” itu jadi lebih ramah kepada anak. Karena kalau “sad ending” kayak lidah dipotong, kakinya diputusin, scene itu kan tidak ramah banget ya ke anak-anak. Terus ibu kandungnya jahat, itu kan, kalau sama anak-anak jadi ngajarin sesuatu yang…

Dark banget.

  • Farah: Iya. Akhirnya sama Walt Disney diperhalus. Kayak Ariel itu suaranya diambil, terus orangnya juga (dibikin) lebih ceria, ceritanya juga akhirnya menikah dengan pangeran.

Jadi lebih ke “the way of storytelling” dari Disney sendiri ya. Nah kalau menurut kalian bertiga, apa sih yang bikin cerita dari Disney ini menarik perhatian dan tidak lekang oleh zaman?

  • Noval: Pesannya ya. Ada perusahaan animasi lain yang gak perlu disebutkan hanya (menciptakan) hiburan aja. Pas nonton, apa nih pesannya? Gak dapat. Tapi kalau Disney tuh selalu menyisipkan pesan dalam filmnya dan itu membekas. Dan mereka itu pinter banget dalam menciptakan karakter yang ikonik. Kayak Dory tadi, terus Little Mermaid, Mickey Mouse apalagi.
  • Farah: Herbie ya.
  • Noval: Iya, Herbie juga.

Berarti dari awal Mickey Mouse sampai Dory yang zaman sekarang, mereka bisa selalu menciptakan karakter-karakter yang memorable secara konsisten.

  • Farah: Dan “Dumbo” itu bukan bikinan asli Disney, sebenarnya.

Oh gitu?

  • Farah: “Dumbo” itu ada pengarangnya. Terus Walt terinspirasi, “Wah seru nih ceritanya! Si gajah terbang”. Akhirnya dibikin ke kartun.

Dan akhirnya versi live-action nya bisa dinikmati juga sekarang. Nah kalau mengenai film-film Disney nih, kita tahu kalau sekarang banyak film yang di-remake, kan. Sebagai fans, gimana pendapat kalian soal remake-remake ini?

  • Linda: Kalau kita sih mikirnya gini. Kan orang-orang zaman sekarang belum tentu tahu versi yang jadulnya banget. Dan mungkin kalau mau nonton lagi, “Ih kok kayaknya beda sih sama ‘zaman now’ yang udah lebih bagus kartunnya”. Jadi mereka tuh pengen menghidupkan lagi, “Ini lho kartun kita zaman dulu tuh bagus”, (lalu) diubah ke live-action. Jadi untuk mengembalikan ingatan, mengulang kembali sesuatu. Jadi biasa teringat lagi.
  • Farah: Dan lebih masuk akal sih. Kayak “Aladdin” kemarin kan, si Jasmine nya lebih “tough” ya. Kalau yang dulu kayaknya agak-agak takut melawan si Jafar. Kalau yang ini kan dia kuat banget. Sampai dia, “Eh saya tuh mau jadi seorang sultan gak ada masalah dong? Walaupun saya perempuan”. Gitu.

Jadi empowering juga. Nah kalau menurut Noval gimana?

  • Noval: Kalau itu pasti menyambut baik banget dengan usaha Disney dalam me-remake film. Terus juga jadi banyak pilihan kan, animasinya ada live-action nya ada. Apalagi dalam beberapa tahun ke depan juga ada banyak ya live-action nya.
  • Farah: Iya. Sampai 2027.

Apa!? 2027? Itu sampai kita punya anak kali ya. Tapi itu lah keajaiban dari Disney. Mereka bisa membuat sebuah cerita, sebuah kisah yang gak lekang oleh waktu. Orang-orang masih pengen nonton, sampai nanti cucu-cucu kita juga.

Masih ngebahas soal remake film Disney, sekarang kan yang paling ditunggu-tunggu adalah “The Lion King”. Ini menurut kalian bakal sepecah apa filmnya nanti?

  • Farah: Kalau aku bilang bakal pecah banget ya, karena dari dua tahun lalu semua pecintanya “Lion King” emang udah nungguin. Trailer-nya aja tuh udah yang, “Ih gila! Itu bener-bener kayak binatang!”. Ya itu memang dibikin jadi binatang beneran. Udah kayak kehidupan Afrika banget gitu. Jadi orang penasaran nih Scar nya nanti kayak gimana, yang lain kayak gimana. Sebenarnya sih kalau dari jalan cerita kita udah tahu lah.

Iya. Tapi dengan visual yang berbeda, terus juga pengisi suaranya yang beda-beda…

  • Farah: Dan ada Beyonce Knowles di situ

Benar. Pastinya bakal meledak banget entar di bioskop. Nah menurut kalian, berbicara mengenai “visual style” nya, apa reaksi kalian ketika pertama kali ngeliat trailer “The Lion King”?

  • Linda: Waktu pertama kali lihat trailer-nya sih, wah gila sih ini! Proses pembikinannya berapa lama ya? Bisa bikin sampai kayak gitu. Terus sempet mikir, apa dia ada campur tangan, bener-bener pakai hewan beneran. Karena kan sebelumnya kita udah nonton Disney nature, itu kan juga bener-bener alami banget. Jangan-jangan ini juga pakai hewan asli terus dilatih. Ternyata enggak.

Itu lo langsung ngecek “behind the scene” nya ya?

  • Linda: Iya.
  • Farah: Itu kerjaan kita kayaknya hahahaha…

Karena sampai se-real itu. Bahkan gue ngiranya oh mungkin dia pakai singa beneran atau… anak anjing terus dibikin apa gitu hahahahaha! Noval gimana pas pertama kali ngeliat visual-nya “The Lion King”?

  • Noval: Excited banget sih. Apalagi nanti kan bertepatan dengan 25 tahun perilisan “Lion King” (versi animasi). Pastinya kan Disney gak pengen buat film yang biasa-biasa aja. Pasti akan menjadi film yang spesial.

Oke. Jadi memang perilisan film ini bukan di sembarang tanggal.

  • Farah: Kalau aku sih nungguin surprise-nya. Kan kayak “Aladdin” ada surprise-nya apa, “Beauty and the Beast” ada surprise-nya apa, nah ini aku nunggu. Surprise-nya di “Lion King” versi live-action yang bikin beda sama versi animasinya itu apa.

Aaaahh…  tapi menurut kalian bakal kejadian gak sih yang kayak gitu?

  • Farah: Pasti ada. Kalau dari lagu-lagunya kan yang kita tahu sama semua.”Hakuna Matata”, “Can You Feel The Love Tonight”, “Can’t Wait to be the King”, “Circle of Life”, kan masih lagu-lagunya yang itu. Justru aku nunggu lagu apa nih yang bakalan pecah.

Kalau ngeliat dari cast-nya sekarang. “The Lion King” ada Beyonce, Donald Glover, dan mereka semua bakal mengalihsuarakan karakter-karakter ikonik. Nah kalian paling nungguin yang mana?

  • Farah: Kalau aku lebih ke Scar nya sih. Karena dia itu memang karakter yang nyebelin ya. Dan kalau dulu tuh benar-benar si dubber-nya masuk banget ke karakter Scar. Sampai kita ketakutan, dan kesal. Benar-benar memengaruhi, lah. Nah kalau yang ini kan kita belum tahu ya. Aku penasaran Scar nya itu apakah bakal bikin perasaan kita kayak gimana.

Tapi kalau dari tampilan Scar nya udah oke blum nih?

  • Farah: Yaa mendekati lah yaa… Lebih bagus yang ini malah! Sama ini sih, Pumbaa. Itu kan dia babi hutan ya. Aku penasaran, kalau di yang kartun, dia kan makan serangga. Masa (di live-action nya) babi hutan makan serangga. Dia kan karnivora.

Ohhh sampai lihatnya ke sana ya….

  • Linda: Aku mungkin Nala. Jadi pengen tahu juga sih gimana Beyonce memerankan karakter Nala. Apakah benar bisa kayak yang dulu, bisa dapat feel-nya.
  • Noval: Gue nungguin si Rafiki. Karena dia bijak sih, jadi pengen tahu. Terus kan tampangnya agak serem si Rafiki.
  • Linda: Tapi baik…

Hahahaha! Serem tapi baik ya. Nah itu tuuh Smart Viewers karakter-karakter yang paling ditunggu. Gak Cuma Simba, eh bahkan ga ada Simba ya di sini! Kalian gak nungguin dia apa?

  • Noval, Linda, dan Farah: Hahahahaha!

Ini buktinya bahwa “The Lion King” itu punya karakter-karakter yang kuat, gak Cuma karakter utamanya aja. Btw, setelah “The Lion King” kan bakal ada banyak film-film Disney’s live-action lainnya. Ada “Maleficent”, ada “Mulan”, ada “Cruella” juga. Kalian paling gak sabar (nungguin) film apa nih?

  • Farah: Kalau aku sih karena “The Little Mermaid” masih progress banget, jadi paling nungguin “The Little Mermaid”. Karena kemarin kan banyak isu di kalangan Disney lovers dunia kalau Ariana Grande yang bakal meranin Ariel. Dan kalau buat aku, dia mendekati. Ada beberapa hal di Ariana yang menurutku bisa masuk karakter Ariel.

Apakagi kalau misalkan nanti ada “musical numbers”-nya ya. Itu Ariana pasti lah, secara dia penyanyi kan. Sudah tidak diragukan lagi hehehe. Kalau Linda? Dari upcoming line-up, paling nungguin apa?

  • Linda: Aku “Lady and the Tramp” sih. Karena nungguin dari yang pertama sama yang kedua kan udah nonton. Terus pengen tahu kalau misalkan dijadiin satu, mungkin ya, bakal seperti apa. Jadi penasaran, untuk melatih anjing-anjingnya dan jenis anjingnya kan juga berbeda. Itu bakal gimana nanti. Apakah bakal kayak “101 Dalmatians”?

Tapi sejauh ini (Lady and the Tramp) udah lumayan ya progress-nya?

  • Linda: Iya.

Nah, kalau Noval?

  • Noval: Paling nunggu sama “Cruella”.

Oh kenapa? Karena dia villain gitu?

  • Noval: Hahahaha. Karena setiap orang jahat pasti ada juga sisi baiknya. Jadi pengen tahu sisi baik dari Cruella itu apa.

Dan kayaknya dengan adanya Cruella, terus nanti Maleficent, Disney itu juga punya tokoh-tokoh villains yang oke-oke banget ya!

 

Disney’s “The Lion King” sedang tayang di bioskop-bioskop seluruh Indonesia, sementara itu sekuel dari “Maleficent” yaitu “Maleficent 2: Mistress of Evil” direncanakan tayang pada 17 Oktober mendatang. Remake live-action “Mulan” menyusul pada 27 Maret 2020.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here