48 Tahun Mengabdi, Tuti Soenardi Luncurkan Tiga Buku Terakhirnya

Sebagai pemerhati kuliner dan gizi, nama Tuti Soenardi tidak diragukan lagi di Indonesia. Namanya di jagat kuliner juga terbilang sangat panjang, sudah 48 tahun Tuti Soenardi mengabdikan dirinya untuk bidang ini, di mana dalam setiap resep yang dibuatnya, selalu mempertimbangkan nilai gizi dalam setiap makanannya.

Tuti Soenardi yang merupakan ahli gizi lulusan Akademi Pendidikan Nutritionist Bogor pada 1959 ini juga memiliki pengalaman kerja yang tak biasa. Ia pernah menyusun menu untuk Ibu negara saat itu yakni Ibu Fatmawati Soekarno ketika dirawat di RSCM.

Walau beliau sudah berpulang pada 14 Juni 2018, karya-karya Tuti Soenardi masih tetap mendatangkan manfaat bagi para pembacanya. Dalam acara peluncuran tiga buku terakhir karya Tuti Soenardi yang berlangsung di Kemang, Jakarta (3/11), PT Gramedia Pustaka Utama sebagai penerbit meluncurkan; Tuti Soenardi: 48 Tahun Mengabdi dan Berkarya Di Dunia Gizi Dan Kuliner; Selayang Pandang Kuliner Indonesia: Peran Media Cetak & Lembaga Kuliner hingga Menu Pencegah & Atasi Stroke (90 Resep Masakan).

“Ketiga buku tersebut sebelumnya sudah pernah diluncurkan pada 2010 silam, namun cetakan kedua buku kuliner ini telah direvisi dan akan menginspirasi serta memberi banyak manfaat untuk pembaca, para pemerhati dan pencinta dunia gizi dan kuliner,” kata Wendi Winduwasono, putra dari Tuti Soenardi dalam pembuka sambutan peluncuran ketiga buku terbaru Ibu Tuti Soenardi tersebut.

Melalui berbagai buku yang ditulisnya ini, Tuti Soenardi, selalu mengisahkan sejarah kelahiran kuliner Indonesia, serta tokoh-tokoh yang banyak berperan. Tak hanya itu, ia juga selalu melengkapi dengan beragam resep kuliner khas Indonesia, dengan bahan pangan yang mudah didapatkan dan harga yang terjangkau.

“Buku ini memuat catatan bagaimana kuliner Indonesia dirintis setapak demi setapak, mulai dari tahun 1970-an sampai munculnya era digital, hingga memberi fondasi bagi perkembangan kuliner sekarang,” katanya sambil menutup sambutannya.

Dalam peluncuran buku ini, dibahas pula mengenai tren kuliner yang mengalami pergeseran di era digital lewat diskusi bertajuk “Perkembangan Kuliner di Era Digitalisasi”. Hadir sebagai pembicara pakar kuliner William Wongso; Vice President of Business Development QRAVED, Inge Supatra; dan Marketing Manager Zomato Indonesia Deri Slyrova.

Deri Slyrova mengatakan bahwa keberadaan startup di bidang food technology merupakan peluang besar bagi para pebisnis kuliner saat ini. Meski demikian hal ini juga seperti dua sisi mata uang di mana hadirnya beragam aplikasi juga membuat konsumen dimudahkan untuk memberikan tanggapan balik seputar rasa dan pelayanan dari industri kuliner.

“Keberadaan Startup Food Tech bagi pebisnis kuliner merupakan peluang yang terbuka lebar. Meski demikian, tetap dibutuhkan komitmen dan konsep yang sederhana namun kuat untuk bisa dijual ke pelanggan. Ketika konsumen tidak puas mereka bisa meresponnya dengan memberi rating jelek. Dan pada gilirannya akan membuat calon pelanggan jadi enggan untuk datang,” kata Deri menutup perbincangan.

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here