Trailer Perdana ‘Aladdin’, Live-Action Disney yang Bakal Jadi Kontroversi

Beberapa bulan lalu kita sudah melihat rilisan foto-foto first look dan teaser dari adaptasi live-action film animasi Disney hit, “Aladdin” (1992). Dan bisa dikatakan rilisan ini mendapatkan resepsi yang cukup kontroversial.

Dan ketika beberapa hari lalu, ketika full trailer perdananya dirilis, api kontroversi yang menimpa film arahan Guy Ritchie (Lock, Stock and Two Smoking Barrels) ini nyatanya masih berkobar kencang.

Dan tentunya kontroversi ini seperti yang bisa diterka, diakibatkan oleh sosok Genie yang diperankan oleh Will Smith (I Am Legend). Bukannya kami ingin rasis. Namun ayah dari aktor Jayden Smith (The Karate Kid) ini, terlihat benar-benar miscast.

Gaya humor Smith memang lumayan bersih seperti si komedian legendaris yang mengisi suara Genie di film animasinya, Robin Williams (Mrs. Doubtfire). Tapi kalau dilihat dari teaser dan trailer-nya sejauh ini, Smith tidak memiliki kharisma yang se-likable seperti Williams dulu.

Jujur saja Chillers, kami masih bingung dengan apa yang mendorong Ritchie dan pihak Disney untuk men-cast Smith sebagai si jin lampu wasiat karismatik ini. Di tangan Smith sosok Genie, terlihat seperti karakter Smith di serial TV “The Fresh Prince of Bel-Air” (1990-1996) dulu.

Selain Smith sebagai Genie, kami juga merasa tidak nyaman dengan sosok villain utama, Jafar yang diperankan oleh Marwan Kenzari (Ben-Hur, The Mummy).

Entah mengapa kami melihat di trailer-nya, ia terlihat sangat “wooden” dan tidak karismatik seperti versi animasinya yang dulu disuarakan oleh Jonathan Freeman (Forever, Lulu).

 

Namun diantara aspek-aspek negatif tersebut, setidaknya adapatsi live-action ini sama hal-nya seperti apatasi-adaptasi live-action Disney sebelumnya (Beauty and the Beast, Cinderella), memiliki tampilan plot yang sama persis seperti versi aslinya.

Dan yang lebih penting lagi, setidaknya Mena Massoud dan Naomi Scott sebagai Aladdin dan Jasmine, terlihat pas. Alias tidak terlalu tampan dan cantik dan keseluruhan fisiknya terlihat lumayan persis seperti tampilan versi animasinya.

Pada akhirnya bisa dikatakan bahwa kemungkinan besar adaptasi live-action Aladdin akan menimbulkan kontroversi bagi sebagian audiens yang awam dan fans film animasi 90an nya silam. Namun walau demikian, mari kita lihat saja lagi ketika filmnya dirilis pada tanggal 24 Mei 2019 mendatang.

Semoga saja perjalanan Aladdin dan Jasmine di atas karpet terbang, akan berjalan mulus tanpa ada lemparan tomat busuk banyak ke wajah mereka. Amin.

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here