Ditilik dari judulnya, tentunya kita akan paham apa arti parasit sesungguhnya. Seperti dikutip dalam Wikipedia, parasit sendiri diartikan sebagai hewan renik yang dapat menurunkan produktivitas manusia atau hewan yang ditumpanginya. Dan secara harafiah, di film ini, kita akan diperlihatkan visualisasi sebuah sifat yang seperti disebutkan di atas namun kini dengan dramatisasi sekelompok manusia yang menggambarkan makna parasit sesungguhnya di dunia nyata.

Sebagai film dari Asia, khususnya dari Korea Selatan, film ini memang patut diapresiasi lebih tinggi. “Parasite” merupakan film Korea Selatan pertama yang meraih penghargaan Palme d’Or pada Festival Film Cannes 2019. Dan hal ini mengulangi sukses negara Asia sebelumnya, saat Jepang memenangi Palme d’Or 2018 lewat “Shoplifters”. Tak dapat dipungkiri kalau hal ini mengejutkan kita, namun juga tak mengherankan, mengingat sang sutradara, Bong Joon-ho memang menghadirkan sesuatu yang tak biasa dalam setiap film-filmnya.

Karyanya mulai mendapat atensi lebih saat dia membuat “Memories of Murder” (2003), disusul oleh “The Host” (2006), “Snowpiercer” (2013) dan “Okja” (2017). Puluhan penghargaan telah ia raih dari karyanya tersebut dan kini lewat “Parasite”, Bong Joon-ho menampilkan sisi lain dari sebuah keluarga miskin yang mencoba kehidupan yang lebih baik.

Kini Bong Joon-ho hadir lewat sebuah film bergenre dark comedy. Sebuah genre yang sebetulnya bukan merupakan signature style nya ia selama ini. Setelah dalam berbagai film sebelumnya ia lebih sering mengupas tema drama action berbau sci-fi, Bong Joon-ho kembali lagi ke genre yang sebenarnya termasuk umum untuk film-film Korea. “Parasite” kini menghadirkan drama misteri dengan sentuhan thriller, akan membuat audiens tidak nyaman menonton film berdurasi dua jam lebih ini.

Di sebuah sudut kota, tinggallah keluarga miskin. Sang ayah, Ki Taek (Song Kang Ho), istrinya yang bernama Chung Sook (Jang Hye-Jin), serta kedua orang anaknya yang bernama Ki Woo (Choi Woo-Sik) dan Ki Jung (Park So-Dam) hidup bersama di rumah yang sebenarnya tidak layak ditinggali. Suatu ketika, Ki Woo ditawari pekerjaan menjadi guru les bahasa Inggris dari teman lamanya, untuk anak perempuan dari keluarga Park (Lee Sun Kyun) yang merupakan keluarga sangat berada dan kaya raya.

Tanpa pikir panjang lagi, Ki Woo langsung menerima tawaran tersebut, dan seterusnya ia merekomendasikan seluruh anggota keluarganya untuk bekerja di keluarga Park. Namun yang menjadi pertanyaan sekarang adalah prosesnya. Tak segampang itu Ki Woo merekomendasikan seluruh anggota keluarganya bekerja dengannya di tempat itu. Yang terjadi adalah sekelumit intrik (yang bisa dibilang sangat licik) dan penuh tipu muslihat, yang dijalankan oleh keluarga Ki Taek. Apa yang dilakukan Ki Taek dan keluarganya, tak pelak memicu serentetan kejadian misterius yang tak diduga-duga selama ini di rumah tersebut.

Menarik sekali apa yang disuguhkan Bong Joon-ho di “Parasite” kali ini. Perbedaan strata sosial menjadi isu utama yang diangkat, terlebih lagi bagaimana perjuangan sebuah keluarga miskin yang berandai-andai mempunyai dan tinggal di sebuah rumah mewah. Apapun dihalalkan demi mendapat apa yang mereka inginkan.

Tak perlu diragukan lagi dari sisi teknis, film ini memang unggul dari set dekor yang sangat apik. Perbedaan kasta terlihat jelas dan nyata. Bukan sekedar tempelan belaka, semua diperlihatkan dengan sangat rinci dan detil. Keluarga Park yang kaya raya digambarkan mempunyai rumah super mewah dan keluarga Ki Taek digambarkan sebaliknya. Sangat kontras, begitu pula dengan angle-angle nya yang indah lewat beberapa framing beragam dan tak monoton.

 

Konflik mulai memuncak saat mereka tak menyadari ada suatu bahaya yang muncul di depan mata mereka. Sebuah keadaan yang sama sekali tak mereka duga dan twist ini mengubah arah film menjadi konflik tanpa henti hingga pada akhirnya sebuah trigger lain yang tak mereka sangka-sangka menjadi puncak konklusi yang membuat impian keluarga Ki Taek menjadi jelas jelang film berakhir.

Kekuatan cerita memang sangat unggul di film ini, bahkan dengan detil-detil kecil yang menunjukkan kalau mereka memang tak langsung tune-in dengan kehidupan mewah di depan mata mereka. Perbedaan derajat memang menimbulkan gap yang harus ditunjukkan lewat sejumlah detil yang terkadang luput dalam film-film lain. Gap itu pulalah yang membuat film ini sangat miris, tragis, dan ditutup dengan cara yang sangat elegan namun menyakitkan.

 

Director: Bong Joon-ho

Starring: Song Kang-ho, Lee Sun-kyun, Cho Yeo-jeong, Choi Woo-sik, Park So-dam, Lee Jung-eun, Chang Hyae-jin, Park Myung-hoon, Jung Ji-so, Jung Hyeon-jun, Park Keun-rok, Jung Yi-seo, Jeong Ik-han, Lee Joo-hyung, Lee Ji-hye, Park Seo-jun

Duration: 132 Minutes

Score: 9.0/10

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here