Tak semua desainer bisa menggelar karyanya di ajang fashion bergengsi New York Fashion Week (NYFW), namun setelah dirinya ditawari seleksi mengikuti ajang ini dari Indonesia Fashion Gallery (IFG), sebuah wadah mode yang memperantarai hubungan dagang perancang mode Indonesia dengan Amerika, dan berada di bawah International Management Group (IMG), sebuah produser resmi NYFW, membuat Ayumi akhirnya berhasil mendapatkan impiannya ikut terjun di event bergengsi tersebut.

Desainer yang bernama lengkap Marina Christyanti Ayumi, lebih dikenal dengan nama labelnya, Ayumi, akhirnya berhasil lolos seleksi dan kurasi NYFW Spring/Summer 2020 Collection.

“lt was such like beyond of my imagination. Mendapat kesempatan untuk mempertunjukkan koleksi di New York Fashion Week itu di luar mimpi saya”, cerita Ayumi tentang perasaannya saat lolos seleksi dan kurasi.

Dengan tema ‘An Ode to The Ethnicity’, Ayumi terinspirasi dari seorang perempuan enerjik yang cantik dan bergaya chic sepanjang waktu. 12 koleksi hadir dengan material songket Minang khas Indonesia yang biasanya dikenakan perempuan Sumatera Barat saat menghadiri acara santai maupun resmi, pagi atau malam, dalam gaya glamor yang tetap elegan.

“Masalah terberat adalah waktu yang sempit. Hanya tiga minggu. Songketnya sendiri asli hasil tenunan tangan pengrajin dari Sumatera Barat, dan satu warna songket dibuat untuk satu bahan. Jadi, no chance for failure,” cerita Ayumi tentang proses pengerjaan koleksi yang terbilang memakan waktu ini.

Kilau jalinan benang emas dengan warna merah legam, hijau pekat, krem dalam songket sangat mendukung citra mewah, menjadi ciri desain Ayumi yang desainnya ia peragakan di atas panggung Spring Studio pada 9 September 2019.

Sebagai runway utama, Spring Studio tempat para desainer papan atas dunia mempersembahkan koleksinya, seperti: Jeremy Scott, Calvin Klein, dll.

Bahan songket yang agak kaku dengan perpaduan benang emas dan warna kelam itu dipadukan dengan bahan tipis yang ringan dalam siluet bertumpuk penuh ruffles di sana sini untuk menegaskan kesan luwes. Untuk aksesorisnya, Ayumi menggunakan karya Epa Jewel untuk melengkapi busana-busana rancangannya.

Meski tidak memiliki latar belakang pendidikan mode secara formal, Ayumi memiliki cukup bakat untuk terus berkembang. Di samping itu, Ayumi tak pernah dan tidak ingin berhenti belajar. Setiap hari, dalam keseharian, saat mencipta, menghadapi klien, mengatur managemen, merupakan arena untuk belajar, terutama di ajang fashion kelas dunia seperti ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here