Preview Film: Fast & Furious Presents: Hobbs & Shaw (2019)

“Hobbs & Shaw” bisa dibilang bukanlah spin-off pertama dari saga ‘Fast & Furious’ karena predikat itu adalah milik “The Fast & the Furious: Tokyo Drift” (2006), yang meski notabene merupakan installment ketiga dari saga ‘Fast & Furious’ namun memiliki kontinuitas kisah yang sangat lemah dengan dua babak sebelumnya dan menghadirkan tokoh-tokoh sentral yang sama sekali baru. Perlu diingat bahwa Tokyo Drift yang hanya menampilkan penampilan beberapa detik cameo Vin Diesel sebagai Dominic Toretto tadinya sempat tidak diakui sebagai bagian franchise ‘Fast & Furious’ selain sebagai ajang perkenalan tokoh Han, sebelum kemudian pihak kreator bisa mengaitkan event yang ada di film itu ke mata rantai cerita saga tersebut.

Sekarang dikenal sebagai salah satu franchise besar di Hollywood, seri ‘Fast & Furious’ makin mengikuti jejak saga-saga besar seperti ‘X-Men’, ‘Star Wars’, maupun ‘Shrek’. Yakni dengan menelurkan kisah spin-off nya. Adapun, yang menjadi fokus utamanya sekarang adalah tokoh Hobbs dan Shaw. Inilah karya penyutradaraan paling gres sineas David Leitch, yang sebelumnya angkat nama lewat film aksi “John Wick” yang dibesutnya bersama Chad Stahelski maupun “Deadpool 2”, sekuel dari ‘Deadpool’, hasil spin-off lain dari saga ‘X-Men’ yang juga menelurkan saga ‘Wolverine’.

Menariknya, jika sebuah proyek sekuel kelahirannya umumnya dipicu oleh sambutan apik para fans dari suatu karakter menarik di saga induknya, kehadiran spin-off ini bisa dibilang muncul dari situasi yang tidak terduga. Yakni adanya perseteruan antara Dwayne Johnson dan Vin Diesel akibat tudingan tidak profesionalnya Dwayne Johnson dalam proses syuting.

Seperti terlihat di kedua trailernya yang muncul dalam jangka waktu berdekatan, dari judulnya pun sudah tertuang apa yang hendak dikedepankan di sini, yang tak lain adalah kisah sepak terjang mantan agen pemerintah Luke Hobbs (Johnson) dan tentara bayaran Deckard Shaw (Statham).

Bergulir dua tahun dari kejadian yang dituangkan dalam “The Fate of the Furious”, Hobbs dan Shaw tidak menyangka bahwa mereka akan kembali dipertemukan dan harus menjalin kerjasama untuk menyelesaikan sebuah misi besar. Padahal, dikarenakan awalnya berada di kubu berseberangan dan menganggap dirinya lebih unggul, keduanya tidak menyukai satu sama lain.

Usut punya usut yang menginisiasi hal itu adalah Hattie (Vanessa Kirby) salah satu adik kandung Shaw sendiri. Penyebabnya sang adik yang berprofesi sebagai agen pemerintah merasa kerepotan dalam upaya menghentikan ulah seorang gembong kriminal bernama Brixton (Idris Elba).

Tak pelak dua pria tangguh yang awalnya tidak saling suka satu sama lain ini malah seakan menjadikan momen kolaborasi ini sebagai ajang adu kebolehan satu sama lain dalam proses menjalani misi tersebut. Apakah dua pria tangguh ini akhirnya bisa saling mendukung untuk menyelesaikan misi mereka dengan baik?

Mengusung formula layaknya sebuah buddy cop film, daya tarik utama film ini adalah chemistry di depan layar antara Johnson dan Statham saat melakoni peran sama yang mereka mainkan di “The Fate of the Furious” yang kemudian menjadi sumber inspirasi kemunculan proyek spin-off ini. Dan, memang dari apa yang sudah disebar luas pada materi publikasi awalnya, unsur inilah yang menjadi aroma paling kental dan pusat kekuatan dari “Hobbs & Shaw”, selain juga dapat ditelusuri nuansa dan tone dari saga ‘Fast & Furious’ di dalamnya.

Sebagai spin-off, film ini bisa dibilang memiliki amunisi lengkap untuk mendulang sukses besar, yang bahkan bisa jadi melebihi pencapaian saga aslinya. Punya kadar aksi spektakuler menjurus absurd dan sarat humor dari saga induknya serta dimotori dua karakter populer yang notabene bukan para tokoh awal dari saga tersebut namun terbukti menjadi penambah daya gedor signifikan serta kini menjadi favorit fansnya adalah kekuatan paling besar dari film ini. Jangan kesampingkan pula track record sineas David Leitch yang namanya tengah mantap di Hollywood sebagai pembesut film-film aksi laga berkualitas dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

Untuk membesut film ini, Leitch berusaha memberi warna tersendiri. Ia bahkan mengeluarkan pernyataan bahwa meski film garapan terbarunya ini memiliki karakteristik kental dengan saga induknya: sarat adegan aksi, parade mobil-mobil mewah berkecepatan tinggi dan elemen-elemen lain yang mengonstruksi kesuksesan franchise ‘Fast & Furious’, ia berani menjamin bahwa akan ada rasa lain di filmnya ini.

Maka, sudah tentu, dikarenakan pelbagai faktor tersebut dan tentunya komposisi pemain yang ikut ambil bagian di dalamnya, “Hobbs & Shaw” sudah digadang-gadang menjadi kandidat film blockbuster. Meski, dalam masa perilisannya nanti film ini memiliki jadwal rilis yang sama dengan “The New Mutants”, proyek spin-off dari saga X-Men, yang nasibnya masih terkatung-katung.

“Hobbs & Shaw” akan tayang serentak pada 2 Agustus 2019 di Amerika Serikat, dan diharapkan film ini akan masuk Indonesia dalam jangka waktu berdekatan dari tanggal di atas.

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here