Kalau kita mendengar kata spa, yang ada di benak kita adalah suatu tempat dimana kita bisa merasa nyaman dan rileks. Dan memang faktanya demikian. Kata Spa itu sendiri berasal dari Bahasa Yunani yang berarti solus per aquam, atau terapi air. Namun dalam perkembangannya, spa sendiri merupakan menjadi suatu tempat kecantikan, perawatan tubuh, kesehatan, kebugaran dan kenyamanan.

Fungsi spa sendiri bagi tubuh kita sangatlah luas. Spa sendiri dapat membuat tubuh merasa rileks, pikiran menjadi segar, kembali bertenaga serta membangkitkan suasana hati menjadi riang gembira.

Gaya Spa, sebagai pelopor spa di Jakarta yang berdiri sejak 1989 memperkenalkan Spa Tradisional Banjar yakni Batimung. Batimung ini sendiri merupakan etno spa dari Kalimantan Selatan yang keberadaannya hampir punah.

Dr. Tinuk Siti Nursetiawati M.Si yang menjadi narasumber dalam perkenalan Batimung di Gaya Spa Wellness Jakarta (14/9) menjelaskan bahwa Batimung terinspirasi dari kisah legenda kecantikan Putri Junjung Buih. “Di Kalimantan Selatan, Batimung biasa digunakan sebagai pengobatan. Selain itu Batimung juga dilakukan oleh sepasang calon pengantin, wanita dewasa, dan remaja putri dengan tujuan memelihara kesehatan dan menghilangkan bau keringat,”

Batimung sendiri menggunakan banyak ramuan tradisional alami khas lndonesia, yakni Pule Sari (Alyxiae cortex), Akar Wangi (Vitiveria zizanoides), Temulawak (Curcuma xanthorriza), Pucuk Ganti (Sausarealappa), Ginseng (Liqusticum acutilobun), Mesoyi (Massoriae cortex), Jeruk Purut (Citrus hystrix), Buah Adas (Foeniculi fructus), Temugiring (Curcuma heyneana), Biji Klabet (Foenigraeci semen). Cengkih (Syzygium aromaticum), Kayu Manis (Cinnamomum), Bunga Sisir (Cudrania chochinsinensi), Kapulaga Jawa (Amamum campactum soland), dan Laos (Alpinia Galanga).

Kalau dilakukan secara teratur, Batimung dapat dikembangkan untuk membantu bagi orang yang tidak mampu berolah raga karena kecacatan anggota gerak dan bagi pasien pengidap sakit karena gaya hidup modern. “Dengan Batimung pasien-pasien ini dapat mengeluarkan keringat dan dibantu menuju kesembuhan. Selain itu juga melancarkan peredaran darah sehingga tidur bisa menjadi lebih nyenyak, mengeluarkan keringat & toksin-toksin dalam tubuh, menjadikan tubuh sehat dan bugar, membakar dan mengurangi lemak, membuat wajah bersih, segar dan berseri. Untuk calon pengantin, ini bisa juga membuat rias wajah lebih tahan lama,” tutup Tinuk yang juga merupakan anggota dari Indonesia Wellness Master Association.

Proses yang memakan waktu satu setengah hingga dua jam ini dikenakan biaya mulai dari 500 ribu hingga 700 ribu rupiah dan etno spa ini melengkapi etno spa lain yang telah dimiliki Gaya Spa mulai dari Betawi, Jawa , Madura, Bali, Batak , Minang, Banjar, Bugis dan Minahasa.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here