Firefox Monitor Kini Terdapat di 26 Bahasa, Termasuk Bahasa Indonesia

0
57

Sejak peluncuran Firefox Monitor bulan September silam, layanan gratis yang menginformasikan saat surel kita telah diretas, kini penggunanya telah mencapai ratusan ribu orang.

Menindaklanjuti antusiasme dari audiens global, Firefox Monitor kini tersedia dalam lebih dari 26 bahasa. Sekarang Firefox Monitor memudahkan kita untuk mempelajari peretasan data dan melindungi diri kita sendiri.

Ketika informasi pribadi kita berpeluang menemui ancaman peretasan data, membaca berita dan informasi dalam bahasa yang bisa kita pahami dapat membuat kita merasa lebih memegang kendali. Kini, Firefox Monitor akan tersedia dalam bahasa Albania, Mandarin Tradisional dan Sederhana, Ceko, Belanda, Inggris (versi Kanada), Perancis, Frisia, Jerman, Hungaria, Indonesia, Italia, Jepang, Melayu, Portugis (versi Brazil), Portugis (versi Portugal), Rusia, Slowakia, Slovenia, Spanyol (versi Argentina, Meksiko dan Spanyol), Swedia, Turki, Ukrania dan Welch.

Semua fitur ini bisa tercipta karena bantuan komunitas relawan Mozilla yang bekerja sama untuk menggarap fitur yang bermanfaat ini, terutama bagi lebih dari 2,5 miliar penduduk yang tidak bisa berbahasa Inggris.

Memperkenalkan Notifikasi Firefox Monitor

Bersamaan dengan tersedianya Firefox Monitor dalam berbagai bahasa, fitur baru juga diluncurkan khusus bagi pengguna Firefox. Secara khusus, notifikasi ditambahkan pada perambah internet Firefox Quantum. Notifikasi itu menginformasikan para pengguna komputer desktop saat kamu mengunjungi sebuah situs yang baru-baru ini dilaporkan atas kasus peretasan data. Fitur ini dihadirkan bagi para pengguna Firefox karena menyadari bertambahnya minat untuk jenis fitur yang berpusat pada kerahasiaan dan keamanan. Kegunaan terbaru ini akan hadir secara bertahap kepada para pengguna Firefox dalam beberapa minggu mendatang.

Ketika memakai perambah internet Firefox Quantum dan kamu mengunjungi situs yang telah diretas, kamu akan mendapat notifikasi. Kamu juga dapat meng-klik peringatan itu untuk mengunjungi Firefox Monitor dan memindai surel guna melihat apakah kamu terkena peretasan data. Peringatan ini akan muncul setidaknya satu kali per situs, dan hanya bagi situs yang dilaporkan terkena peretasan data dalam 12 bulan terakhir. Para pemilik situs bisa mempelajari kebijakan pengungkapan peretasan data di sini. Jika kamu tidak ingin melihat peringatan tersebut di situs mana pun, kamu cukup memilih untuk “jangan pernah tampilkan peringatan Firefox Monitor”, dengan meng-klik tanda panah ke arah bawah pada notifikasi.

Bagi kamu yang baru menggunakan Firefox Monitor, berikut kilasan panduan langkah-demi-langkah tentang cara kerja Firefox Monitor:

Langkah 1 – Kunjungi monitor.firefox.com untuk melihat apakah surel kamu terkena peretasan data yang diketahui

Cukup ketik alamat surel kamu, dan Firefox akan memindainya di bank data yang menjadi kumpulan peretasan data yang diketahui

Langkah 2 – Pelajari tentang peretasan data yang berikutnya

Daftarkan diri kamu untuk Firefox Monitor dengan menggunakan surelmu, dan Firefox akan mengabari tentang peretasan data ketika mereka telah mempelajarinya.

Langkah 3 – Pakai Firefox untuk mempelajari apakah situs yang kamu kunjungi telah diretas

Saat memakai perambah internet Firefox dan kamu mengunjungi situs yang telah diretas, kamu akan mendapat notifikasi untuk memindainya dengan Firefox Monitor, dan mengetahui apakah kamu terkena peretasan data.

Terkena peretasan data bukanlah hal menyenangkan, dan Mozilla memiliki berbagai tips serta pemulihan di Data Leeks. Lewat kisah-kisah pribadi dari berbagai orang yang terkena peretasan data dan meningkatkan kesadaran tentang kerahasiaan pada media daring.

Mozilla mengajak kita untuk memakai Firefox Monitor untuk mengetahui apakah kamu terkena peretasan data, serta mendaftarkan diri agar kita lebih siap menghadapi peretasan data selanjutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here