“You promise the world and I fell for it, set fires to my forest and you let it burn.” – Lose You To Love Me.

Memilukan. Ya itu mungkin kata yang tepat untuk mendefinisikan sosok serta kondisi biduanita yang juga mantan pelantun “Yummy”, Justin Bieber, Selena Gomez, dalam 2,5 tahun terakhir.

Bagimana tidak? Terlepas kerap merilis lagu-lagu yang berirama catchy, sayangnya kehidupan pribadinya justru tidak seceria karya-karyanya tersebut.

Selain di bulan September 2017 ia didiagnosa penyakit lupus, Bieber yang kala Gomez sakit kembali ke pelukannya, tiba-tiba langsung menyudahi hubungan indah keduanya tersebut.

 

Dengan segala cobaan demi cobaan yang didapatkannya tersebut, tak mengherankan jika kemudian banyak yang merasa takjub ketika mendengar bahwa si biduanita 27 tahun, akan menyalurkan seluruh penderitaannya tersebut di album solo ketiganya ini.

Dan ketika 2 single pertama dari albumnya, “Lose You To Love Me” dan “Look at Her Now” dirilis, kita pun langsung meyakini bahwa Rare akan sekeren seperti album sebelumnya yang mengusung sound serupa, Revival (2015).

Terlebih kedua single tersebut memiliki lirik dan tema women empowerment sekaligus motivasi diri yang sangat berguna bagi mereka-mereka yang mungkin mengalami ketidakberuntungan seperti yang dialami oleh Gomez.

Dan memang, dari 13 lagu utama di albumnya, tema tersebut sangatlah dominan di hampir sebagian besar lagunya.

Lebih jauhnya, empati langsung tumbuh di dalam diri ketika membaca, mendengarkan, serta tentunya memahami seluruh lirik-liriknya.

Selain itu, komposisi lagu-lagunya (baca: yang up tempo), juga terdengar catchy.

Gomez beserta tim-nya, masih sadar banget kalau formula catchy yang diterapkan di Revival memang masih efektif tidak hanya bagi vokal Gomez, namun juga bagi sebagian besar telinga penikmat musik.

Sayang, formula catchy yang diterapkan banyak yang terasa repetitif dan tidak inspiratif.

“Rare” sebagai trek pembuka memang terdengar sangat langka dan keren. Tapi lagu selanjutnya “Dance Again”, walau masih mengusung tema upbeat, namun di kedua telinga terasa sangat repetitif.

Alhasil, membuat mood pun menjadi drop. Padahal di lagu ini Selena sudah memperlihatkan ke kita kalau ia sudah bisa bebas dan senang lagi. Dan pesan tersebut memang terasa banget dan kami pun turut bangga ia bisa kembali seperti dulu kala.

Namun tetap saja jeritan hepi yang diteriakkannya tidak membuat kami 100% sumringah. Mengharu biru saja tidak.

Untunglah dua lagu berikutnya, “Look at Her Now”  dan “Lose You To Love Me” langsung membuat mood kembali naik. Walau di sisa-sisa selanjutnya, komposisi upbeat dan mellow-nya silih berganti, sayang seperti yang dikatakan, semuanya terasa datar dan repetitif.

Tentunya hal ini sangat disayangkan. “Rare” serasa seperti album yang dirilis karena tuntutan kontrak semata. Jangan salah, Gomez memang 100% mencurahkan seluruh waktu, tenaga, dan hatinya dalam memproduksinya.

Tapi entahlah. Walau ia juga sudah dibantu oleh rekan-rekan musisi sekaligus produser seperti Julia Michaels serta, Bebe Rexha yang membantunya di trek yang berbau hip hop, “Crowded Room”, tetap saja semuanya masih terdengar flat.

Padahal dengan album yang menggunakan judul “Rare”, semestinya kita mendengarkan sound yang berbeda alias memiliki peningkatan yang signifikan.

Selain itu lirik dari beberapa lagunya cukup cringy. Dengan kata lainnya disini terdapat pemilihan kata atau kalimat metafora yang terasa seperti ditulis oleh vokalis berusia 11-13 tahun.

Contoh paling bagus lagi-lagi adalahi trek “Rare”. Lagu ini memiliki pesan yang sangat bagus terhadap wanita yang tiba-tiba dijauhi secara perlahan oleh kekasihnya.

Spesifiknya, si pria melakukan kesalahan yang fatal karena telah menjauhi sosoknya yang jelas-jelas (menurutnya) berbeda dengan wanita kebanyakan.

Bagus bukan temanya? Namun, pesan tersebut menjadi sedikit turn-off ketika Gomez menginginkan untuk membuat roti panggang bersama si dia di hari tua nanti. Tak masalah sih. Lagipula secara struktur, kalimatnya terdengar sangat rhyming.

 

Tapi, apa memang tidak ada lagi perumpamaan kegiatan yang terdengar lebih elegan didengar Ms. Selena? Kami rasa di hari tua nanti bersama pasangan, kita menginginkan lebih dari sekedar membuat roti panggang bersama si dia bukan?

Dan sekali lagi, pemilihan perumpamaan-perumpamaan cringy seperti itulah yang kami lihat dan rasakan di beberapa lagu lainnya.

Alhasil, membuat pesan-pesan lagunya yang tadinya terasa menusuk nan emosional, malah menjadi membuat kita cekikan sedikit ketika mendengarkannya.

 

Yap, cukup disayangkan kerja keras Gomez di Rare, tidak membuat albumnya terasa beda sendiri. Namun untungnya, secara keseluruhan albumnya masih menampilkan unsur catchy seperti di lagu-lagu milik Gomez 2-3 tahun belakangan.

Semoga saja untuk album solo keempatnya nanti, Gomez bisa jauh lebih dewasa serta, tidak takut sama sekali untuk mengeksplorasi lebih dalam lagi atau bahkan kalau perlu, benar-benar 100% banting genre lagi.

Artist: Selena Gomez

Album: Rare

Duration: 42 Minutes

Stand-out Tracks: Rare, Lose You To Love Me, Ring, Vulnerable, Crowded Room, Kinda Crazy, Cut You Off,  A Sweeter Place

Score: 6.6 /10

Facebook Comments