Seperti yang kita ketahui seri ke-6 dari franchise game action-zombie hit Resident Evil, Resident Evil 6 (2012), kerap dianggap sebagai seri yang paling mengecewakan di sepanjang dua dekade perjalanan franchise milik Shinji Mikami ini.

Salah satu faktor utama mengapa dianggap demikian adalah dikarenakan seri ke-6 mulai berganti format atau haluan dari yang tadinya murni 100% survival horror, menjadi jauh lebih action. Bahkan tak sedikit gamer yang ketika memainkannya, merasa seperti sedang memainkan mode zombie di franchise game perang hit, Call of Duty.

Padahal kalau diperhatikan lagi secara seksama, sebenarnya RE 6 tidaklah seburuk seperti yang dikatakan alias masih oke-oke saja. Mengapa demikian? Yuk simak pembahasan 5 alasannya berikut ini.

5. Zombie Yang Lebih Unik dan Variatif

Bisa dikatakan mulai dari Resident Evil 5 (2009), musuh-musuh yang ditampilkan memiliki tampilan serta atribut yang unik dan variatif. Dan sekuelnya ini, semakin memperkaya varian musuhnya tersebut.

Mulai dari manusia yang terinfeksi C-Virus seperti Derek Simmons dan Deborah Harper, mahluk yang seperti burung elang atau gagak Mesec, zombie bertubuh super tambun Whopper, anjing zombie, ular zombie dan bahkan sosok besar dan sulit dikalahkan, Ustanak.

Tak pelak dengan semakin kayanya varian zombie yang ditampilkan, mau tak mau hal ini memaksa kita sebagai pemain berpikir keras untuk menyusun combat strategy yang ampuh untuk menghadapi masing-masing musuhnya alias, tidak sekedar berlari, menghindar, dan ganti senjata saja.

4. Skenario Campaign Jake & Sherry

Ngomong-ngomong soal Ustanak, di skenario campaign Jake Muller dan Sherry Birkins inilah musuh menyebalkan tersebut menjadi bos utamanya yang sampai-sampai membuat kita deg-deg dan frustasi sendiri ketika memainkannya.

Intinya musuh ini hampir serupa seperti bos Resident Evil 3 (1999), Nemesis. Namun walau bikin frustasi hampir banting stik, justru Ustanak inilah yang sukses mempertahankan konsep survival horor di seri keenamnya ini.

Selain Ustanak, yang membuat skenario ini jauh lebih baik dari skenario milik Chris Redfield & Leon Kennedy, adalah kisah dan dinamika antara Jake & Sherry yang jauh lebih dibedah sehingga kita yang memainkan sekaligus menyaksikan, menjadi simpati dan suka terhadap keduanya.

3. Skenario Campaign Ada Wong

Selain campaign milik Jake & Sherry, misi kisah Ada Wong juga menjadi fitur yang sukses mempertahankan elemen survival horror di game-nya ini. Malah bisa dikatakan misi Ada inilah yang seharusnya dijadikan satu-satunya misi dan kisah utama di RE 6.

Dengan kata lainnya lagi disini, misi Leon & Helena, Chris & Piers, dan bahkan Jake & Sherry, tidak usah disertakan. Pasalnya di misi ini sama seperti di seri-seri awal RE, kita hanya memainkan Ada tanpa adanya bantuan dari partner.

Belum lagi misi ini juga banyak menampilkan eleman puzzle solving yang lagi-lagi sama persis seperti ketika memainkan Jill Valentine di Resident Evil 3: Nemesis (1999) dulu. Dan yap Chillers, jangan lupakan juga faktor likeable yang sangat tinggi dari sosok wanita yang sangat kompleks ini.

Kami yakin kalau saja kala itu Capcom mengkonsepkan RE 6 sebagai petualangan tunggal Ada saja seperti layaknya konsep di game-game RE terdahulu, Resident Evil 6 bakalan mendapatkan resepsi yang jauh lebih keren dari fans.

2. Memiliki Kisah Inter-Connected Layaknya Film Hollywood

Sebenarnya konsep kisah inter-connected di Resident Evil sudah diperkenalkan semenjak di Resident Evil 2 (1998). Dan ketika diperkenalkan tak dipungkiri konsep kisah saling berkaitan ini dianggap sangat revolusioner di zamannya.

Nah mungkin karena melihat kesuksesan tersebut dan juga menyadari bahwa RE 6 memiliki konsep yang lebih mengedepankan action dan plot kisah, Capcom pun memutuskan untuk memperluas konsep kisah berkaitan tersebut lebih luas dan kompleks lagi.

Dan faktanya, konsep kisah berkaitan antara 7 karakter utama game-nya ini ditampilkan dengan sangat keren yang alhasil membuat kita serasa menyaksikan film Hollywood berkonsep sama seperti: Babel (2006) dan Magnolia (1999).

1. Asyik Dimainkan Berulang-Ulang Kali

Yap inilah alasan nomor satu mengapa Resident Evil 6 bukanlah game yang buruk. Memang apabila kita melihat dari kacamata fanboy yang menilai segala aspek teknis dan segala macamnya, maka kita akan menganggap bahwa RE 6 adalah game yang mengecewakan bahkan buruk banget.

Namun apabila kita melihat dari kacamata game secara keseluruhan, maka RE 6 adalah game yang sangat asyik dan tidak membosankan untuk dimainkan berulang-ulang kali. Walau setiap kali ketika memainkannya kita kerap sebal sendiri dengan Ustanak dan misi campaign Chris itu, tapi entah mengapa kita jadi ingin memainkannya lagi, lagi, dan lagi.

Dan faktanya game bagus bukan hanya karena story dan grafis yang keren saja, apabila memiliki elemen pengulangan (replaybility) yang sangat tinggi, maka game tersebut pantas dikatakan sebagai game terbaik atau keren. Gak percaya? Langsung saja deh Chillers buktikan sendiri!

 

Dan itulah tadi 5 alasan utama mengapa Resident Evil 6 bukanlah game buruk yang seperti dikira. Apakah Chillers sependapat? Dan sudah berapa kalikah kalian menamatkan game ini?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here