‘The Curse Of The Weeping Woman’, Teror Hantu Pembunuh Anak-Anak

“Your children are safe now, but have they heard her crying? Have they felt the sting of her tears? They will, and she will come for them.” – Patricia.

Sebagai pencinta film bergenre horor, siapa dari kita yang tidak mengenal “The Conjuring” dan “The Conjuring 2” (2013-2016), begitu pula dengan “Annabelle” dan “Annabelle: Creation” (2014-2017) dan “The Nun” (2018). Film-film tersebut merupakan bagian dari ‘The Conjuring Universe’ yang telah dicanangkan sejak lama dan mempunyai keterikatan satu sama lain, mungkin tidak secara langsung, namun semua film ini mempunyai bagian yang tak terpisahkan satu sama lain.

Salah satu filmnya yang akan diputar di Indonesia nanti adalah “The Curse of the Weeping Mother” atau di Amerika dikenal dengan judul “The Curse of La Llorona”. Walaupun film ini merupakan standalone version atau berdiri sendiri, nyatanya film ini masuk dalam lingkaran dalam ‘The Conjuring Universe’. Kaitannya memang minor dan tidak terlalu signifikan, karena keterkaitannya hanya melalui Pastor Perez (Tony Amendola) yang juga bermain di “Annabelle” dengan karakter yang sama.

Cerita dimulai tahun 1673 di Meksiko, hiduplah seorang wanita cantik bersama suami dan kedua anak lelakinya, suatu ketika diceritakan kalau sang istri memergoki sang suami berselingkuh dengan perempuan lain dan rasa amarah yang besar akibat sakit hatinya, Llorona akhirnya membunuh kedua anak mereka di pinggir sungai dengan menenggelamkan mereka. Tak lama dia juga ditemukan mati bunuh diri di sungai tersebut.

Penggalan cerita di atas langsung menuntun kita jauh ke tahun 1973 di Los Angeles, Amerika Serikat, saat Anna Tate-Garcia (Linda Cardellini) yang bekerja sebagai petugas di dinas sosial menemukan kalau Patricia Alvarez (Patricia Velasquez) dicurigai telah menganiaya kedua anaknya, tak sadar kalau dirinya ditarik masuk ke dalam dunia gelap yang selama ini tak pernah ia bayangkan. Anna baru sadar kalau akhirnya kedua anak Patricia ditemukan mati tenggelam di pinggir sungai dan segera kedua anaknya menjadi sasaran hantu wanita La Llorona (Marisol Ramirez) yang masih gentayangan sejak abad 17 dan mencari tumbal atas arwah anaknya yang telah meninggal.

Hantu dengan rupa memakai gaun dan penutup kepala berwarna putih ini dengan cepat beralih meneror Anna dan kedua anaknya, Chris (Roman Christou) dan Samantha (Jaynee-Lynne Kinchen). Anna kemudian meminta tolong kepada Pastor Perez, namun sang Pastor menolaknya karena harus meminta izin dulu ke atasannya dan itu membutuhkan waktu lama. Pastor lalu menyarankan untuk bertemu dengan Rafael Olvera (Raymond Cruz), yang dulunya juga merupakan bekas pastor dan sekarang berprofesi sebagai dukun pengusir setan. Bisakah Rafael mengusir La Llorona dan menyelamatkan  kedua anak Anna?

Film yang disutradarai oleh Michael Chaves (nantinya akan menggarap “The Conjuring 3” di tahun 2020) memang menarik. Film layar lebar pertamanya ini langsung hadir mengangkat urban legends dengan premis yang sangat sederhana. La Llorona sebenarnya sangat berpotensi untuk menjadi film horor terbaik, hanya saja beberapa faktor klise seperti alur cerita yang cenderung mudah ditebak. Alur cerita seperti ini memang seringkali digunakan untuk sejumlah film horor bertema exorcist, karena mudah dipahami dan dapat menggiring audience ke pokok permasalahan. Selain itu tidak ada pendalaman karakter yang seharusnya dilakukan terhadap karakter Anna dan kedua anaknya.

Skripnya sendiri bisa dibilang tak terlalu baik, kedua anak Anna tersebut seperti orang bodoh yang terkesan traumatik setelah diserang, namun tidak ada narasi sedikit pun yang mendukung mereka bertindak seperti itu. Begitu pula dengan sang dukun, yang mencoba melucu, namun dengan mimik muka serius dan kaku, yang ada kita dibikin jengkel dan gregetan sendiri. Tapi itu bukanlah murni kesalahan pemain, hanya sekedar menuruti naskah semata.

Set piece dan sinematografi-nya sendiri sebenarnya sangat menarik. Kedua aspek ini mampu memberi nuansa mencekam dan penuh kejutan kepada penonton lewat sejumlah jumpscare yang bisa dibilang lumayan banyak untuk sebuah film horor. Chaves juga pintar dalam menggunakan sejumlah setting yang jarang digunakan dalam sebuah film horor, yakni kolam renang. Setting lain seperti di mobil dan kamar mandi juga tak luput ia eksplor dan hasilnya memang mengagumkan.

Berkali-kali kita akan dikejutkan oleh sequence yang sebenarnya kita sendiri tahu pasti akan kaget di bagian itu, namun karena sound ambience nya sangat baik, hal ini akan terasa menyenangkan buat kamu yang menyukai horor seperti ini. Namun buat kamu yang cenderung fokus ke jalan cerita, mungkin jumpscare yang lumayan repetitif seperti La Llorona akan membuat kamu terganggu, karena film ini mempunyai stereotype yang sama seperti karya James Wan sebelumnya.

Buat kamu penyuka genre horor, film ini sangat layak untuk kamu tonton, walaupun dari segi cerita belum sebaik “Annabelle: Creation” ataupun “The Conjuring”, namun buat ‘jumpscare lovers’, film ini jelas mengobati kekesalan kamu akan “The Nun” yang tak sesuai ekspektasi selama ini.

 

Director: Michael Chaves

Starring: Linda Cardellini, Raymond Cruz, Patricia Velasquez, Marisol Ramirez, Sean Patrick Thomas, Tony Amendola, Jaynee-Lynee Kinchen, Roman Christou

Duration: 93 Minutes

Score: 7.5/10

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here