Tak dipungkiri bahwa salah satu faktor yang membuat kita bersemangat untuk menamatkan game (terutama genre RPG dan Adventure), adalah untuk mendapatkan sekaligus mengetahui kisah akhir aka ending.

Berdasarkan pernyataan tersebut, maka tak berlebihan rasanya apabila lantas kita ingin menyaksikan sebuah ending yang sangat berkualitas nan keren banget untuk disaksikan. Namun mirisnya, tidaklah demikian dengan 5 game berikut yang membuat kita jadi menyesal sendiri karena telah mengorbanhkan waktu dan tenaga untuk menamatkannya.

5. Super Mario Bros 2 (1988)

Dengan kesuksesan masif yang diperoleh game pertamanya 3 tahun sebelumnya, tak mengherankan apabila banyak fans yang sangat tidak sabaran untuk mengetahui kisah di sekuelnya.

Dan ya bisa dikatakan plot sekuelnya lumayan bikin penasaran. Pasalnya banyak dari kita yang menjadi bertanya apakah yang sedang dialami oleh Mario cs benar-benar terjadi atau hanyalah sekedar mimpi belaka.

Pada akhirnya diketahui bahwa seluruh peristiwa yang terjadi di Super Mario Bros 2 tidak lain dan tidak bukan adalah sebuah mimpi (atau memang terjadi?). Yang jelas apapun dan bagaimanapun itu, tak dipungkiri bahwa setelah lelah-lelah menamatkan, yang terjadi justru ending-nya se-corny seperti jagung manis yang kita makan tiap hari.

4. Star Wars: Knights of the Old Republic The Sith Lords (2004)

Sebagai game yang didasari dari franchise opera luar angkasa yang paling ngetop, tak mengherankan apabila ekspektasi kita sangatlah tinggi terhadap ending dari sekuel Star Wars: The Knights of the Old Republic (2003) ini.

Sangat disayangkan ekspektasi tinggi tersebut tidak bisa tercapai dengan sempurna. Pasalnya tak peduli pilihan apapu yang dipilih untuk karakter kita, pada akhirnya tetap saja Kreia akan tewas, Malachor V juga tetap meledak, dan yang lebih gokil lagi, kita tidak akan pernah tahu mengapa Kreia memutuskan untuk beralih ke sisi gelap (dark side).

Intinya, setelah hampir 50 jam menjelajahi, upgrade, dan bersosialisasi dengan seluruh karakternya, kita sama saja tidak mendapatkan hasil apa-apa sama sekali. Bukankah itu akan terasa menyebalkan Chillers?

3. Velvet Assassin (2009)

Oke kami paham bahwa beberapa Chillers ada yang suka, dan ada yang tidak dengan game spy thriller Perang Dunia 2 yang terinspirasi dari agen mata-mata wanita PD 2 real-life, Violette Szabo ini.

Tapi terlepas bagaimanapun itu, rasanya kita setuju sekali lagi kalau game ini sangat seru nan menegangkan. Dan kitapun dari level ke level, kian tidak sabar saja untuk mengetahui nasib akhir dari si Violette ini.

Namun apa yang terjadi ketika sampai di akhir? Kita hanya diperlihatkan Violette yang justru gagal tidak hanya dalam menyelamatkan warga sipil, namun juga dirinya dari serangan pasukan Kamm yang membakar seluruh gereja tempat Violette dan beberapa warga sipil bersembunyi.

Layar pun lantas berganti memperlihatkan Violette dari balik kamar rumah sakitnya yang menatap pesawat Jerman yang berlalu-lalang di udara. Mungkin bagi Chillers yang belum memainkan, merasa bahwa ending-nya tidak buruk-buruk banget.

Namun bagi Chillers yang sudah memainkan, pasti kalian setuju banget kalau pengeksekusian deskripsi ending tersebut, tidaklah sekeren seperti yang kita harapkan. Pokoknya eksekusinya terasa aneh dan tidak sesuai ekspektasi awal. Lebih jelasnya, langsung saja deh kalian saksikan sendiri Chillers!

2. Sniper: Ghost Warrior (2010)

Dari judul video yang diunggah di halaman ini saja sudah terlihat dan terasa jelas banget kalau ending dari game sniping ini benar-benar tidak bisa dimaafkan dunia dan akhirat. Oke mungkin agak berlebihan, Tapi faktanya memanglah seburuk itu Chillers.

Jadi setelah kita membunuh target kita, Jendreal Vasquez, layar TV kita langsung betransisi perlahan-lahan menjadi gelap  dan boom langsung tulisan daftar kredit. Yap, itulah ending yang kalau dipikir sekali lagi bukan ending juga.

Ya bayangkan dan coba simak lagi kalimat di paragraf pembukanya. Ending adalah penutup dari keseluruhan kisah yang terdapat di dalam game-nya. Logikanya, akhir kisah harus diberikan penjelasan. Bagaimana setelah Vasquez tewas? Apakah ia benar-benar sudah tewas? Bagaimana dampaknya dengan kesleuruhan Isla Trueno?

Sayangnya sekali lagi developer City Interactive justru langsung menyudahi saja dengan rentetan kredit akhir setelah misi utama selesai dijalankan. Jujur saja, kami masih “kagum” sendiri bahwa dengan ending seburuk ini, Sniper: Ghost Warrior masih bisa diberikan lampu hijau untuk merilis 2 sekuel berikutnya.

1. Ghosts n’ Goblins (1985)

Ketika membaca poin Sniper: Ghost Warrior, mungkin kita bingung. “Mengapa di posisi 2? ending game mana lagi yang jauh lebih buruk dan mengecewakan dari yang sudah dideskripsikan tersebut?” Dan inilah jawabannya Chillers.

Setidaknya seburuk-buruknya ending Sniper: Ghost Warrior, gameplay-nya masih enak untuk dimainkan (baca: tidak terlalu sulit). Namun Ghosts n’ Goblins justru sebaliknya. Seperti kita ketahui, rata-rata sebagian besar game-game jadul Nintendo Entertainment System (NES) memiliki tingkat kesulitan yang amat sangat dan game buatan developer Resident Evil, Capcom ini pun jugalah tidak terkecuali.

Bahkan Ghosts n’ Goblins hingga detik ini dianggap sebagai salah satu game tersulit yang pernah diproduksi. Nah coba deh Chillers bayangkan sekarang. Sudah menamatkannya membutuhkan perjuangan ’45, ketika akhirnya mencapai tingkat akhir, ending yang kita dapatkan justru adalah sebuah “troll” yang amat sangat menyebalkan.

Spesifiknya ketika mencapai akhir permainan, kita diberitahu oleh tulisan yang ditampilkan bahwasanya, seluruh pertarungan tingkat demi tingkat yang kita mainkan dari awal hingga akhir, tidaklah lebih dari sebuah ilusi. Alhasil apabila ingin mendapatkan ending yang sesungguhnya, kita harus memainkan lagi game-nya untuk kedua kalinya.

Sungguh keterlaluan bukan “trolling”-nya ini? Lagipula walau sudah ditamatkan untuk kedua kalinya, ending sesungguhnya pun tidaklah seheboh seperti yang kita harapkan alias biasa banget. SUNGGUH TERLALU!

Nah Chillers, itulah tadi ulasan 5 ending video game yang sangat mengecewakan. Dari 5 ending ini yang manakah yang paling membuat kalian sebal? Atau justru malah memiliki pilihan sendiri? Sharing langsung saja ya Chillers!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here