Huawei Mate 30 Pro akhirnya resmi beredar di Indonesia setelah dirilis di Munich, Jerman pada September lalu bersama Huawei Mate 30, yang kali ini tak ikut dipasarkan.

Namun, seri Mate 30 Pro yang resmi masuk ke Indonesia ini tak dilengkapi layanan Google Play Store akibat pemblokiran oleh pemerintah AS, walau begitu Huawei tetap percaya diri menjual ponselnya ke pasar internasional, tak terkecuali di Indonesia.

Versi “pro” ini memiliki desain yang mirip dengan saudaranya, terutama bagian layar yang dihiasi bilah poni panjang, bukan bulat seperti kebanyakan smartphone saat ini. Akan tetapi, poni Huawei Mate 30 Pro lebih panjang dibanding Mate 30. Sebab, poni ini tidak hanya menampung kamera depan beresolusi 32MP (f/2.0) saja, tapi juga sensor-sensor seperti gestur tangan, 3D depth camera, ambient light, dan proximity sensor.

© AndroidPIT

“Notch ini termasuk paling canggih saat ini, bisa menggeser layar dan screenshot tanpa menyentuhnya dari jarak 20 cm” klaim Edy Supartono, Training Director Huawei CBG Indonesia di acara peluncuran di Jakarta (14/11).

Huawei Mate 30 Pro memiliki bentang layar 6,53 inci dengan resolusi 2.400 x 1.176 piksel dan rasio aspek 18,5:9. Tepian layar dibuat melengkung atau diistilahkan Huawei sebagai “Horizon Display”. Tidak ada tombol fisik volume di sisi kanan maupun kiri ponsel dan diganti dengan on-screen slider.

Fitur itu baru muncul setelah mengetukan layar sebanyak dua kali di sisi kanan atau kiri layar. Sementara tombol daya terletak di sisi kanan ponsel. Beralih ke sektor kamera. Mate 30 Pro dibekali empat kamera yang terdiri dari kamera wide 40 MP (f/1.6, 27mm, OIS) Super Sensing, kamera ultra-wide Cine 40 MP (f/1.8, 18mm) SuperSensing camera, kamera telephoto 8 MP (f/2.4, 80 mm, OIS) dengan 3x optical zoom, dan kamera 3D ToF.

© AndroidPIT

“Dengan menggunakan lensa ultra lebar cine dan super sensing lebar, ditunjang dengan telefoto, menjadikan Mate 30 Pro perangkat ideal untuk mobile photography dan membuat video sinematik,” jelas Edy. Di sektor dapur pacu tertanam chipset besutan Huawei sendiri yakni Kirin 990 yang dipadu dengan RAM 8 GB dan memori internal 256 GB.

Huawei Mate 30 Pro dibekali baterai 4.500 mAh yang didukung pengisian daya cepat 40W dan fitur wireless reverse charging atau pengisian daya dengan cara menempelkan punggung ponsel ke ponsel Huawei lainnya yang memiliki fitur serupa.

Seperti versi internasional non-China lainnya, Hauwei Mate 30 tidak didukung layanan Google Play Service. Kendati demikian, perangkat ini tetap menjalankan Android 10 dengan basis OS bikinan Huawei EMUI 10. Itu artinya, sejumlah aplikasi populer Google seperti Gmail, YouTube, dan Google Play Store tidak bisa diakses secara instan.

© AndroidPIT

Kendati demikian, Huawei telah menyiapkan Huawei Mobile Service (HMS) sebagai penggantinya. Ini bukanlah layanan baru. Huawei sudah menggunakan HMS di China karena di negara asalnya, layanan Google memang sudah diblokir. Sementara itu, pengunduhan aplikasi bisa dilakukan via Huawei App Gallery sebagai pengganti Google Play Store.

Mate 30 Pro dijual dengan harga Rp 12,5 juta. Huawei telah membuka registrasi pre-order beberapa waktu lalu, dan peserta registrasi mulai bisa memesan Mate 30 Pro mulai 15-22 November 2019 di Huawei Experience Store seluruh Indonesia.

Selama masa pre-order, Huawei menawarkan beragam bonus, mulai dari jaminan tambahan 12 bulan, kupon AppGallery sebesar Rp 300.000, atau subsidi trade in hingga Rp 1 juta. Produk mulai bisa diambil pada tanggal 23-29 November 2019. Bagi peminat yang belum masuk registrasi pertama, mereka bisa mengikuti periode berikutnya pada 30-31 November 2019.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here