Mungkin masih banyak dari Chillers yang masih asing ketika mendengar aplikasi smart phone yang bernama ToTok. Wajar. Karena memang aplikasi ini sangat jarang digunakan banyak orang terutama, kita-kita yang warga Indonesia.

Namun di negara Uni Emirat Arab, aplikasi chat layaknya seperti Skype dan Whatsapp ini, sangatlah populer. Aplikasinya telah diunduh oleh jutaan warganya. Sekilas, aplikasi ini tidaklah lebih dari aplikasi chat pada umumnya.

Namun usut punya usut, ToTok dalam beberapa bulan terakhir juga sudah mulai dimanfaatkan oleh pemerintah negaranya sebagai alat untuk mata-mata (spy tool). Yap, seperti yang dilansir dari The Verge, ToTok digunakan oleh badan intelejen UEA untuk memantau seluruh lokasi serta pergerakan warganya.

Mungkin kita bertanya, bagaimana mereka memantaunya? Apakah mereka diam-diam menempelkan tracker di setiap app ToTok-nya atau bagaimana nih? Well, pihak intelijen tak perlu repot-repot memasang tracker.

Karena mereka bisa langsung memantaunya dari unggahan nomor kontak, chat, dan bahkan share location yang dilakukan oleh pemilik smart phone dan apps-nya.

WOW! Benar-benar canggih, namun tak pelak tindakan yang dilakukan ini sangatlah kontroverisal. Mengingat, tindakan ini melanggar hak privasi seseorang.

Nah berdasarkan pernyataan tersebut, tak heran jika Google dan Apple ketika tulisan ini diunggah sudah mencabut ToTok dari masing-masing play store mereka.

Seperti yang telah dikatakan di paragraph sebelumnya, tindakan yang dilakukan oleh pemerintah UAE terhadap warganya ini, tak dipungkiri sangat melanggar hak privasi penggunanya.

Namun, di saat yang sama memang ada sisi positifnya juga. Katakanlah si pengguna suatu hari sedang di-begal atau mendapatkan musibah lainnya, maka dipastikan pertolongan akan segera tiba.

Karena si pihak intelejen bisa langsung segera mengetahuinya. Tapi ya, langkah ini memang lebih banyak sisi negatifnya dari positifnya. Logikanya, siapa juga yang mau aktivitasnya terus dipantau setiap hari dan detiknya apalagi, oleh pemerintah?

Untunglah di negara kita, kita tidak mengalami hal ini. Memang tetap diawasi oleh pemerintah, tapi tidaklah seketat seperti yang dilakukan oleh pemerintah UEA ini. Sekarang, bagaimana nih pendapat Chillers dengan kabar ini?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here