Tak dipungkiri bahwa franchise restoran legendaris, McDonald’s, kerap identik dengan menu Hamburger dan Kentang Goreng-nya (plus ayam pedas kalau di Indonesia).

Namun, walau identik dengan menu-menu tersebut, faktanya restoran yang juga dikenal dengan sebutan “McD” ini, juga pernah bereksperimentasi dengan menu-menu lain tentunya dengan tujuan, agar mereka bisa berkompetisi dengan franchise-franchise restoran lainnya.

Beberapa eksperimentasi menu memang berhasil. Namun ironisnya, beberapa ekseperimentasi menu lainnya, gagal total. Dan berikut adalah 10 yang eksperimentasi menu yang super duper gagal tersebut.

10McSpaghetti

Diperkenalkan sebagai varian menu makan malam (dinner), tentunya menu ini ditujukan bagi mereka-mereka yang mencintai varian makanan pasta. Namun sayangnya setelah diluncurkan, terbukti bahwa jumlah pemesanan varian ini sangatlah minim.

Ya kalau dipikir logis juga Chillers. Tidakkah aneh apabil kita makan Spaghetti di restoran Burger dan Kentang Goreng terlebih, sang restoran adalah “raja” dari 2 varian menu tersebut?

9McPizza

Diperkenalkan tahun 1991, kasus yang menimpa menu ini hampir serupa dengan kasus McSpaghetti. Logikanya siapa juga yang ingin makan Pizza di McD? Tak mengherankan apabila penjualan menu ini merugi total. Walau demikian, kita perlu acungi jempol usaha “nekad” yang dilakukan oleh McD ini.

Pasalnya, salah satu faktor utama mengapa McD berinisiatif untuk meluncurkan varian menu ini, adalah demi untuk bersaing dengan jawara-jawara restoran Pizza top seperti: Pizza Hut dan Domino’s. Dan yap. Respek 2 jempol atas kenekatannya guys!

8Hula Burger

Dengan reputasinya sebagai restoran yang menyajikan burger terenak, tak mengherankan apabila kemudian McD kerap berkesperimentasi dengan varian-varian Hamburger baru.

Dan memang beberapa variannya enak-enak alias sukses besar. Namun sayangnya, hal yang sama tidak bisa dikatakan terhadap Hula Burger. Hula Burger yang pertama kali diperkenalkan tahun 1962 ini tadinya merupakan pada dasarnya adalah burger yang ditujukan untuk penganut Katolik yang “anti” makan daging di setiap hari Jum’at, dan merupakan kompetitor dari Fillet O’ Fish yang diciptakan salah seorang franchiser McD, namun Hula Burger tak bisa menandingi Fillet O’ Fish.

Alhasil, lapisan daging ayam atau sapi di tengah antara lapisan dua roti burgernya, diganti dengan potongan nanas panggang yang dioles oleh keju leleh. Walau di atas kertas terlihat menjanjikan, sayangnya produk ini gagal total.

7McLobster

 

Sesuai namanya, menu ini menampilkan daging lobster yang diletakkan di roti (bun) Hot Dog lengkap dengan remahan selada dan saus McLobster.

Pertama kali diperkenalkan tahun 1993 di Amerika Serikat, menu ini awalnya terlihat menjanjikan, pada akhirnya dengan harganya kala itu yang mencapai USD 6, menu ini pun menjadi sangat sedikit peminatnya, ditambah lagi dengan masalah kontinuitas yang tak bisa dipenuhi. Dan sekarang menu ini hanya tersedia musiman di daerah Atlantic Canada dan New England hanya di musim panas, saat tangkapan lobster melimpah.

6McLean Deluxe

Menu ini dikeluarkan oleh McD pada 1991 sebagai upaya untuk memberikan menu fast food yang menyehatkan ke konsumennya. Alhasil melalui menu burger ini menyajikan daging sapi yang “lentur” (tanpa lemak dan sebagainya) dan ekstrak rumput laut sebagai penyedapnya.

Dan berdarkan testimoni dari mereka-mereka yang pernah memakannya, rasa dari varian burger ini terasa sangat “aneh” di lidah. Bahkan banyak juga yang mengatakan tidak enak sama sekali.

Well, tentunya kita menghargai banget maksud atau niatan dari McD ini. Namun, semestinya mereka menyadari kalau mereka adalah restoran cepat saji (fast food). Dan sebagai restoran fast food, sudah alaminya, mereka tidak menyajikan makanan yang kurang menyehatkan. Menu ini akhirnya ditiadakan pada 1996.

5McSoup

Tak dipungkiri, sup merupakan makanan yang difavoritkan oleh seluruh orang di dunia ini. Karena selain menyehatkan, juga membuat tubuh jauh lebih hangat.

Berdasarkan fakta ini, maka tak mengherankan apabila McD pun berinisiatif untuk memproduksi menu sup mereka sendiri.

Sayang, banyak konsumen yang enggan untuk membeli varian sup ini dikarenakan, banyak orang yang lebih nyaman dengan sup buatan mereka sendiri atau membelinya secara kalengan di supermarket atau mini market.

4McAfrika

Membaca nama menunya saja membuat kita tidak nyaman. Apalagi kalau ingin mengkonsumsinya.

Pasalnya menu Burger yang diciptakan tahun 2002 ini terbuat dari roti pita (pita bread), daging keju, selada, dan saus Afrika yang disebut sangat “eksotis” ini, merupakan menu yang salah banget dalam menggunakan namanya.

Pasalnya selain terdengar cukup rasis, juga Afrika seperti kita ketahui, merupakan benua yang orang-orangnya dari dulu dilanda krisis kelaparan yang amat sangat. Bahkan untuk memakan burger daging saja tidak mampu sama sekali.

Jadi, ya sudah jelas banget bukan mengapa menu ini sangat salah banget untuk diproduksi?

3McGratin Croquette

Produk ini kala itu hanya diproduksi untuk para konsumen di Jepang. Dan layaknya seperti style selera masyarakat negara matahari terbit ini, menunya pun ditampilkan dengan seaneh dan segokil mungkin.

Pada dasarnya, McGratin Corquette adalah burger yang mengkombinasikan kentang tumbuk (mashed potatoes), macaroni, udang, selada, dan saus khas.

Dengan kombinasi yang super campur aduk ini, tak heran apabila kemudian rasanya pun terasa sangat “aneh” di lidah yang alhasil, membuat produknya menjadi tidak laku.

2McHotDog

Ada burger, tentunya ada Hot Dog. Yap layaknya kentang goreng (french fries) dan ayam goreng (fried chicken), kedua makanan ini tidaklah bisa dipisahkan sama sekali. Wajarlah. Pasalnya keduanya, sama-sama terbuat dari roti.

Berdasarkan fakta general tersebut, tak heran apabila suatu ketika McD berinisiatif untuk memproduksi varian Hot Dog mereka sendiri dimulai sejak 1995. Namun walau sudah berusaha menampilkan Hot Dog yang super enak, tetap saja Burger mereka lebih diminati oleh konsumen. Dan menu ini tak sepenuhnya diterima pasar dan tak sukses di banyak negara.

1Arch Deluxe

Padahal kalau dilihat dari nama dan rupanya, terlihat sekali kalau varian burger ini bakalan tak ngetop dan seenak menu-menu burger jagoan McD lainnya (khususnya Big Mac). Namun sayang, kenyataannya tidaklah demikian.

Diperkenalkan sejak 1996, burger ini memiliki ukuran yang cukup memuaskan plus, menampilkan campuran selada, keju, bawang, tomat, bacon (yang merupakan favorit sebagian besar rakyat Amerika), tetap saja varian produk ini gagal total dan tak lama langsung dihentikan.

Berdasarkan pembahasan ini, terbukti banget bahwa tak peduli sudah seberapa keras kita bereksperimen, belum tentu hal tersebut akan berakhir dengan sangat memuaskan.

Nah, sekarang bagaimana nih pendapat Chillers dengan fakta keren dan unik ini?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here