The Incredibles 2, Kembalinya Keluarga Superheroes yang Lama Dinanti

0
574

“You know it’s crazy, right? To help my family, I gotta leave it to fix the law, I gotta break it.” – Helen Parr/Elastigirl.

Jika sebuah film sekuel memiliki rentang waktu yang panjang dari film pertamanya, maka sudah pasti film tersebut akan menjadi incaran banyak orang. Contoh kasusnya sudah banyak dan yang terakhir adalah Jurassic World dan Star Wars: The Force Awakens yang sama-sama mencetak rekor fantastis di tahun 2015 lalu. Apakah hal serupa bisa diulang oleh keluarga super a.k.a “The Incredibles”? Mungkin. Tapi yang pasti jika pertanyaannya adalah apakah film ini sanggup menjadi film sekuel terbaik yang pernah diproduksi Pixar? Jawabannya tentu saja “Iya”.

The Incredibles 2 mengawali kisahnya dengan adegan yang action-packed. Akhiran film pertama yang memunculkan karakter antagonis Underminer menjadi pembuka yang sempurna bagi film kedua. Ya, sutradara sekaligus penulis naskah film yaitu Brad Bird memang tidak membuat waktu berjalan bersamaan dengan usia kita. The Incredibles 2 tidak jauh berselang dari film pertama, di mana Brad mencoba mengembangkan cerita dari sana.

Kalau dipikir-pikir, sepertinya The Incredibles 2 juga tidak perlu repot-repot menyamakan timeline-nya dengan kita. Masih banyak kok pintu yang bisa dibuka dari keluarga ini, jika mengacu kepada film pertama. Helen Parr dan Bob Parr harus mengurus keluarga, terutama Jack-Jack yang masih bayi. Kemudian Violet saat itu berada di fase kehidupan yang paling menarik di mana gadis ini mulai beranjak dewasa dan memiliki masalah dengan yang namanya relationship. Kedatangan Underminer hanyalah awal yang membuat film langsung memikat sehingga The Incredibles 2 nanti tidak kesulitan untuk mengajak penonton masuk ke dalam dua permasalahan yang mereka hadapi; dinamika keluarga, dan juga tantangan menjadi pahlawan super. Bagaimana dua hal itu dikembangkan kemudian disatukan menjadi satu penceritaan yang utuh dan solid akan kita bahas di sini.

Kelebihan The Incredibles 2 dalam meramu cerita adalah gimana bisa mereka memadukan dua “lahan” tadi seiring waktu berjalan. Terdapat isu familiar yang tampil di awal, terkait dengan kemunculan Underminer, yang membuat keluarga Parr menjadi terpojok. Isu ini memang bukan barang baru, namun menjadi keputusan yang cukup tepat untuk menjadikannya sebagai trigger di dalam kisah. Berbeda dengan superhero kebanyakan, Bob dan Helen memiliki tanggung jawab ekstra. Mereka harus memikirkan, bagaimana mereka bisa menjalani kehidupan yang baik sebagai satu keluarga. Mereka punya tanggung jawab mengurus anak. Hal ini kemudian dieksplorasi dan dikombinasikan dengan unsur-unsur “superhero-isme” sehingga membuat dua hal tadi jadi tersambung dengan rapih.

Masuk ke babak berikutnya, The Incredibles 2 mulai melakukan sesuatu yang unik di mana Bob akhirnya menjaga anak-anak di rumah sedangkan Helen pergi keluar dan memberantas kejahatan. Bukan sebuah spoiler, semuanya sudah tahu akan hal ini, namun yang menjadi pertanyaan adalah mengapa itu bisa terjadi? Lagi-lagi, Brad Bird menunjukkan kepiawaiannya. Sembari memperkenalkan kakak-beradik yang menjadi karakter baru di dalam film yaitu Winston Deavour (Bob Odenkirk) dan Evelyn Deavour (Catherine Keener), Brad juga merancang situasi tricky bagi Bob dan Helen. Sesuatu yang sukses mengembangkan cerita, bukan hanya sekedar menunjukkan kalau wanita juga bisa mengerjakan apa yang biasanya dikerjakan oleh laki-laki. Kita melihat pada awalnya Helen sangat memiliki supremasi. Tapi, nanti akan muncul tanggapan terhadap hal ini, disertai dengan alasan yang cerdas yang merupakan buah pemikiran matang dari kedua orang tua.

Tapi jangan gara-gara itu kamu berpikir kalau di bagian tersebut film terlalu banyak diisi omongan-omongan berat. The Incredibles 2 tetap menarik karena memadukan aksi dan komedi secara konstan. Untuk bagian aksi, penonton akan menikmatinya di kala Helen bertugas, sementara Bob yang kelimpungan mengatasi anak-anaknya sukses memancing tawa. Problematika disusun dengan rapih di bagian Bob sehingga kita dapat mengetahui apa kebutuhan dari setiap anak dan bagaimana sang ayah membantu menyelesaikannya. Di sini Jack-Jack mulai mencuri perhatian. Penampilannya sebagai bayi saja sudah sangat menggemaskan, apalagi jika ia masuk ke tahap berikutnya yaitu kesadaran bahwa dirinya juga memiliki kekuatan. Bisa dibilang Jack-Jack akan menjadi karakter favorit banyak orang karena penampilannya di setiap scene begitu menggemaskan lagi menghibur. Tapi, film tentu tidak memanfaatkan Jack-Jack hanya sebagai penggembira. Ada saat di mana ia akan berguna.

Anyway, untuk Helen, dia menghadapi masalah yang tidak sekompleks Bob. Elastigirl berjuang melawan penjahat bernama Screenslaver yang kerap muncul di waktu yang tak terduga. Identitas asli dari karakter ini belum diketahui sehingga kemungkinan Helen akan berhadapan dengan lawan yang tangguh. Satu fighting scene antara Helen melawan Screenslaver merupakan pertunjukan kelap-kelip yang asik.

Di samping itu, karakter lain yang harus kamu perhatikan adalah duo kakak-beradik Deavour. Mereka bukan pajangan karena memiliki kaitan yang erat dengan keluarga Parr. Ketika dua karakter tersebut diperkenalkan, terlihat satu penggambaran yang lagi-lagi terasa familiar. Kita bisa menerka kira-kira ke mana arahnya. Tapi, ketika misteri semakin terungkap, film memberikan kejutan kecil yang menarik. Sebuah motivasi yang mendalam dan berada di personal level. Poin tambahan untuk Catherine di sini karena chemistry yang ia jalin dengan Holly Hunter yang memerankan Helen sangat bagus. Ada beberapa percakapan kecil yang semakin menguatkan bonding kedua karakter ini.

The Incredibles merupakan film keluarga yang dikemas dalam bentuk parcel bercorak superhero, jadi apa yang dilakukan Brad Bird kepada cerita dan para karakternya dibuat sesuai mungkin dengan koridor yang sudah ditetapkan, yaitu “Keluarga”. Tidak terkecuali untuk film kedua, di mana konflik masih berkutat di sana tapi berkat pemanfaatan materi yang efisien, ditambah dengan berpisahnya Bob dan Helen untuk sementara waktu membuat film ini memiliki dua sisi yang sama-sama menarik. Ditambah dengan scoring yang keren dari Michael Giacchino (Coco, Jurassic World:Fallen Kingdom), The Incredibles 2 semakin menasbihkan dirinya sebagai film animasi dalam mengisi liburan yang paling recommended untuk disaksikan. A natural super-adventure sequel that worth the wait after a very very long time.

Director: Brad Bird

Starring: Craig T. Nelson, Holly Hunter, Sarah Vowell, Huck Milner, Catherine Keener, Eli Fucile, Bob Odenkirk, Samuel L. Jackson, Sophia Bush, Brad Bird

Duration: 118 minutes

Score: 9.0/10

Facebook Comments