‘Triple Frontier’, Perampokan Berencana oleh Pensiunan Tentara

Netflix kali ini kedatangan film seru yang kehadirannya sudah lama ditunggu. Triple Frontier, film bergenre action thriller ini menceritakan Santiago “Pope” Garcia (Oscar Isaac) yang sedang mengejar bandar narkoba Gabriel Martin Lorea (Reynaldo Gallegos) di sebuah perkampungan padat penduduk di Amerika Selatan. Pengejaran ini berkat intel yang selama ini menemani dirinya, Yovanna (Adria Arjona). Yovanna memberi tahu informasi kalau dirinya berhasil menemukan tempat persembunyian Lorea di hutan beserta uang yang Lorea simpan di tempat itu.

Berdasarkan info itu, Pope kembali ke Amerika dan mengumpulkan bekas timnya di pasukan khusus yang sudah pensiun, Tom “Redfly” Davis (Ben Affleck); dua bersaudara William “Ironhead” Miller (Charlie Hunnam) dan Ben Miller (Garrett Hedlund); dan Francisco “Catfish” Morales (Pedro Pascal) untuk melakukan misi pengintaian di tempat Lorea bersembunyi. Lokasi tempat Lorea bersembunyi ini berada di perbatasan Peru, Brazil dan Colombia. Ketiga negara inilah yang menjadi alasan film ini dinamakan “Triple Frontier”.

Alih-alih membawa informasi itu kepada atasannya di agensi tempat ia bekerja, Pope memutuskan bahwa ia dan teman-temannya akan melakukan operasi ini sendirian, dan berencana mengambil uang simpanan Lorea yang jumlahnya puluhan juta dolar Amerika, untuk mengubah kehidupan mereka. Tak semuanya lantas setuju dengan ide itu. Redfly tadinya menolak, pada akhirnya setuju dengan ide itu, karena dirinya harus menghidupi mantan istri dan anaknya. Begitu pula dengan yang lain, pada akhirnya menyetujui ide itu dengan sejumlah syarat yang dibuat Redfly dengan Pope.

Apakah nantinya perampokan ini akan berhasil? Dan apakah informasi yang diberikan sang informan sangat solid?

Lama tak terdengar kabarnya, J.C. Chandor kembali menggebrak lewat film yang kini ditayangkan di jaringan berbayar Netflix. Setelah terakhir kali menyutradarai “A Most Violent Year” di tahun 2014, J.C. Chandlor seolah menghilang dari hadapan publik lewat film-filmnya. Kini “Triple Frontier” yang awalnya direncanakan sejak tahun 2010 ini, bisa kita lihat dengan premis awal yang begitu menarik dilihat, sekilas mengingatkan kita akan nuansa duology Sicario (2015-2018) yang gelap dan kelam. Samar-samar terdengar lagu ‘For Whom the Bell Tolls’ dari Metallica yang didengarkan Pope lewat headset-nya, namun premis awal yang sudah terjalin apik ini berubah menjadi flat dan lambat, tak ada tensi yang dimainkan antar kelima karakter utama ini.

Character building yang semestinya berlangsung, hanya diisi oleh ‘pep talk’ dengan dialog yang ala kadarnya. Tensi kemudian mulai meningkat ketika memasuki adengan pengintaian, tapi lagi-lagi, banyak adegan yang terbilang sia-sia untuk film sekelas ini. Korelasi antara Lorea dan Yovanna memang jelas sebatas kurir dan majikan saja, namun perburuan antara Lorea dan kelima orang ini hanya sebatas sekelompok orang yang ingin merampok korbannya, kita tak disuguhkan planning yang rumit, dengan skenario yang dikhususkan ketika sebuah pasukan khusus melakukan penyerbuan dalam sebuah operasi.

Setelah skenario ini selesai, masalah tak langsung usai. Masalah baru berdatangan, kesolidan tim ini terus diuji lebih dalam, namun lagi-lagi kelemahan skrip mulai nampak. Paruh kedua berjalan, kita bukannya disuguhkan porsi yang sama dari kelima orang ini, tapi dominasi Redfly dan Pope-lah yang ditonjolkan dalam film ini. Alhasil, survival yang seharusnya tampil solid antar kelimanya, malah begitu saja berlalu tanpa ada greget sama sekali hingga film selesai.

Sederet kekurangan di atas, akan membuat catatan tersendiri dari karya Chandor yang selama ini selalu di atas rata-rata. Pastinya akan membuat film ini kekurangan daya tariknya. Yang perlu diberi perhatian lebih adalah scene pertama yang benar-benar keren. Sinematografer Roman Vasyanov dan desain produksi yang dikerjakan Greg Berry memang memberikan first impact pada film ini. Adegan-adegan ini dikerjakan ala film peperangan perkotaan atau city warfare. Serangan rumah Lorea juga terlihat similar dengan saat-saat terakhir dari Zero Dark Thirty (ditulis oleh Boal yang secara kebetulan juga menulis naskah film ini bersama Chandor).

Nah, buat Chillers yang penasaran akan deretan cast besar yang bermain dalam film ini, kamu bisa menyaksikannya di jaringan berbayar Netflix.

 

Director: JC Chandor

Starring: Ben Affleck, Oscar Isaac, Charlie Hunnam, Garrett Hedlund, Pedro Pascal, Adria Arjona, Reynaldo Gallegos, Sheila Vand, Madeline Wary.

Duration: 125 Minutes

Score: 6.8/10

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here