‘Simmba’, Kisah Polisi Korup yang Insaf untuk Membela Kaum Hawa

184

Setelah tahun kemarin sempat sukses dengan film terakhirnya ‘Golmaal Again’ (2017), kini Rohit Shetty kembali membuat kejutan di awal tahun 2019 dengan ‘Simmba’. Film yang aslinya dirilis 28 Desember 2018 di India ini merupakan spin-off dari Singham (2011) yang dibintangi oleh Ajay Devgan dan juga disutradarai oleh Rohit Shetty. Singham menuai sukses besar kala itu, sayangnya tak diikuti sekuelnya, Singham Returns (2014) yang walaupun sukses di pasaran, secara kualitas sekuel ini tak sebaik film pertamanya.

Di film ini Rohit Shetty mencoba mengambil angle yang sedikit berbeda. Sedikit narasi mulai menit pertama menceritakan seorang anak kecil yang berprofesi sebagai pencopet, beralih cita-citanya menjadi seorang polisi tatkala melihat kalau orang yang berkuasa adalah seseorang yang memakai seragam polisi. Kini setelah dewasa dan mempunyai jabatan penting, Sangram Bhalerao yang biasa dipanggil Simmba (Ranveer Singh) ditugaskan menjadi komisaris polisi di kota Goa, namun Simmba sendiri bukanlah polisi jujur, mengingat dulunya Simba merupakan preman jalanan di masa mudanya. Setelah ia meraih cita-citanya, tak heran kalau dirinya menjadi polisi korup yang gemar menerima uang tak halal dan suap dari pekerjaannya.

Sesampainya di kota Goa, matanya tertambat pada seorang gadis, Shagun (Sara Ali Khan) yang tinggal di sebelah kantor polisi itu dan rasa cinta di antara mereka terjalin serius setelah Simmba menjabat di kantor itu. Selain itu, Simmba juga bersahabat dengan Aakruti (Vaidehi Parashurami), seorang mahasiswa kedokteran yang sudah ia anggap adiknya sendiri. Aakruti sendiri mengajar anak-anak miskin di pinggir jalan ketika waktunya lowong dan menyadari kalau murid-muridnya selama ini digunakan untuk menjual narkoba oleh dua bersaudara Ranade [Saurabh Gokhale dan Amrit Singh] yang merupakan adik dari seorang penjahat lokal setempat, Durva Ranade (Sonu Sood) yang ternyata juga menyuap Simmba dengan banyak uang.

Aakruti kemudian menyelidiki di pub bersama salah satu anak yang sempat melihat di pub tempat aktifitas narkoba itu berlangsung dan berhasil merekamnya lewat ponsel, tetapi tertangkap. Apa yang kemudian terjadi dengan Aakruti? Bisakah Simmba menyelesaikan masalah itu hingga selesai?

Cerita ‘Simmba’ sendiri sebenarnya tidaklah orisinal. Film ini merupakan remake dari film Telugu (India bagian selatan) yang berjudul ‘Temper’ (2015) yang diperankan olej N.T. Rama Rao Jr. dan menuai kesuksesan. Untuk ‘Simmba’, Rohit mengambil sebagian besar esensi ceritanya yang kemudian ia kemas ulang dan dibelokkan sebelum jeda “intermediate” selesai. Bila dirunut lagi ke belakang, sebenarnya film ini lebih tepat disebut Singham 3, karena kemiripan cerita dan original score antara kedua film pendahulunya dan setting kota yang sama.

Ranveer Singh sendiri di ‘Simmba’ tampil sangat baik sebagai komisaris polisi korup dengan postur tinggi tegap, berkumis dengan ujung dilinting dan gayanya yang necis, namun sebenarnya ia agak sedikit pemalu, logatnya pun selalu dibawakan dengan sedikit jenaka yang disertai omong kosong yang tak penting di setiap pembicaraan. Pertama kalinya berperan sebagai polisi di ‘Simmba’, memang agak sedikit berbeda dibandingkan film-film sebelumnya yang tampil lebih keras dan serius seperti ‘Bajrao Mastani’ (2015) dan ‘Padmavaat’ (2018) yang membuat namanya makin berkibar sebagai salah satu aktor Bollywood besar.  

Untuk Sara Ali Khan, setelah tampil perdana dalam ‘Kedarnath’ (2018) beberapa waktu lalu, di film layar lebar keduanya ini, dirinya tetap mampu menjadi sidekick yang mumpuni bagi Ranveer Singh sampai “Intermediate” dengan duetnya di beberapa tarian, sebelum akhirnya cerita bergeser sepenuhnya ke arah yang berbeda.

Sonu Sood sendiri juga juga tampil baik sebagai sosok antagonis dan mengingatkan kita akan Prakash Raj yang sangat dominan saat bermain di Singham, walau sayang dari segi naskahnya, dialog untuk pemeran antagonis ini tak sebaik ‘Temper’ ataupun ‘Singham’.   

Isu kekerasan terhadap perempuan yang sering terjadi di India dan jumlahnya meningkat di tiap tahunnya memang menjadi jualan Rohit Shetty di film ini. Mengangkat tema feminisme yang sedang marak di India rasanya sangat pas, mengingat banyaknya kejadian seperti ini dan sebagian besar pelakunya malah lepas begitu saja tanpa bisa terjamah hukum.

Turning point sesaat sebelum “intermediate” memang akan menjawab semua keraguan kita akan tokoh Simmba ini. Memang ada sedikit ganjalan soal konklusi ini, dan Rohit cenderung menggampangkan cerita tanpa ditelaah dulu dari sisi legalnya. Pergeseran tema seperti ini biasa terjadi di banyak film Bollywood dan sangat lazim digunakan sebagai pemanis cerita menjelang konklusi terakhir. Memang kebiasaan Rohit dalam membuat film lebih banyak digali dari sisi hiburannya dan cenderung membuat happy ending di setiap filmnya, bukan mengejar kualitas cerita yang selama ini menjadi standar acuan sineas film.

Hal ini dibuktikan dengan 8 filmnya yang mampu menembus pendapatan masing-masing 100 crores atau sekitar 18,5 juta Dollar Amerika per filmnya, dan baru Rohit Shetty yang melakukannya di perfilman Bollywood. Film-film ini secara kualitas memang masih dalam ukuran standar, namun sisi entertaining yang diselipkan dalam setiap filmnya mampu menarik massa untuk menonton setiap film yang ia produksi. Untuk ‘Simmba’ sendiri, data terakhir menyebutkan film ini mampu meraup pendapatan hingga 21,6 juta Dollar Amerika hanya dalam kurun waktu seminggu saja di 4000 layar bioskop India dan perolehan seminggu ini mengalahkan film-film blockbuster lain seperti ‘Thugs of Hindostan’ ataupun ‘Zero’ dan hanya kalah dari ‘Sanju’.

Buat kamu yang belum biasa melihat karya Rohit Shetty, dalam setiap adegan pentingnya banyak sekali terselip slow motion dalam jumlah masif. Begitu pula dengan adegan perkelahian yang agak bombastis, dengan penggunaan efek dan sling yang membuat setiap pukulan atau tendangan yang dilontarkan serasa menonton film superhero.  

Satu hal yang patut ditunggu adalah lagu-lagunya. Secara kualitas, lagu-lagu yang ada meningkat kualitasnya dari film-filmnya terdahulu, terutama dari sisi kreatif dan sinematografi. “Aankh Marey” yang bergenre dance merupakan remix dari lagu yang sama di tahun ’90-an, dengan beat cepat dibawakan Ranveer Singh bersama Sara Ali Khan di suasana outdoor dengan sorotan lampu warna warni. Lagu lainnya yang menjadi perhatian adalah “Tere Bin” bergenre pop yang easy listening dengan setting lembah pegunungan di Swiss. Sinematografi yang apik di segmen ini membuat audience akan tertuju pada lagu yang diletakkan sebelum “intermediate”.  

Semua dipadu apik, baik adegan aksi dan ceritanya juga akan membuat kita tertegun setelah sesi “intermediate”. Kedua bagian yang saling bertolak belakang ini akan memperlihatkan perubahan karakter cast utamanya secara signifikan. Kejutan terakhirnya, jelang klimaks, Ajay Devgan muncul sebagai Singham yang akan memberi perbedaan di akhir cerita dan tepat sebelum post credit, muncul Akshay Kumar yang nantinya akan berperan sebagai Inspektur dalam judul ‘Sooryavanshi’ di sekuel ketiga Singham.

Jadi buat kamu yang tertarik dengan Simmba, jangan ragu menonton film ini. ‘Simmba’ masih dapat kamu saksikan di bioskop terdekat di kota kamu dan jangan sampai terlewatkan.

Director: Rohit Shetty

Starring: Ranveer Singh, Sara Ali Khan, Sonu Sood, Siddarth Jadhav, Ashutosh Rana, Ashwini Kalsekar, Vaidehi Parshurami, Saurabh Gokhale, Amrit Singh, Ajay Devgan

Duration: 158 Minutes

Score: 7.5/10

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here