Siapa yang tak kenal dengan Shaun the Sheep? Sejak kehadirannya di layar kaca mulai tahun 2007, serial ini kini telah memasuki musim keenamnya di tahun 2020 di BBC One, Inggris.

Karakter ini semakin luas dikenal sejak “Shaun the Sheep Movie” (2015) masuk ke layar lebar dan memperoleh nominasi Oscar untuk film animasi terbaik. Berlanjut hingga saat ini, belum lama sekuelnya telah beredar di Indonesia dengan judul “A Shaun the Sheep Movie: Farmageddon” (2019) memperoleh animo yang lumayan, walaupun tak sebesar film pertamanya.

Kini di awal 2020, Shaun the Sheep kembali hadir, namun bukan di layar lebar, melainkan di Netflix. Di layanan streaming online berbayar ini, kita kembali bisa melihat karakter unik ini sejak film “Shaun the Sheep: Farmageddon” melakukan debutnya pada bulan Februari 2020 di Netflix.

Dengan judul “Shaun the Sheep: Adventures from Mossy Bottom”, karakter ini hadir tak lagi di layar kaca lewat BBC One lewat serial yang telah berjalan selama ini dari tahun 2007. Namun serial terbaru ini pada dasarnya merupakan musim keenam dari Shaun the Sheep yang pindah dari BBC One ke Netflix!

Semua elemen dasar yang ada di serial ini sebelumnya, tetap ada, bahkan kini ceritanya dibuat kekinian. Karakter yang diciptakan oleh Nick Park ini memang jauh lebih mendunia dan lebih lucu, salah satunya adalah karena tanpa adanya dialog.

Dialog yang ada semuanya dikatakan melalui suara-suara binatang, atau, dalam beberapa cerita kadang disertai, dengusan, ughh, menggumam atau menggerutu dengan ucapan dari sang petani yang tak jelas. Itu saja, tapi semua itu mudah dimengerti audiens yang menonton film ini dan tak ada yang memprotesnya. Semua bisa tertawa senang dan menikmati karakter-karakter di dalamnya.

Gaya klasik dalam sebuah animasi seperti Shaun the Sheep ini lah yang sebenarnya merupakan cikal bakal animasi era Disney awal, mulai dari Mickey Mouse hingga Tom & Jerry yang dibuat tanpa dialog.

Beralih ke “Shaun The Sheep: Adventures from Mossy Bottom”, kita akan melihat 13 episode animasi pendek dengan durasi masing-masing 13 menitan yang terdiri dari dua cerita per episode-nya.

Episode pertama berjudul ‘Baa-gherita’, kita akan melihat si petani memiliki oven tungku tradisional yang diletakkan di luar, dan membeli pemutar adonan tanah liat untuk membuat keramik. Namun si petani dan Bitzer si anjing pergi sebentar ke luar, di situ Shaun mencoba memanfaatkan oven itu untuk tujuan berbeda, yaitu membuat pizza, yang menjadi kesukaan Shaun dan teman-temannya. Tak disangka buatan mereka ternyata disukai hewan lainnya.

Tak lama, kawanan domba tersebut membuat lini pembuatan pizza dengan menggunakan mesin cuci untuk membuat saos tomat. Bisakah mereka membuat pizza pesanan itu tepat waktu sebelum Bitzer dan petani itu pulang?

Di episode kedua sangat menarik, dalam episode berjudul ‘Super Sheep’, Shaun dan kawanannya diganggu kawanan babi nakal yang melemparkan apel busuk ke arah mereka, dan Shaun membuat sesuatu dari barang yang ia temukan dari gudang, yaitu membuat kostum manusia super layaknya Superman dengan bertenaga mesin. Namun aksi itu dikenali kawanan babi nakal dan mereka mensabotase kostum Shaun. Apakah Shaun bisa melindungi kawan-kawannya lagi atau malah tidak?

Begitulah sekilas sinopsis menarik dari beberapa episode yang bisa membuat kamu terbahak-bahak. Masih ada sekumpulan cerita lucu lainnya di beberapa episode seperti Bitzer terlempar ke luar angkasa dengan menggunakan drone, atau saat si petani ingin menjadi youtuber namun Shaun yang menggarap videonya.

Kelucuan-kelucuan itu lah yang membuat karakter-karakter ini tetap ada hingga saat ini, dan membekas di hati para penggemarnya dari lintas negara. Dan perlu diingat, semua tanpa kata-kata. Siapa lagi yang bisa menandinginya?

 

Director: Tom Parkinson, Matthew Walker

Starring: John Sparkes, Justin Fletcher, Kate Harbour, Richard Webber, Simon Greenall, Emma Tate, Andy Nyman

Duration: 10 Episode – 133 Minutes

Score: 8.0/10

Facebook Comments