“Siapa Laut itu sebenarnya?” – Sachiko.

Seseorang lelaki terdampar di pantai Aceh tanpa mengenakan sehelai benang pun di badannya. Lelaki tanpa nama (Dean Fujioka) yang tampak misterius ini awalnya tak berbicara sedikit pun, dan sedikit mengerti bahasa Jepang ketika ditolong sekelompok orang, dan dirinya pun tak tahu menahu bagaimana bisa terdampar di tempat itu.

Masyarakat setempat kemudian memanggil Takako (Mayu Tsuruta), seorang wanita Jepang yang tinggal di Banda Aceh dengan anak laki-lakinya, Takashi (Taiga) yang masih kuliah. Takako terbilang fasih bisa bahasa Indonesia dan Jepang karena bekerja untuk organisasi nirlaba untuk bantuan bencana tsunami.

Sementara itu, secara kebetulan Ilma (Sekar Sari) dan kameramennya, Kris (Adipati Dolken) sedang membuat dokumentasi dan mewawancarai korban yang selamat dari gempa bumi dan tsunami tahun 2004 di tempat Takako. Sementara mencari pertolongan, sang pria misterius itu dititipkan di rumah Takako.

Ilma dan Kris kemudian memberi nama pria misterius itu Laut, supaya lebih gampang saja diingat kalau memanggil orangnya. Walaupun tinggal di rumah Takako, Laut tetap diam seribu bahasa.

Keesokaan harinya, sepupu Takashi, Sachiko (Junko Abe) datang dari Jepang untuk berlibur. Bersama-sama dengan Laut, mereka pergi dengan mobil pick up dan disitulah Laut terlihat memiliki kekuatan gaib yang sulit dipercaya. Sempat terekam oleh kamera, keajaiban itu membuat mereka bingung akan apa yang mereka saksikan, namun Laut tetap saja cuek dengan kebingungan mereka itu. Pada satu titik, Laut mengulurkan tangannya dan menyulap bola air mengambang di telapak tangannya yang terbuka – sebuah trik yang Ilma rekam di kameranya.

Setelah itu, cerita sedikit bergeser ke drama kehidupan Sachiko, Takashi, Ilma, dan Kris. Kehidupan masa lalu mereka berpadu dengan masalah pribadi lebih banyak tertumpah saat mereka sedang ngobrol, terutama saat Kris tertarik dengan Sachiko dan berniat menemaninya untuk menebar abu ayahnya yang dahulu pernah berperang di situ saat masa penjajahan.

Film ini digarap dan ditulis oleh Koji Fukada yang kondang sejak menggarap “Au Revoir L’Ete” di tahun 2013 dan “Harmonium” di tahun 2016. Untuk film “Harmonium”, film ini memperoleh Un Certain Regard Jury Prize di Festival Film Cannes. Atensi lebih besar diperlihatkan saat Fukada membuat film ini. Apa yang Fukada tampilkan lewat bencana tsunami di Aceh, bisa memberikan multi tafsir tersendiri bagi yang menonton. Laut bisa jadi semacam reinkarnasi dari para korban tsunami, yang mana ia bisa berproses menjadi siapa pun yang ia mau dan ia lakukan. Sosok superlatif yang di satu sisi dapat menyembuhkan orang lain dari penyakit dengan kemampuannya, namun ia sendiri juga dapat membujuk anak-anak yang tak berdosa hingga ajal menjemput mereka.

Konteks Laut sendiri juga dapat diartikan secara harafiah ketika kita bertemu dengan alien yang berinteraksi langsung dengan manusia. Banyak referensi film yang similar dengan hal ini seperti “Starman” (1984) atau yang sedikit lawas, “The Man Who Fell to Earth” (1976), namun esensi Fukada dalam menjelaskan sosok Laut memang digambarkan sangat enigmatik atau penuh teka-teki, sangat berbeda dari referensi di atas yang konteksnya sangat jelas dan bisa dipahami.

Dean Fujioka (Fullmetal Alchemist) yang menjadi Laut memang tampil sedikit berbeda dari biasanya. Ekspresi polos tanpa emosi mungkin dapat dimengerti kenapa banyak orang tidak bisa memahami dirinya yang begitu kompleks, karena hanya ia sendiri yang mengetahui apa yang ia lakukan. Memang film ini plotnya terasa lambat, namun konfrontasi terakhir jelang film usai merupakan momen yang sangat spektakuler, audiens akan terkejut dan distraksi semacam ini memberikan kesenangan yang menyenangkan. Semuanya datang dan pergi tanpa sedikit pun menengok masa lalu kelam yang pernah kita alami, itu mungkin alasan yang cukup kuat bagi Fukada untuk membuat film ini.

Film “The Man from the Sea” akan tayang terbatas hanya di beberapa bioskop seluruh Indonesia. Jadi buat kamu yang penasaran dengan film kolaborasi antara Indonesia dan Jepang ini bisa langsung menonton film ini mulai 14 Februari 2018.

 

Director: Koji Fukada

Starring: Dean Fujioka, Taiga, Junko Abe, Sekar Sari, Adipati Dolken, Mayu Tsuruta

Duration: 107 Minutes

Score: 7.0/10

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here