Bagaimana kalau kamu terjebak dalam sebuah kolam renang setinggi enam meter yang sudah dalam keadaan kosong tanpa air? Apa yang akan kamu lakukan menghadapi situasi seperti itu? Kamu bisa lihat di “The Pool”, film Thailand terbaru yang kini sedang diputar di Indonesia.

Untuk premisnya, film ini sudah berbicara banyak dari judul dan tagline yang termaktub dalam posternya. Dari judulnya, sudah jelas apa yang akan kita tonton, lantas tagline-nya sendiri terbaca jelas: “6 meters, deep pool, no water, no ladder, no way out”. Dan satu clue tambahan, dalam poster tergambar sosok buaya besar yang ada di dasar kolam.

Tak usah menonton trailernya pun kita sudah dapat membayangkan bagaimana film ini akan bertutur hingga akhir. Pastinya akan ada banyak sekali kekacauan yang terjadi di sepanjang film dan inilah review-nya.

Kamera langsung mengarahkan kita pada proses produksi film underwater yang sedang berlangsung di kolam renang yang dipenuhi dipenuhi properti syuting seperti sofa, lampu dan sejumlah props lainnya. Fokus kemudian tertuju pada teriakan sutradara kepada Day (Theeradej Wongpuapan) yang bertugas sebagai art director yang sedang mengatur lampu-lampu yang ada di kolam renang tersebut. Selesai syuting, paginya kolam renang itu sudah ditinggal para crew film. Day dan anjingnya pun memanfaatkan waktu lowong itu dengan bersantai.

Anjingnya ia ikat di pinggir kolam renang, sedangkan Day berjemur di atas rakit pelampung di tengah kolam. Salah satu temannya sudah memberitahukan dirinya kalau air sudah dikuras, tapi omongan itu rupanya tak digubris, dan Day sadar pas terbangun kalau air telah menyusut drastis tinggal separuh. Setengah mati ia mencari akal bagaimana ia dapat keluar dari kolam tersebut. Kolam renang yang posisinya jauh dari mana-mana ini memang tak dipakai lagi dan berteriak pun rasanya tak ada gunanya.

Usahanya tak berhasil juga setelah sekian lama ia mencoba, ia pasrah dan tertidur lagi di rakit itu. Tak lama pacarnya, Koi (Ratnamon Ratchiratham) datang dan tak melihat air telah berkurang, dirinya malah ingin terjun ke kolam lewat papan loncat, Day pun tiba-tiba terbangun saat mendengar anjingnya menggonggong dan memperingatkan Koi, tapi sayangnya sudah terlambat, kepala Koi terbentur keras pinggir papan dan ikut terjebak bersama Day di kolam renang.

Bagaimana nasib mereka selanjutnya? Apakah mereka akan terjebak selamanya di dalam kolam renang? Dan bagaimana buaya itu bisa ada bersama Day di situ?

Sebagai sebuah cerita, film ini sangat cerdas menggali potensi yang dimanfaatkan sebagai lokasi syutingnya. Siapa yang menyangka kalau kolam renang (lebih tepatnya disebut kolam loncat indah) dapat dijadikan inspirasi pembuatan film bergenre thriller yang sangat mencekam seperti ini. Kejadiannya pun sangat nyata, bisa kita alami juga pada kehidupan sehari-hari. Film yang temanya berkisah layaknya sebuah film indie, yang lebih kuat dalam mengandalkan cerita dan props ketimbang nama besar para pemainnya.

“The Pool” digarap dengan serius, dengan sinematografi yang apik, visual effect yang looks real (terutama buaya-nya), begitu pun dengan editingnya yang cukup mulus. Namun di balik keunggulan faktor teknis itu, ada faktor fatal yang teramat mengganggu dalam film ini, yaitu lemahnya script yang malah menunjukkan kebodohan sang aktor utama dalam mencoba meloloskan diri dari kolam renang tersebut. Tak hanya sekali, kebodohan itu ditunjukkan berkali-kali dalam scene berbeda. Hal tersebut akan membuat kita kesal sendiri menontonnya. Faktor stupidity itu justru membuat film ini seakan-akan mencoba membodohi audiens. Ya mungkin itu berhasil di negara asalnya, tapi untuk film yang ditujukan secara komersil dan dipasarkan luas ke mancanegara, akan membuat film ini sama sekali tak berkesan setelah menonton hingga selesai.

Walaupun film ini menunjukkan kebodohan sang aktor, namun akting Theeradej Wongpuapan (The Cupids Series) patut diberi kredit tersendiri. Penampilannya sangat prima dan meyakinkan di sepanjang film. Ping Lumpraploeng yang bertindak sebagai sutradara dan penulis naskah, tampaknya tak mau terjebak dalam berbagai resensi film Hollywood bertema drama yang ditampilkan sebagai sole survivor dan malah berakhir dengan kebosanan dengan banyaknya monolog dalam film bertema serupa.

Dengan pintarnya, sang sutradara memberi sedikit moment of romance di sela-sela adegan. Kilasan flashback perjalanan cinta yang rumit antara Koi dan Day mewarnai perjuangan keduanya meloloskan diri dari kolam renang maut itu.

Untuk masalah buaya yang kalau dipikir pikir sangat menggangu dan tak masuk akal, memang keberadaannya mengundang tanda tanya tersendiri. Dari mana asalnya? Untung sosok predator ini digambarkan dengan jelas darimana datangnya, tak muncul begitu saja tanpa sebab. Kehadirannya malah menambah tensi ketegangan dan menimbulkan masalah tersendiri bagi mereka.

Terlepas dari itu semua, “The Pool” mampu berbicara banyak dari sisi kreatif dan teknis, walaupun naskahnya sendiri seperti pisau bermata dua, yang di satu sisi sangat dipuji, namun di lain sisi menunjukkan kebodohan yang tak perlu. Kalau saja sisi itu dapat disadari dari awal, film ini mampu berbicara lebih jauh di berbagai kancah film domestik dan internasional.

Film bergenre thriller yang menarik dan juga unik ini sangat menegangkan hingga akhir. Dan “The Pool” sudah bisa kamu saksikan di jaringan CGV, Flix dan Cinemaxx terdekat di kota kamu.

 

Director: Ping Lumpraploeng

Starring: Theeradej Wongpuapan, Ratnamon Ratchiratham

Duration: 91 Minutes

Score: 5.8/10

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here