Preview: Pacific Rim: Uprising (2018)

    606

    Empat tahun silam, dilandasi kecintaannya pada kisah-kisah anime mecha, sineas Guillermo del Toro menyajikan sebuah film yang mengetengahkan sepak terjang para pilot robot raksasa Jaeger dalam mengantisipasi serangan invasi makhluk dunia lain yang mengirimkan monster-monster Kaiju. Menyuguhkan kisah yang mudah dicerna dan sarat aksi spektakuler serta seakan menjadi jawaban bagaimana visualisasi film kartun robot andaikata divisualisasikan ke ranah live action, Pacific Rim meski tidak terlalu mendulang hasil luar biasa dalam hal raihan finansial, namun diamini sebagai film aksi fantasi yang sangat menghibur. Khususnya, bagi kalangan penonton yang akrab dengan film-film kartun Jepang. Film ini juga mencatat prestasi tersendiri bagi del Toro, menjadi film hasil besutannya yang paling komersial.

    Sayangnya, meski demikian, konflik internal yang terjadi antara pihak Universal dan Legendary sempat membuat nasib proyek sekuel ini dalam keadaan tidak menentu. Beruntung saat kemudian Legendary diakuisisi perusahaan Tiongkok, Chinese Wanda Group, kepastian saga lanjutan aksi robot raksasa ini kembali ke relnya. Maka, sudah tentu jika kemudian film ini mendapat lampu hijau untuk dibuatkan sekuelnya, banyak yang bersorak. Pasalnya, meski ceritanya bisa dibilang sudah tuntas, harus diakui pihak kreator masih meninggalkan beberapa pertanyaan yang belum terjawab.

    Mengetengahkan kisah satu dekade setelah kejadian di film pertamanya, kisah sekuel ini ibarat mengambil karakteristik yang ditempuh Dawn of the Planet of the Apes, yakni mengedepankan deretan karakter-karakter utama baru seraya meminimalisir keterlibatan para pemain lamanya. Pasalnya, di jajaran pemain, dua bintang utama film pertamanya, Charlie Hunnam dan Rinko Kikuchi, hanya Kikuchi yang kembali terlibat, sedangkan Hunnam mengalami konflik jadwal syuting.

    Tokoh paling sentral di proyek yang kini mengusung judul tambahan Uprising ini sekarang adalah aktor asal Inggris, John Boyega, yang paling akrab sebagai pemeran Finn di saga Star Wars. Di film ini, aktor yang angkat nama dari Attack the Block ini bakal memerankan tokoh Jake Pentecost, putra karakter yang pada film sebelumnya dimainkan oleh Idris Elba. Sebagai pendampingnya, Boyega akan dipertemukan dengan Scott Eastwood dan aktris cantik Tiongkok, Jing Tian.

    Seperti halnya banyak terjadi di proyek sekuel, film yang sebagian besar adegannya disyuting di Australia dan Tiongkok pada bulan November 2016 – Maret 2017 ini harus kehilangan nahkoda film sebelumnya, del Toro, yang sekarang hanya duduk di bangku produser. Sebagai penggantinya adalah Steven S. DeKnight, salah satu tim penulis naskah yang melalui proyek yang tadinya mengusung judul tambahan Maelstrom ini mengawali debutnya sebagai sutradara. Tidak hanya del Toro, komposer Ramin Djawadi juga tidak lagi terlibat di film yang akan rilis pada akhir Maret 2018.

    Leave a reply

    Please enter your comment!
    Please enter your name here