Tak dipungkiri bahwa yang namanya film mengenai mafia atau gangster sudah banyak dibuat. Oleh karena itu, sangat penting bagi sang sutradara untuk memberikan arahan yang mampu membuat film bertema serupa buatan mereka terlihat beda sendiri dari film lainnya.

Dan sepertinya rasanya sutradara Adam Sherman (Crazy Eyes) sukses memahami makna tersebut di film yang naskahnya juga ditulis olehnya ini. “She’s Just a Shadow” pada dasarnya mengisahkan seorang mafia wanita bernama Irene (Tao Okamoto) yang menguasai pasar black market dan perdangan seks bebas di Tokyo, Jepang. Dirinya bisa dikatakan sangat sukses dalam menjalankan “profesinya” ini terlepas ia juga harus bersaing rebutan wilayah dengan rival-rival mafianya.

Nah ditengah-tengah keribetannya menghadapi para mafia ini, tiba-tiba dirinya dan seluruh wanita di Tokyo dikejutkan dengan pembunuh berantai sadis yang kerap meninggalkan mayat korbannya di atas rel kereta. Mau tak mau Irene sekarang harus pintar-pintar menjaga diri dan bisnisnya baik dari sang rival maupun pembunuh sadis yang menteror Tokyo tersebut.

 

Berdasarkan deskripsi plot-nya tersebut, tak mengherankan apabila di awal kami mengatakan bahwa Sherman adalah sosok yang cerdas dalam memberikan kesan pembeda sehingga membuat “She’s Just a Shadow” terlihat tidak seperti kebanyakan film-film bergenre drama-thriller mafia pada umumnya. Penoton akan dibawa lebih jauh masuk ke sebuah imajinasi modern tentang jaringan seks, narkoba, dan gangster, yang semua elemen ceritanya saling berbaur baik antara seorang pembunuh berantai, keluarga kejahatan sebuah keluarga, dan perang geng yang teramat kejam.

Permasalahan-permasalahan tersebut ia gabungkan dalam sebuah film antara dirinya dan sinematografer David Newbert (Marfa Girl 1-2). Tampilan visualnya sendiri begitu artistik layaknya seperti lukisan kota Tokyo di malam hari. Pokoknya gorgeous banget deh!

Oh ya, hal lain yang membuat film ini terlihat berbeda adalah bahasa pengantar yang digunakan. Walau film ini berlatar belakang di Jepang, hampir sebagian besar cast-nya adalah turunan Jepang atau Asia lainnya yang menggunakan dialog bahasa Inggris! Ya, agak aneh memang, tapi kalau dipikir-pikir tak ada salahnya, mengingat sebagian besar kru dan pembuat filmnya sendiri berasal dari barat.

 

Selain keunikan-keunikan yang telah disebutkan tersebut, faktor lain yang membuat kami ingin menyaksikan film ini adalah si Okamoto sendiri yang bisa dikatakan melalui film ini, ia akhirnya menjadi pemeran utama setelah sebelum-sebelumnya seperti di “The Wolverine” (2013) dan “Batman V Superman: Dawn of Justice” (2016) menjadi pemeran pembantu saja.

Dan kalau dilihat dari cuplikan trailer-nya, sepertinya aktris asal Chiba, Jepang ini akan sukses banget di peran besar pertamanya ini. Apakah terkaan kami ini nantinya terbukti? Ya, mari kita tunggu saja lagi hingga She’s Just a Shadow dirilis di layar lebar dan VOD (Video On-Demand), 19 Juli 2019 mendatang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here