“I drilled to the bottom of the ocean and we don’t know what came out.” – Emily Haversham.

Ketika pertama kali menyaksikan cuplikan trailer-nya beberapa bulan lalu, kami memang menyadari kalau film arahan William Eubank (The Signal) ini hampir serupa banget dengan plot beberapa film bencana bawah laut lainnya.

Dengan kata lain, Underwater memiliki sensasi aura film horor yang sangat komersil, repetitif, dan “kelas B”. Walau demikian dikarenakan Kristen Stewart (Personal Shopper) menjadi pemeran utamanya, kami pun menjadi tertarik untuk menyaksikannya.

Bukannya disini kami menjadi fanboy dadakan si Bella Swan. Tapi faktanya pasca era Twilight Saga (2008-2012), Stewart semakin sukses memperlihatkan skill aktingnya yang sesungguhnya.

Memang, sebelum ngetop banget melalui franchise “ganteng-ganteng tapi Vampir” tersebut, Stewart juga sudah memperlihatkan kemampuan akting mumpuninya seperti di Panic Room (2002), dan Zathura: A Space Adventure (2005).’

Tapi sekali lagi adalah pasca Twilight Saga lah dimana Stewart sukses memperlihatkan kemumpuniannya sebagai aktris. Stewart sukses menunjukkan kalau ia memang jago banget dalam urusan berakting dan, ia memanglah sosok yang luwes (versatile) dalam berbagai peran yang dilakoninya.

Dan hal tersebut lagi-lagi dibuktikannya melalui perannya sebagai mekanik dari kapal stasiun pengeboran bawah laut Kepler 822, Norah Price di filmnya ini. Stewart menampilkan sosok Norah dengan sangat badass dan empowering bagi seluruh audiens wanita yang menyaksikan.

Walau di saat yang sama ia memang merasa takut dengan sosok ancaman bawah laut yang sukses memporak porandakan stasiun kerjanya tersebut, Stewart sukses menampilkan rasa cemasnya dengan sangat wajar namun tetap terlihat badass di saat yang sama.

Penampilan kerennya ini, jugalah diperkuat dengan penampilan rekan-rekan aktor lainnya terutama, Vincent Casseel (Eastern Promises) yang memerankan si kapten stasiunnya, Kapten Lucien.

Aktor veteran Perancis ini sukses menampilkan sosok Kapten yang tetap optimis terlepas ia jelas-jelas menyadari kalau bencana yang dihadapi mereka di bawah laut benar-benar sangat mengancam nyawa.

Bahkan yang lebih kerennya lagi, ia menampilkannya dengan manner yang sangat tenang dan cool banget. Tapi yeah, untuk apa kita membahasanya lagi bukan? Ini adalah Vincent Cassel. Rasanya untuk sosok seperti dirinya, kita tidak usah lagi membicarakan apalagi mengkritisi sosok dan penampilannya.

Yang harus kita bicarakan disini adalah penampilan si tandem Wade Wilson (Ryan Reynolds) di Deadpool (2016), T.J Miller yang memerankan anak buah yang tak henti mengeluarkan joke garing, Paul Abel.

Kami tahu beberpaa kritikus di luar sana (baik dari YouTube atau media lain), merasa bahwa comic relief yang diberikan Miller di film ini masih ditolerir. Tapi maaf sejuta maaf, bagi kami penampilan Miller sebagai Abel sangat annoying.

Entahlah. Setiap kali ia mengeluarkan joke bahkan, mengeluarkan sepatah-sepatah kata dari mulutnya, kami langsung segera ingin menutup mulutnya. Mungkin hal ini lebih difaktori oleh tone dan keseluruhan plot filmnya. Alias, gaya komedinya memang tidak sesuai (match) dengan tone film ini.

Ke-annoying an yang kami rasakan dari Miller kian dibebani dengan keputusan Eubank yang lebih mengedepankan aspek plotnya 99%. Super minim banget Eubank dalam mengembangkan karakter-karakternya.

Memang di filmnya terdapat pengembangan seperti Abel yang suka anime dan hubungan spesial yang pernah dimiliki oleh Lucien dan Norah. Namun ya mentok disitu saja. Eubank langsung berfokus kembali pada kelanjutan kisah Norah cs yang harus menyelamatkan diri mereka dari hancurnya stasiun pengeboran bawah laut mereka.

Dan, juga Eubank memutuskan untuk lebih berfokus untuk menjelaskan faktor yang menyebabkan runtuhnya (collapse) stasiun mereka tersebut. Dan sekali lagi bagi Chillers yang sudah menyaksikan trailer-nya mungkin sudah bisa menerka faktor-faktor yang menyebabkannya.

Dan lagi-lagi kami memiliki sedikit perbedaan pandangan dengan reviewer di YouTube dan media lain yang menyayangkan keputusan yang diambil Eubank tersebut. Memang, sangat disayangkan ia tidak mengembangkan lebih jauh latar belakang masing-maisng karakternya.

 

Terlebih mengembangkan lebih jauh hubungan yang dulu pernah terjadi antara Norah dan Lucian. Tapi bagi kami hal tersebut bisa ditolerir banget.

Karena logikanya di dalam plot dimana kita harus menyelamatkan diri dari dalam stasiun pengeboran bawah laut yang akan collapse, rasanya memang akan aneh banget jika karakter-karakternya harus berlama-lama bernostalgia atau saling kenalan satu sama lain.

Apabila dilakukan demikian, ya logikanya, seluruh karakternya akan langsung tewas dan durasi 95 menit filmnya, akan berkurang drastis menjadi 50 menit saja. Namun terlepas kekurangan di aspek tersebut, untungnya Eubank menampilkan pengarahan yang lumayan keren.

Setiap shot termausk jump scare, walau memang beberapa gampang tertebak, tapi terlihat sangat pas bahkan, membuat tingkat keasyikan menyaksikan filmnya lebih tegang dan greget lagi.

Bahkan kami tidak berlebihan disini, terdapat beberapa shot yang mengingatkan kami kepda film klasik Ridley Scott, Alien (1979). Jadi yap Chillers, Underwater memanglah bukan film yang masterpiece. Tapi untuk ukuran film yang memiliki aura film bencana “kelas B”, film ini sangatlah mengasyikan.

Apalagi jika dilihat dari sisi bulan perilisannya yaitu, Januari. Seperti kita ketahui, periode bulan Januari sampai April, adalah periode “mengesalkan” bagi moviegoers. Karena umumnya di bulan-bulan ini, seluruh film-film yang tidak berpotensi box-office atau jelas-jelas mengecewakan “dibuang” ke bulan-bulan ini.

Dan setelah di awal bulan ini kita dikecewakan (well, apabila Chillers suka kami turut bahagia) oleh reboot horor top, Grudge, Underwater bisa menjadi pengobat kekecewaan tersebut. Terlebih sekali lagi jika kamu adalah fanboy Stewart.

Baik Chillers adalah fans film bencana seperti ini atau kasual, film yang merupakan karya orisinil yang sebenarnya telah dibuat sejak tahun 2017 ini, dijamin akan membuat kamu semua benar-benar terhibur.

 

Director: William Eubank

Starring: Kristen Stewart, T.J. Miller, Vincent Cassel, Jessica Henwick, Mamoudou Athie, John Gallagher Jr.

Duration: 95 Minutes

Score: 6.8/10

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here