“John, Paul, George and Ringo, The Beatles. Yesterday, it’s one of the greatest songs ever written.” – Jack Malik.

Pastinya banyak dari kita (terutama Beatlemania) merasa  sumringah dan greget sendiri ketika trailer film arahan Danny Boyle (28 Days Later, Trainspotting) ini dirilis di awal Februari 2019 lalu. Bagaimana tidak? Melalui “Yesterday”, Boyle bersama partner penulis naskahnya Richard Curtis (Pirate Radio, About Time) mengajak untuk membuka fantasi pikiran terliar kita dengan menampilkan dunia tanpa adanya influens musik keren The Beatles sama sekali.

Dengan premis yang sangat intriguing tersebut, sebuah plot tentang musisi gagal yang memanfaatkan keadaan yang sangat gila dan aneh ini untuk mewujudkan mimpinya menjadi seorang rockstar terkenal, tidaklah heran apabila banyak dari kita yang selama ini menanti seperti apa film ini akan bercerita. Namun, apakah rasa antisipasi yang telah dibangun ini dapat terbayar dengan sangat memuaskan?

Jack Malik (Himesh Patel) sebenarnya hanyalah seorang pegawai supermarket seperti beberapa rekan-rekannya di Lowestoft, Inggris. Namun yang membuatnya terlihat berbeda dari yang lain, adalah ia sangat passionate untuk mewujudkan cita-citanya menjadi bintang rock baru.

Sayangnya, walau telah bernyanyi disana sini dan didukung oleh sahabat sejati sekaligus manajernya, Ellie Appleton (Lily James), Jack masih saja gagal untuk memikat orang lain lewat lagu ciptaannya (terkecuali Ellie dan beberapa sahabatnya). Wajarlah kemudian apabila ia menjadi kecewa dan bahkan, hampir menanggalkan impiannya tersebut. Namun semuanya berubah total ketika tiba-tiba seluruh dunia mengalami pemadaman listrik serentak selama beberapa detik yang membuatnya mengalami kecelakaan yang cukup parah.

Seketika sadar keesokan hari, betapa terkejutnya Jack ketika mengetahui bahwa keeksistensian grup rock Inggris legendaris The Beatles tidak pernah ada, dan gilanya hanya ia yang mengetahui keeksistensian John Lennon cs beserta lagu-lagu hit mereka. Melihat keadaan ini, etis atau tidak etis, ia pun lantas menyanyikan sekaligus meng-klaim bahwa lagu-lagu hit The Beatles yang ia nyanyikan kembali faktanya adalah lagu ciptaannya. Hal ini tentunya dilakukan agar bisa mewujudkan impiannya untuk menjadi musisi yang sukses dan terkenal itu.

Jack berhasil mewujudkan impiannya menjadi bintang terkenal. Namun sayangnya, hubungannya dengan Ellie secara perlahan merenggang. Dan kini, Jack pun dialanda dilema yang amat sangat. Apakah keterkenalan mendadaknya ini memang jauh lebih penting daripada mempertahankan hubungannya dengan sahabat kecilnya tersebut? Dilema tersebut semakin diperparah dengan rasa kecemasan Jack yang amat sangat kalau-kalau nantinya ada yang bisa membongkar kedok “Bitel palsunya”. Apakah ia mampu menghadapi semuanya?

Seperti yang dikatakan di atas, premis “Yesterday” sangat menarik dan tentunya fresh banget. Agak berbeda konsep dengan apa yang pernah dimunculkan “Mamma Mia!” (2008-2018) yang cenderung lebih musikal. Tak heran apabila ekspektasi lebih dan gila-gilaan sangat diharapkan oleh kita-kita. Di paruh pertama dan kedua, Yesterday berhasil menyampaikan ceritanya dengan sangat baik dan bahkan menarik, terlebih dilihat dari kacamata awam yang belum mengenal lagunya. Sebagai audiens, apa yang ditampilkan Patel, juga ikut dirasakan oleh kita, terlebih dalam mewujudkan mimpinya tersebut.

Penampilan Himesh Patel dan chemistry-nya dengan Lily James pun juga sukses membuat kita terhanyut dalam suasana. Namun aspek-aspek positif ini menjadi terbuang begitu saja ketika menjelang paruh ketiga hingga konklusinya, Danny Boyle merubah arahan filmnya menjadi full rom-com dengan sedikit chick flick.

Ketika kami melihat hal tersebut, kami pun mengernyitkan dahi. Oke, memang cepat atau lambat film ini nantinya juga akan mengisahkan dinamika hubungan Jack dan Ellie, tapi kami tidak menyangka bahwa fokus ke dua karakter tersebut ikut membelokkan arahan filmnya menjadi demikian. Meski begitu, twist ini merupakan suatu hal menarik yang tak bisa kita duga sebelumnya.

Faktor lain yang membuat filmnya masih bisa diterima adalah penampilan seluruh peran pembantunya yang bisa mengimbangi Himesh dan Lily, begitu pula dengan Ed Sheeran, yang sukses dalam melakukan perannya kali ini. Kalian tidak salah baca! Ed Sheeran semakin membuktikan kalau ia memang bisa akting. Memerankan versi setengah fiksi dari dirinya sendiri, si rambut kriwil ini bisa dikatakan sukses mencuri perhatian, namun tetap tidak mendominasi karakter utamanya.

Ironisnya tidak seperti Sheeran, alumnus program komedi hit, Saturday Night Live, Kate McKinnon (Ghostbusters), justru menjadi supporting yang mengecewakan. Bukan karena kemampuan aktingnya yang buruk, kemampuan akting wanita asal Sea Cliff, New York ini tidak bermasalah (standar seperti di film-filmnya yang lain). Yang masalah disini, adalah penulisan naskah terhadap karakternya.

Memerankan eksekutif musik Debra Hammer, penulisan terhadap karakter ini terlihat sangat kartunik. Sosoknya ditampilkan seperti villain di film-film superhero atau animasi. Padahal Debra disini adalah sosok yang lebih seperti anti-hero. Karena di dalam bisnis industri musik yang sesungguhnya, sosok eksekutif musik memang harus sosok yang digambarkan agak kejam, karena ia memang ditugaskan untuk menggaet calon potensi bintangnya apapun dan bagaimanapun caranya.

Untunglah kekurangan ini tidak terlalu mengganggu. Oh ya hampir ketinggalan, faktor yang tak kalah pentingnya lainnya yang sukses membuat kita lupa akan segala kekurangan yang ada adalah ditampilkannya lagu-lagu ikonik milik grup yang juga dijuluki The Fab 4 ini. Mulai dari “Let it Be”, “I Want to Hold Your Hand”, “I Saw Her Standing There”, “In My Life”, “Carry That Weight”, dan tentunya ‘Yesterday”, sukses membuat kita menjadi terus betah dalam menyaksikan filmnya.

Walau demikian, “Yesterday” lebih pas digambarkan sebagai sebuah kamuflase yang dilakukan oleh Boyle dan Curtis untuk merilis proyek rom-com milik keduanya ini. Dijamin apabila tidak menggunakan Beatles sebagai background story dan soundtrack-nya, “Yesterday” akan terlihat seperti film-film rom-com musikal yang ada di luar sana. Tapi di saat yang sama, tentunya usaha Boyle ini patut diacungi jempol.

Kecerdasannya dalam memilih tema dan cara penuturan yang tak biasa ini tampaknya sukses dalam memberikan penghormatan kerennya melalui ide fiksi gila dan inovatifnya. Angle khas Danny Boyle selalu mengambil tempat yang tak diduga-duga, kadang dengan framing asimetris-nya, digabungkan dengan penggunaan tone warna cerah, memberikan wow effect dan perspektif berskala majestic terlihat dengan jelas di “Yesterday” kali ini.

Melalui film ini, Boyle juga sukses dalam memberikan sesuatu yang beda dan segar terhadap seluruh Beatlemania. Bukan sebuah biopik yang cenderung kaku dan membosankan, tapi sebuah perkenalan dengan cara yang cerdas untuk anak kekinian yang mungkin masih awam terhadap band legendaris ini. Dan nampaknya ia berhasil dalam melakukan hal tersebut.

 

Director: Danny Boyle

Starring: Himesh Patel, Lilly James, Kate McKinnon, Ed Sheeran, Joel Fry, James Corden, Robert Carlyle

Score: 8.5/10

Duration: 116 Minutes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here